Monday, December 31, 2012

Beda Angkat Tangan dan Turun Tangan

Beberapa komentar ketika nonton Film KING KONG di depan tv bareng anak2.
Alif: bun, kok militernya gak 'turun tangan'? (ketika terjadi kekacauan di kota krn king kong ngamuk)
faqih: militernya lagi 'angkat tangan'
ketika adegan filmnya ada militernya, merekapun berkomentar: "nah, skrg militernya 'turun tangan'
belajar perbedaan angkat tangan dan turun tangan dari film.

Monday, December 24, 2012

Pempek gandum

ALERT... ALERT... ALERT...
Liburan sekolah telah tiba, tapi liburan orang tua tak kunjung tiba... Saatnya menyediakan stock pangan yang lebih banyak dan istimewa dari biasa.
Saat bunda gak punya stock ikan giling, tuntutan akan pempek tetap terpenuhi, yg penting ada tepung terigu (gandum) dan kanji. Caranya: haluskan 3 siung bawang putih dan garam 2 sdm. Larutkan dalam 2gelas air, campur dg 1/4kg terigu, masak dg api kecil hingga matang. Dinginkan Adonan, kmdn msukkan 1/2kg sagu sambil dtambah air sdkt dm sdkit, hingga mbentuk adonan pempek. Ambil segenggam adonan, lubangi bagian tengah, isi dg sdkt telur yg sdh dikocok, tutup bagian atas dan rebus di air yg telah mendidih. Angkat stlh terlihat mengapung. Pempek gandum siap digoreng.. Sajikan dg cuka..
Anak2 pun lahap ketika liburan..

MIICEMA 2012 PALEMBANG

Rita Rahayu_univ. andalas, Vince R_univ. riau, Lisa MNP_univ. bengkulu

Pantai bengkulu

Sunday, December 16, 2012

Amel belajar Menulis

Minggu ini Amel belajar menulis alfabet. Saat ia mengambil posisi menulis dari tepi kanan papan tulis, bunda sudah mulai khawatir. Dan terbukti, a-z mampu ia tulis, tapi arahnya terbalik... 'gak apa-apa kan bun?' katanya tanpa dosa... He eh.

Saturday, December 15, 2012

Rambutan Tetangga

Tiap musim rambutan tiba, anak-anak selalu kena batuk. Karena takut batuknya bertambah parah, terpaksa mereka tidak 'menyentuh' apa lagi memakan rambutan... Padahal, tinggal menjulurkan tangan aja... Hehe, sabar ya nak, lagian yg punya rambutan kan tetangga, bukan punya kita...

Sunday, December 9, 2012

091220121003.jpg

Bengkoang pertama nina

Nina sejak kecil memang sudah tertarik dengan dunia tumbuhan. Semua biji buah dan tanaman yg ditemuinya ia sempatkan untuk ditanam. Nah, ini merupakan salah satu hasil percobaan tanamannya. Jadi ahli botani ya nak, punya berbagai kebun tanaman yang diteliti, untuk kesejahteraan umat.

Tuesday, December 4, 2012

SYARAH DO’A RABITHAH- satu harapan dalam hidup dan akhir kehidupan




Tidak disarankan untuk dibaca bagi yang ditugaskan membuat resensi atau bedah buku, karena resume ini hanyalah sepenggal pemahaman penulis setelah membaca buku asli. Sebaiknya baca edisi lengkapnya dalam bentuk sebuah buku. Wallahu’alam bissawab-bunda Alif



SYARAH DO’A RABITHAH
MUHAMMAD LILI NUR AULIA

Buku ini diterbitkan pertama kali oleh Info Islam Publishing pada Juni 2008. Dengan tebal 101 halaman, buku ini dibagi menjadi 7 (tujuh) bagian yang merupakan serangkaian ulasan mengenai sebuah doa yang yang digubah oleh Imam Hasan Al Banna. Pada bagian awal buku ini terdapat pengantar yang diberikan oleh Ustadz Abdul Muis MA yang berisikan tentang keistimewaan isi buku ini. Di samping itu, Ustadz Abdul Muis MA juga melengkapi buku untuk menguatkan doa ini dengan menambahkan penjelasan tentang keutamaan doa dan adab dan syarat-syarat berdoa.


SEBELUM MELANGKAH LEBIH JAUH MARI KUATKAN IKATAN CINTA KITA
Bagian pertama buku ini mengingatkan kembali komitmen seorang muslim, khususnya para dai, terhadap kedudukan cinta kepada Allah dalam kesehariannya. Dengan demikian, setiap yang membaca buku ini diharapkan memiliki kedudukan ruh yang sama di mata Allah.
Ada kemungkinan terdapat perbedaan kondisi kejiwaan seorang dai yang satu dengan dai yang lain. Hal ini disebabkan oleh tantangan dakwah di daerah satu sangat mungkin berbeda dengan tantangan dakwah di daerah lain. Bahkan waktu yang bergulir pun  dapat menyebabkan perubahan kondisi ruhiyah para dai. Meski demikian, dakwah tetaplah dakwah yang memiliki kesamaan tujuan.
Tujuan yang sama akan mudah dicapai bila dilakukan secara bersama. Dakwah bukanlah kerja pribadi seperti pada awal masa kenabian. Dakwah merupakan kerja sekelompok orang yang menginginkan perubahan kepada cahaya Ilahi. Kebersamaan dalam jamaah tidak luput dari perbedaan kondisi hati, dan hanya dengan memohon kepada Allah semata perbedaan tersebut dapat disatukan dalam sebuah keterikatan hati meraih cinta Allah, keterikatan hari dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, dan keterikatan hati yang membawa kepada kedudukan ruh yang sama, saling mencintai dan memberikan kasih sayang, sehingga dapat menggapai cinta Allah dan Allah akan mempermudah urusan orang-orang yang saling mencintai karena-Nya.


PENGANTAR DOA RABITHAH/WIRID AL QULUB
Mengaplikasikan cinta kepada Allah melalui doa.
Bab 2 buku Syarah Doa Rabithah ini menguraikan asal muasal untaian doa rabithah. Doa ini merupakan salah satu dari kumpulan wirid dan doa yang diajarkan Imam Hasan Al Banna dan terangkum dalam sebuah buku kecil bertajuk Al Ma’tsuraat.
Selain itu, bagian berikutnya dalam bab ini menjelaskan secara singkat prinsip dakwah IM untuk mengikuti sunnah Nabi mereka dan berqudwah kepadanya, dengan senantiasa memelihara dzikir dan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Menerima ampunan, melalui dzikir.”
Menghadirkan wajah saudara untuk didoakan tidak hanya sekedar melalui doa rabithah, tetapi dengan doa-doa lain yang sesuai dengan kondisinya.

LAFADZ WIRID RABITHAH
Teks wirid rabithah ini bukan berasal dari salah satu ayat dalam Al Qur’an, tapi  teks doa ini dituliskan Imam Hasan Al Bana rahimahullah, sebagaimana tercantum dalam kitab Al Ma’tsurat. Jadi tidaklah benar jika ada seorang yang mencoba mengimami sholat berjamaah melantunkan lafadz wirid ini setelah bacaan Al Fatihah.
Doa rabithah ini selalu diawali dengan membaca ayat 26-27 surat Ali Imron.

SISTEMATIKA DOA RABITHAH

SIFAATUL QULUUB (SIFAT-SIFAT HATI)
Pada bagian ini dijelaskan bagaimana sifat-sifat hati pilihan yang bukan hati sembarangan orang yang dianjurkan untuk mengamalkan wirid ini. (meski tidak berarti wirid atau doa rabithah ini hanya diperuntukkan bagi sekelompok orang dan tidak diperbolehkan untuk orang lain):
  • Terhimpun atas kecintaan (mahabbah) kepada-Mu
  • Hati-hati yang telah bertemu di atas ketaatan pada-Mu
  • Hati-hati yang bersatu dalam menyeru-Mu
  • Hati-hati yang telah bersumpah untuk menolong Syariat-Mu

TARBIYATUL QULUUB (PEMBINAAN HATI)
Tahap berikutnya adalah permohonan untuk membina kondisi hati yang telah ada dengan:
  • Permohonan untuk dikuatkan ikatan hati-hati yang telah terhimpun
  • Permintaan untuk diabadikan kasih sayang yang telah ada di antara hati-hati ini
  • Permintaan untuk ditunjukkan jalan bagi hati yang bersatu ini

ZAADUL QULUUB (BEKAL HATI)
Fase berikutnya dalam doa ini adalah permohonan untuk diberikan bekal kepada hati. Bekal dari Allah swt yang tidak pernah sirna. Adapun bekal yang dimaksud adalah:
Cahaya Allah swt yang tidak pernah redup, sehingga hati kita memiliki firasat terhadap kebenaran, memandang dengan keyakonan, mampu memahami kitabullah dan Islam, dan mampu menangkap pengetahuan yang tidak mungkin diperoleh hanya dengan usaha dan belajar, serta mampu membedakan hak dan bathil.
Ketaqwaan kepada Allah swt, yang merupakan ibadah hati yang utama. Ketaqwaan tidak menjadikan seseorang tidak berusaha dan mengabaikan hukum-hukum sebab akibat. Adapun kendala yang dihadapi seseorang umumnya karena 4 keadaan berikut:
  • Kurangnya keyakinan terhadap kemahakuasaan Allah swt
  • Sikap sombong
  • Condong kepada mahluk
  • Mencintai dan terpedaya oleh dunia

AMALUL QULUUB (AKTIVITAS HATI)
Pada bagian ini dijelaskan ada 2 amalan hati pada dua kondisi yang akan dilalui oleh seorang hamba. Kondisi yang dimaksud adalah kondisi pada saat hidup dan yang kedua kondisi pada saat mati. Maka, ketika pada saat hidup, tidak lain yang dilakukan oleh hati adalah mengenal sepenuhnya Allah swt. Dengan mengenal Allah, seorang manusia akan sadar sepenuhnya atas kesempurnaan Allah yang mengarahkan pada kebahagiaan hidup itu sendiri. Sementara pada kondisi kematian, maka amal yang diinginkan oleh hati tidak lain adalah syahid. Dengan kematian yang syahid, maka Allah akan memuliakannya.

PENUTUP
Hati adalah rahasia manusia, hanya ia dan Allah yang mengetahui isinya. Namun perilaku manusia sebenarnya dapat mencerminkan bagaimana hati seseorang. Beragamnya isi hati menuntut penyatuan dan saling setia agar dapat mencapai tujuan dan maksud hidup kita bersama.  Begitu pula jika para aktivis dakwah menginginkan tercapainya tujuan yang sama, maka kondisi hati yang selalu bergejolak setiap saat, harusnya memiliki kedudukan dan pemahaman yang sama dalam sebuah kesatuan atau keberhimpunan. Kondisi hati yang bergejolakpun memerlukan bekal dan pemeliharaan agar selalu langgeng keterikatannya hingga dicapainya tujuan dalam hidup dan setelah kematian.

DAFTAR PUSTAKA


Komentar:
Secara fisik buku ini tergolong buku yang ringan untuk dibaca, selain ukuran yang kecil, jumlah halaman buku ini juga tidak terlalu banyak, hanya 118 halaman termasuk halaman judul dan pengantar. Namun secara kandungan, buku ini dikategorikan cukup berat dibaca di sela-sela kesibukan dengan tujuan untuk mengisi waktu saja. Untuk memahami isi buku secara menyeluruh, tidak cukup sekedar mengeja kata per kata, melainkan harus diiringi dengan konsentrasi menghadirkan jiwa-jiwa yang dimaksud dalam buku ini.
Meskipun dijual secara bebas, dan dapat dibaca oleh setiap orang yang memegangnya (yang bisa jadi bukan pemilik buku), makna yang terkandung dalam buku ini hanya dapat dipahami secara komprehensif oleh beberapa orang yang memiliki karakter tertentu. Bahkan beberapa orang yang dimaksudpun masih perlu mendiskusikannya kembali dengan tujuan untuk menyeragamkan pemahaman. Adapun karakter yang dimaksud antara lain adalah sebagai berikut:
  • Memiliki pemahaman yang memadai tentang mahabbahtullah dan konsekuensinya
  • Menyadari diri sendiri atas amanah sebagai juru dakwah yang memiliki tugas mulia
  • Dakwah yang diemban merupakan jamaah, bukan jam’iyah (organisasi massa) dan juga bukan syirkah (perusahaan bisnis)
  • Mengutamakan ukhuwah
Meski bukan merupakan syarat mutlak, ada baiknya pembaca juga memiliki latar belakang pengetahuan tentang perjuangan Imam Hasan Al Banna terutama tentang pokok pikirannya yang tertuang dalam tulisan maupun ceramah-ceramahnya.
Dan bagi pembaca yang memiliki satu atau beberapa karakter tersebut, maka buku ini cukup memotivasi untuk tetap semangat bersatu, menjaga persaudaraan dan kecintaan di atas jalan dakwah.

Ada beberapa cerita yang berupa hikmah dari pengamalan wirid rabithah ini:
Seorang ustadzah bercerita, suatu ketika, ia dalam kondisi buru-buru memenuhi jadwal les ngaji di sebuah rumah. Santrinya merupakan 4 bersaudara yang masih kanak-kanak. Si sulung baru kelas 6 SD dan si bungsu masih berusia 4 tahun. Entah mengapa, pada hari itu, ustadzah disambut dengan “suasana panas” oleh anak-anak ini. Ada yang mogok ngaji, ada yang masih saling berantem dengan saudaranya, ada yang malas-malasan... suasana belajar yang biasanya hangat dan ramaipun terasa berbeda. Tapi kemudian ustadzah itupun mengakui, biasanya, sebelum berangkat menemui santrinya, ia melafadzkan terlebih dulu wirid doa rabithah ini, tetapi karena tadi buru-buru, ia lupa...
Pernah juga, seorang mahasiswa, terlibat adu argumentasi dengan dosennya yang membuatnya betul-betul terpojok. Dosen yang dihadapinya pun tampak marah dan tersinggung berat. Karena tidak bisa berkata lebih banyak lagi, mahasiswa tersebut “melarikan diri” ke sebuah mushola, dan menangis sambil melantunkan doa rabithah ini. Subhanallah, ketika ia kembali ke ruangan menemui dosennya tadi, suasana berubah, ia disambut dengan tatapan hangat dari dosen yang marah tadi....
Ketakutan melalui birokrasi yang berbelit-belit di suatu instansi pemerintah bukan hal yang aneh lagi. Suatu ketika, pak Fulan harus menghadapi kondisi ini untuk mengurus beberapa dokumen penting. Beberapa teman mengomentari betapa sulit dan butuh waktu berhari-hari untuk menyelesaikan satu dokumen. Pak Fulan sudah hampir putus asa, karena tenggat waktu yang diberikan hanya sampai besok pagi. Selesai sholat dzuhur, pak Fulan memanjatkan doa rabithah sembari menghadirkan wajah-wajah orang yang akan ditemuinya dalam urusan dokumen kali ini. Subhanallah, 15 menit kemudian ketika ia menemui orang-orang yang dimaksud, semua menerima pak Fulan dan memenuhi kebutuhannya... alhasil, dokumen yang ‘katanya’ berhari-hari selesai, bisa diselesaikan dalam waktu 15 menit saja.
3 cerita (testimoni) di atas bukan berarti doa rabithat merupakan “JIMAT”... tapi unsur USAHA & TAWAKAL pada ALLAH yang dimiliki para pelantun doa inilah yang membuat kondisi hati orang yang dimaksud menjadi berubah, berpihak kepada para pelantun... karena kehendak Allah swt semata yang mengubahnya...
Wallahu alam bissawab

Friday, November 23, 2012

Spiderman dan Alien

Kostum alien yang dirancang sendiri oleh Amel.

Friday, November 16, 2012

Amel dengan bonekanya

Boneka di foto ini hampir semuanya diperoleh dari mesin boneka. Tiap ke lokasi permainan di mall, anak2 selalu mencoba keberuntungannya di mesin itu, spt hr ini, alif berhasil mendapatkan 3 boneka sekaligus. Btw, sebenarnya harga boneka tidak sebanding dg nilai rupiah d mesin geseknya..

Thursday, October 25, 2012

Nina dan Alif diberi les tambahan di rumah. Video ini merupakan salah satu bentuk keakraban antara guru dan murid.

Wednesday, October 24, 2012

DEMO MENUNTUT NASI UDUK

Beginilah kalo anak mengungkapkan keinginannya yang belum dipenuhi bundanya.... menu sarapan pagi di hari Minggu biasanya berupa nasi uduk warung tetangga. namun pada pagi ini menu bunda berbeda dari biasanya. kalo biasanya bunda malas masak-masak di Minggu pagi, kali ini bunda dengan semangat 45 memasak sarapan sendiri dengan menu biasa yang bisa dimasaknya (maklum, bunda gak pandai memasak)... mengetahui hal itu, anak-anak pun protes, menuntut haknya di Minggu pagi... kecuali Faqih, ketiga anak bunda (Alif, Nina dan AMel) menuntut dengan gayanya yang lucu... Faqih mengejek ketiganya dengan membokongi mereka, namun ia kena batunya... terpeleset di depan ketiga saudaranya... ahh.. my kids...

BROOM AND MY FACE


Tuesday, October 9, 2012

KREASI CUMI



Kreasi Cumigungdong


Sekilas terbersit seperti makanan Tionghoa, tapi ini merupakan kreasi bunda Alif yang sedang kehabisan bahan untuk memasak. Pagi-pagi, jadwal sibuk menyiapkan sarapan buat anak-anak berangkat sekolah. Ketika membuka kulkas, betapa terkejutnya bunda Alif, yang tersisa hanya dua potong cumi besar dan sebuah kedondong serta sebuah jagung manis yang mulai mengering...
Waktu cepat berlalu.. harus segera bertindak jika tidak mau terlambat menyediakan sarapan anak-anak.
Terciptalah menu Cumigungdong
Bahan:
Cumi ukuran besar                          ½ kg
Jagung Manis                                     1 biji
Kedondong                                        1 biji

Bumbu:
Bawang merah                                  3 siung
Bawang putih                                    2 siung
Bawang Bombay                              ½ buah
Pala bubuk                                          ½ sdt
Lada bubuk                                         ½ sdt
Minyak goreng                                  secukupnya
Garam                                                  secukupnya
Kecap                                                    secukupnya

Cara membuat:
1.       Potong cumi membentuk lingkaran cincin
2.       Iris jagung dan kedondong yang telah dikupas
3.       Iris tipis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay
4.       Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang sudah diiris
5.       Masukkan jagung yang sudah dipipil, tumis sebentar, masukkan cumi yang telah dipotong
6.       Aduk-aduk bahan yang ditumis, masukkan kedondong dan bumbu lain
7.       Tutup wajan sekitar 1 menit, aduk-aduk, tumis cumigungdong siang disajikan

Selamat mencoba....
Tulis komentar ya....


Tuesday, September 4, 2012

I am A SuperMOM

wow, hebat.... super mom... setara superman atau superboy... perkasa, punya energi yang luar biasa... punya senjata ampuh... laser keluar dari mata....
jadi supermom juga kayak gitu kali yah?..
 ah ternyata tidak... aku cuma manusia biasa... wanita biasa... yang bersyukur diberi kesempatan untuk memiliki rumah yang nyaman, seorang (masak dua??) suami, dan 2 pasang putra-putri yang luar biasa menyejukkan... punya masyarakat di luar rumah, (sekarang) punya amanah di kantor, punya tanggung jawab sosial.....
 aku ini wanita biasa... yang memiliki banyak kelemahan... mudah ngambek, mudah capek, dan kalo sudah capek.. mudah juga untuk marah-marah... belum lagi minimnya 'ilmu' dan informasi yang harusnya aku miliki...
ah... aku sekedar wanita biasa
subhanallah.... aku tahu aku wanita biasa, karena itu aku minta padaMu ya Allah, beri aku kekuatan untuk menjalani hidupku... beri aku hidayah, ilmu, dan cahayaMu untuk menuntunku,.... beri aku kesabaran untuk mengatasi amarahku... beri aku kemudahan menjalankan amanah ini....
pertama, aku coba bangun pagi... 04.00 batas waktu yang kutentukan untuk bisa mengadu kepada Pemilikku... hingga 30 menit ke depan, aku curhatkan seluruh perasaanku padaNya... kupanjatkan seluruh pintaKu kepada Penguasa langit dan bumi...
30 menit kemudian, mulai kunyalakan tungku perapian, masak air, mengiris sayur mayur, memanaskan lauk pauk yang tersisa, ......... chef handal sedang beraksi.... hingga adzan subuh mendayu-dayu dari mesjid kompleks terdengar... 5 menit untuk sholat subuh... (kasian deh... sholat cuma 5 menit).........
05.10 wib. waktu mempersiapkan si sulung dan anak kedua untuk ke sekolah... mulai dari menyiapkan makan, menyiapkan pakaian sekolah, hingga mengantar mereka ke depan rumah menunggu mobil jemputan sekolah
06.15 dua anandaku tercinta berangkat ke sekolah menimba ilmu untuk bekal hidup mereka kelak di kemudian hari...
masuk ke dalam rumah, anak ketiga dan keempat biasanya baru bangun... cipika-cipiki.. dipeluk-peluk... diantar ke kamar kecil.... disuguhi segelas air putih untuk menyegarkan tubuh setelah tidur nyenyak semalaman...
06.30... menawari sarapan pagi untuk keduanya... ini butuh waktu lama.... saking lamanya, bisa diselingi dengan waktu menyiapkan materi kuliah atau pernak-pernik yang akan dibawa ke kantor hari itu...
07.30... memandikan kedua anak sesuai kondisi.... bisa cipat-ciput...bisa gebyar-gebyur... tergantung tingkat keburu-buruanku dan suami pada pagi itu... kalo butuh segera (kuliah masuk jam 8), maka aku menawarkan mandi gaya cipat-ciput.... just water yang dicipratin ke badan... tapi kalo pagi itu luang, maka gebyar-gebyur alternatif terbaik... diselingi main sabun... busa sana-sini...
08.00 atau kuranglah... ijin pamit ngantor... ijinnyapun unik...
 ketika mereka cium tangan, mereka minta aku untuk mencium kepala mereka sambil berkata jadi hafidz/ah, jadi anak yang sholih/ah, jadi pemimpin umat, jadi muzakki, jadi al abid..., jadi qonitat... jadi mukmin, jadi pemimpin yang adil... dan seterusnya... setelah itu, baru mereka melepas tanganku dan melambaikan tangan melepas kepergiannya ke kampus...
jam13.00 sebenarnya sudah free buatku untuk pulang ke rumah, tapi ada tanggung jawabku juga membina masyarakat dalam bentuk pengajian rutin... jadi terkadang gak langsung pulang ke rumah... mampir dulu... ngisi pengajian
kalo gak ada kuliah siang atau sore, kuusahakan jam 15.00 sudah di rumah... kuajak anak-anak tidur sambil menanti yang sekolah pulang...
adzan ashar menandakan aku harus beraktivitas sore... sungguh aku sangant terbantu dengan khadimat yang mau menolongku di rumah... meski dia tidak bersedia menginap (datang jam7.30 pulang jam 17.00), kehadirannya sangat membantu, paling tidak aku tidak perlu menyapu rumah, membereskan tempat tidur atau mainan anak-anak, menjemur pakaian, melipat dan menyetrika pakaian, dan dia pula yang menjaga anak-anak selama aku dan suami ke kampus... alhamdulillah.. mudah-mudahan aku tidak mendzaliminya...
jam18 kami sudah berkumpul kembali.. tak jarang kami sholat magrib berjamaah di mesjid, setelah itu aku menyimak dan bersama-sama membaca Al Qur'an, makan malam, dan mendampingi mereka beraktivitas malam....... bikin PR, nonton TV, browsing internet.. ngegame online.... luv yu kids...
jam20.00... deadlineku untuk memejamkan mata... terlalu sore??? tapi itulah kelemahanku... cukup sholat isya menjadi batasku beraktivitas seharian.... dan tidurku kujadikan men-charge bateraiku untuk memulai kehidupanku esok hari....
urusan suami??? ah.. kami bisa mencuri-curi waktu di sela-sela kesibukan...
beres, kan??? fullday for me...
bagiku yang orang biasa ini... aktivitas ku sehari-hari itu sudah membuat ku seperti supermom.... semua serba harus terlayani.. suami, anak-anak, masyarakat,.... dan diriku sendiri...



Saturday, August 18, 2012

bunga jambu jamaica

Berbeda dengan bunga jambu air biasanya yang berwarna putih, jambu jamaica memiliki bunga berwarna merah merona..

Wednesday, August 8, 2012

Monday, August 6, 2012

Butiran Hujan Pertama di Ramadhan 2012-Bengkulu,INA

Memasuki hari ke 16 bulan Ramadhan 1433H, tepatnya 5 Agustus 2012, langit memberikan belas kasihNya. Setelah sejak awal Ramadhan, dengan KuasaNya langit bersinar dg teriknya. Titik hujan yang jatuh di atap menarik perhatian Faqih (6 th), "seperti intan berkilau ya bun" katanya. Kupeluk dia dan berkata"Alhamdulillah.. Akhirnya Allah menurunkan rahmatNya"

Nina menanti berbuka

yummy... menu buka puasa Faqih (Ramadhan 2012)

Friday, August 3, 2012

TATA KRAMA ACARA SUAP-SUAPAN DAN CACAP-CACAPAN-Pernikahan Adat Palembang (Yas Budaya's File)

Rangkaian acara pernikahan di Palembang dilengkapi dengan acara suap-suapan dan cacap-cacapan. Sebagaimana budaya di daerah lain, acara suap-suapan menjadi ciri khas pelengkap sebuah akad nikah, dimana pengantin pria memberikan sesuapan hidangan (biasanya nasi kuning) kepada pengantin wanita dan begitu pula sebaliknya. Namun, di daerah Palembang, acara ini tidak sebatas suap-suapan antara pengantin pria dan wanita saja, melainkan pula orang tua dan kakek nenekpun, ikut memberikan suapan dengan diiringi nasihat yang penuh hikmah. Setelah suap-suapan dilaksanakan, dilanjutkan acara cacap-cacapan, dimana air menjadi simbol utama kehidupan dipercikan kepada kedua pengantin. Berikut ini naskah tata krama acara suap-suapan dan cacap-cacapan yang dilakukan pada acara pernikahan di kota Palembang. 

Semoga bermanfaat.
Sumber: Yas Budaya’s File, 2004
Dipublikasikan oleh: Beranda Rumah Alif

TATA KRAMA MENJELANG PERNIKAHAN-ADAT SUMATERA SELATAN (source: Yas Budaya's File)



Ketika calon mempelai pengantin pria tiba di rumah calon mempelai  pengantin perempuan, biasanya dilakukan penyambutan oleh tuan rumah dengan sebuah acara adat. untuk daerah Sumatera Selatan khususnya kota Palembang, acara penyambutan dilakukan dengan berbalas pantun. Berikut ini, salah satu contoh naskah pantun yang digunakan dalam acara penyambutan tersebut. Semoga bermanfaat.
(Sumber: Yas Budaya's File, 2004 dipublikasikan oleh Beranda Rumah Alif)

*****************************
TATA KRAMA MENJELANG PERNIKAHAN

___________________ binti ___________________
dengan
___________________ bin ___________________


Thursday, June 7, 2012

Nabi Adam dan PUSAR (UDHEL)




Suatu hari, keempat malaikatku bercanda di ruang keluarga. Topik yang hangat dibahas saat itu adalah mengenai “udhel” alias pusar yang berada di tengah bagian perut setiap orang.. sambil memegang udel masing-masing dan membandingkan satu sama lain, mereka tertawa cekikikan diselingi jeritan-jeritan lucu menahan geli....
Sampai suatu ketika, muncul pertanyaan dari mulut salah seorang dari mereka, “Bun, emang udhel itu untuk apa, sih bun?”cukup menyentakkanku yang sedang asyik membaca. Sejauh ini, aku belum pernah sekalipun memikirkan apa kegunaan udhel dalam kehidupan...
Kutarik nafas dalam.... “hmm, udhel itu merupakan peringatan”... “peringatan? Peringatan apa bun?” si sulung mulai menggali lebih dalam..
“peringataaaan... yah, peringatan untuk tidak melupakan ibu mereka...?”
“kok bisa bunda?” yang kedua masih belum bisa menemukan korelasinya
“iya, udhel itu, merupakan tanda bahwa seseorang pernah berada dalam perut ibunya...”
Semakin penasaran kulihat kedelapan mata malaikatku....
“waktu masih di dalam perut, adik bayi belum bisa makan dengan menggunakan tangannya sendiri... sementara adik bayi kan juga butuh makan meski di dalam perut...”
Oh... mulut mereka mulai menganga...
“karena belum bisa makan sendiri, makanannya didapat dari makanan ibunya, nah, saat ibunya makan, makanan masuk ke perut ibu, tapi tangan ibu tidak masuk ke perut untuk membagi makanan itu ke adik bayi, melainkan makanan itu sendiri mengalir ke badan adik melalui selang. Selang itu menghubungkan perut ibu dengan perutnya adik, jadi makanan bisa langsung masuk perut adik tanpa melalui mulutnya adik... nah waktu adik sudah keluar dari perut ibu, selangnya gak dipakai lagi, karena adik sudah bisa makan minum melalui mulutnya... karena gak dipakai lagi, selang itu harus dibuang, dan bekas ujung selang yang di perut adik itu namanya udhel....”
Akhirnya aku bisa menyelesaikan teoriku dengan hati-hati.... melanjutkan bacaanku...
Harapanku, mereka tidak melupakanku sebagai ibu mereka...
“ooooo.....” mereka melanjutkan diskusi lain.... diskusi tentang ANIMAL KAISER...
Namun, beberapa hari berlalu, di saat mereka sedang bercanda di tempat tidurku (tempat favorit mereka.....) anak kedua tiba-tiba bertanya lagi...
“bunda, kalo gitu Nabi Adam gak punya udhel ya bunda?.......”
Astarghfirullah.... perkataan darimana itu (biasanya orang yang gak punya udhel adalah orang yang konotasinya negatif). Aku sudah lupa pembicaraan waktu itu.
Tapi kemudian dia melanjutkan....
“kata Bunda kan, udhel itu tanda bahwa seseorang pernah ada di dalam perut ibunya... kan nabi Adam tidak punya ibu???...... jadi gak punya udhel....”
FUNGSI LOGIKA  matematika yang kupelajari di SMA ternyata sudah dikuasainya....
“begitu juga Siti Hawa bun...????” sulung menyambung
Duh.... ????
Badanku yang lelah karena seharian di tempat kerja kujadikan alasan untuk pura-pura tertidur......
What can I say???? Help me, please.....
I have no idea for this question...

NYANYIAN BUNDA



Hari Minggu merupakan hari keluarga yang kutunggu.... hari ini kujadikan ajang pelatihan urusan rumah tangga bagi anak-anakku, terutama yang sudah bersekolah. Hal ini bukan tanpa alasan. Selain memang di hari minggu pengasuh anak (sekaligus yang membereskan rumah) libur (pegawai rumahan ada hari liburnya lho...), aku juga butuh bantuan untuk mengerjakan urusan rumah tangga di hari itu.  Di samping itu, anak-anak tidak berkesempatan untuk mengetahui tetek bengek urusan rumah tangga, karena diakibatkan full day school...
Seperti biasa, pembagian tugas kuberikan sesuai dengan kemampuan si anak, misal: si sulung alif yang kuminta angkat dan jemur pakaian, mbak nina yang menyapu seluruh bagian rumah, faqih yang kuminta ke warung untuk beli ini dan itu, dan si kecil cukup memindahkan sampah di ruang keluarga ke dapur. Selain itu, mereka semua berkewajiban membereskan dan membersihkan tempat tidur masing-masing.
Seiring waktu berjalan, si sulung mulai menunjukkan keegoannya.. beralasan liburan adalah kesempatan untuk nge-game dan nonton tv sepuasnya, maka tugas-tugas pun tak jarang diabaikan. Kalau dulu cukup sekali diminta mengerjakan, maka ia langsung mengerjakan. Namun sekarang, meski sudah diperingatkan berkali-kali, tapi ternyata tidak digubris sama sekali... hingga pada akhirnya, kudekati ia yang sedang asyik di depan komputernya, dan kukatakan, “Nak, bunda mau nyanyi.... mau pakai nada rendah atau nada tinggi....??”
Mendengar itu, sontak ia berkata dan menghentikan permainannya.... “ iya, iya bun.....nada rendah aja.....” sambil berlalu menuju kamarnya... melipat selimut dan merapikan tempat tidurnya...
Ternyata cukup efektif.....

Bengkulu, 4 Juni 2012, 04.13wib