Friday, December 23, 2011

Thursday, December 22, 2011

TIPS MENGATASI PERTENGKARAN ANTAR ANAK

Liburan telah tiba. Para orang tua siap-siap menjalankan program liburan anak-anaknya. Dari yang membutuhkan dana sampai yang gratisan. Orang tua yang kreatif dan dinamis, plus dengan anak yang banyak, liburan bisa menjadi ajang hal-hal tertentu yang mungkin selama ini agak terabaikan. Minimal porsi perhatian kepada anak menjadi bertambah. Tidak selamanya bentuk perhatian itu mengena kepada masing-masing anak. Bisa jadi sebagian perhatian itu didelegasikan kepada anak yang lebih besar, yang tentunya perlu juga mutaba’ah/evaluasi dari orang tua.
Mengkomunikasikan wewenang dan tanggung jawab kepada 4 anak adalah hal rutin yang kami lakukan. Secara teori, tentu saja si sulung memperoleh tanggung jawab yang lebih besar dari adik-adiknya, begitu pula anak nomor 2 dan 3. Sedapat mungkin kami berusaha mengkomunikasikan dengan bahasa mereka wewenang dan tanggung jawab masing-masing sesuai kemampuan mereka.
Namun dengan seiring berjalannya waktu, ternyata kesadaran akan 2 hal tersebut timbul tenggelam. Konflik antar anak mulai bermunculan. Meski kata sabar berulang kali diperingatkan, yang namanya anak tetap saja tidak mau mengalah, terutama saat bermain bersama. Semua mau duluan memegang mainan yang cuma satu. Bahkan kalau semua dibelikan mainan yang sama, tetap saja mau meminjam punya yang lain, termasuk si sulung yang tertaut 10 tahun dengan si bungsu.
Bayangkan kalau lagi liburan sekolah dimana orang tuanya sendiri tidak sedang libur, rumah menjadi selalu ramai dengan berbagai ekspresi. Tiap hari selalu saja ada yang saling mengejek, memaki, memarahi, berteriak, marah, cemberut, bahkan sampai berkelahi yang mengundang emosi orang tua. Jika sudah demikian, maka orang tua harus mencari solusi terbaik mendamaikan di antara mereka.
Ending dari semua itu selalu saja ada yang mengadu, menangis, dan meninggalkan jejak mainan di sana-sini, tanpa ada yang mau membereskan (lagi-lagi orang tuanya yang membereskan).
Awalnya sih cukup jadi penonton. Tapi lama-kelamaan terasa risih juga. Apalagi kalau lagi mengerjakan sesuatu di rumah yang butuh konsentrasi, pekerjaan tidak selesai jika diganggu dengan pengaduan terus-menerus. Kalau ikutan marah, jadi malah tambah ramai.
Kucari akal, kuambil 4 helai kertas putih. Kugambar pas foto setiap anak di masing-masing kertas, ku tempel di dinding dekat tempat biasa mereka bermain dan kudekatkan spidol hitam di bawahnya. Kutulis nama masing-masing anakku.
Pertengkaran berhenti seketika, dan diganti dengan rasa ingin tahu akan apa yang aku perbuat. “Untuk apa bun?” Alif si sulung bertanya heran.
“ini gambar abang alif, ini mbak nina, ini abang faqih dan ini adik amel. Gambar ini boleh dicoret setiap kali yang digambar membuat ulah bikin sebel yang lain. Misal, mbak nina lagi jengkel sama abang alif, maka mbak nina boleh mencoret satu kali pada gambar abang alif.
Setiap sabtu sore, akan dilihat siapa yang paling banyak coretannya. Yang paling banyak coretannya, dia akan dapat hukuman.”
“Hukumannya apa bun?”
“Hmm, enaknya apa ya??”
Mbak nina mengusulkan,”yang paling banyak coretan, dia tidak berhak mendapatkan makanan atau mainan yang dibelikan ayah hari itu..”
Biasanya di akhir pekan, mereka ditraktir jajan sesuai keinginan mereka oleh ayahnya.
“Gimana, yang lain setuju???”
“Setuju...”
Tiba-tiba alif si sulung mengusulkan,” ayah bunda juga digambar dong... biar adil.. kan kadang bikin sebel juga...”
“Iya...iya... biar adil... “ lho? yang lain malah mendukung..
“Oke, kalau begitu... nih, bunda buatkan gambar ayah bunda..”
Beres... untuk beberapa menit mereka terlihat kompak, sambil ketawa-tawa memandangi wajah mereka yang kugambar di kertas itu...
Aku berlalu dari ruang keluarga dan kembali ke meja kerjaku.... duduk manis di depan laptop.
Beberapa detik kemudian...
“Bundaaaaa, abang alif nakal.... tadi narik.... “ Faqih melaporkan perbuatan jahil abangnya...
Belum selesai dia berteriak,
”coret aja gambar abang...” teriakku juga.
Kuintip dia dengan gembira mengambil spidol yang telah kusiapkan, dan menarik garis hitam di bawah hidung gambar abangnya membentuk kumis melintang.
Hahaha... yang lain tertawa, termasuk si abang yang pasrah melihat gambarnya dicoret.
“Bundaaaa, adik amel.....”
“Coret aja gambar dik amel kalau dia nakal....” sergahku lagi..
“Bukan bunda.... dik amel malah nyoret gambarnya sendiri...” hihihi...
Si kecil emang baru 2 tahun, belum paham aturan mainnya...
“Biarlah... “
Dan mujarab...frekuensi pertengkaran antar saudara menurun drastis selama beberapa hari... karena setiap kali ada yang menjengkelkan, dia harus menerima konsekuensi gambarnya dicoret.
Masing-masing berharap jatah jajannya tidak dihapus di akhir pekan nanti...
Sabtu sorepun tiba... evaluasi dimulai... senyum merekah tersungging di bibir mereka..
“Gimana?? Siapa yang tidak dapat jatah jajan hari ini??” aku memulai evaluasi.
Serentak mereka menjawab, “ BUNDA.....”
Alamak.... pasrah kupandang gambarku... tertutup garis-garis hitam tak beraturan......

Saturday, November 12, 2011

dialog singkat tentang syurga di saat hujan deras mengguyur kota Bengkulu 12 Nov 2011

Bengkulu, 12 November 2011

 

PERMINTAAN PERTAMA KETIKA DI SYURGA

 

Cukup bingung ketika menerima pertanyaan gadis kecilku kali ini. "kata ustadz, di syurga semuanya pakai bahasa Arab, bun... apa bener???" dia mulai mengkonfrontir guru bahasa arabnya di sekolah dengan diriku, orang tuanya..."hmmm... " aku mengulur-ulur waktu, mencari jawaban yang tepat...mungkin karena kurangnya pengetahuanku, aku merasa tidak pernah mendengar dalil yang menyebutkan hal itu. Tetapi sebagai orang tua,  aku berusaha bijak untuk memahami itikad guru bahasa Arabnya, biar murid-muridnya bersemangat mempelajari bahasa Arab.

Sebelum sempat memberikan jawaban yang pas, "Bunda, kata bunda kan, apa yang diminta penghuni syurga nanti, pasti akan dikabulkan Allah, betul kan bunda?" kali ini pertanyaan yang mudah untuk dijawab. "He-eh..." senyumku sambil melanjutkan mencuci piring.

"Tapi gimana bisa mau minta ini itu, kalo gak bisa bahasa Arab?" Abangnya ikut nimbrung dalam percakapan.

"iya, ya... atau gini aja, Bang... pertama-tama, kalo sudah masuk syurga, kita minta dulu pada Allah, agar bisa bahasa Arab..."

"dan kita cukup menghapalkan kalimat YA ALLAH, MUDAHKANLAH KAMI BERBAHASA ARAB...dalam bahasa Arab tentunya..." berbinar-binar mata mereka menemukan solusi jitu tentang masa depan mereka...

Cukup dengan menggeleng-gelengkan kepala kusembunyikan senyum lebarku mendengar pembicaraan mereka...

Ternyata gak perlu bingung-bingung mencari dalil nash atau fiqh yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan malaikat-malaikat kecilku....

Wednesday, November 9, 2011

TREND TOPIK RISET AKUNTANSI MANAJEMEN MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU (2011)

makalah ini dipresentasikan di MIICEMA 2011 Bengkulu

KECENDERUNGAN TOPIK PENELITIAN AKUNTANSI MANAJEMEN MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU

Oleh:
Lisa Martiah Nila Puspita SE,MSi.,Ak
Herawansyah

Abstracts
This research explores the direction of student’s accounting management research at Bengkulu University. Then it is compared by articles in Simposium Nasional Akuntansi’s Proceeding. Students almost used SNA Proceeding to guide their research. The result showed that the majority topics choosen by student are behavioral accounting and budgeting, and so are SNA Proceeding. It can be opportunity for researchers to develop their research in other topics in accounting management.

Keywords: accounting management research, topics, student, SNA


PENDAHULUAN
Ilmu pengetahuan dan penelitian (research) merupakan dua hal yang berkaitan satu sama lain. Ilmu pengetahuan dapat berkembang bila dilakukan penelitian yang mendukungnya. Penelitian dapat terlaksana berdasarkan metode ilmiah yang ada dalam ilmu pengetahuan. Keduanya memiliki arti penting dalam kehidupan manusia, karena tanpa ilmu pengetahuan manusia akan hidup dalam alam kebodohan.
Di dunia bisnis, perkembangan akuntansi tidak terlepas dari perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri. Demikian pula sebaliknya, perkembangan ilmu akuntansi juga dipengaruhi oleh perkembangan praktik di dunia bisnis. Baik perkembangan ilmu maupun perkembangan praktik, keduanya ditandai dengan banyaknya penelitian yang mengkaji bidang tertentu, akuntansi khususnya.
Penelitian di bidang akuntansi telah banyak dilakukan mengikuti perkembangan dunia praktik dan keilmuan. Beberapa di antaranya kemudian ditulis dalam bentuk karangan ilmiah yang dipublikasikan ke umum. Di Indonesia penelitian tersebut umumnya banyak dilakukan oleh kalangan akademisi, baik dalam bentuk tugas akhir mahasiswa, penelitian mandiri, maupun penelitian yang didanai.
Tidak jarang penelitian akademisi yang dilakukan oleh dosen juga melibatkan mahasiswa. Selain membantu penelitian dosen, mahasiswa diwajibkan untuk melakukan penelitian dan kemudian dituangkan dalam bentuk skripsi. Demikian halnya dengan mahasiswa S1 Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu, sebagai syarat kelulusan sarjana Strata 1, mahasiswa diwajibkan untuk melalui proses tersebut. Sejak tahun 2006 hingga sekarang, Ruang Referensi Akuntansi (RRA) telah mengoleksi ratusan skripsi mahasiswa Akuntansi yang telah lulus.
Berawal dari riset yang dilakukan Selto dan Widener (2002), peneliti tertarik untuk meneliti kecenderungan topik penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu sampai saat ini. Selto dan Widener (2002), meneliti tentang arah riset akuntansi manajemen dan memprediksikan arah baru penelitian akuntansi manajemen kedepannya. Pada penelitian ini peneliti mengamati kecenderungan topik penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu khususnya di bidang akuntansi manajemen selama 2006 s/d 2010 dan membandingkannya dengan penelitian yang banyak dilakukan di dunia praktik.
KAJIAN PUSTAKA
Pengertian Penelitian (Research)
Penelitian pada dasarnya merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh data atau informasi yang sangat berguna untuk mengetahui sesuatu, untuk menyelesaikan persoalan atau untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Menurut Kerlinger dalam Kuncoro (2003), penelitian didefinisikan sebagai investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antar fenomena.
Dalam literatur lain penelitian didefinisikan sebagai suatu penyelidikan atau investigasi yang terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadap suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi terkait (Sekaran, 2006).
Untuk tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan, digunakan metode tertentu yang dikenal dengan sebutan metode ilmiah. Penelitian merupakan bentuk aplikasi dari metode ilmiah tersebut. Metode ilmiah merupakan prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu. Akan tetapi tidak semua pengetahuan dikatakan sebagai ilmu karena pengetahuan membutuhkan pengujian dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Ilmu harus memiliki dua kriteria, yaitu harus rasional dan teruji (Indriantoro dan Supomo, 2002).
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Setiap penelitian mempunyai tujuan dan manfaat masing-masing sesuai dengan karakteristik masalah yang menjadi topik bahasan. Penelitian yang baik umumnya mempunyai tujuan yang jelas dan memberikan manfaat baik bagi peneliti itu sendiri maupun bagi orang lain, instansi, ataupun masyarakat umum. Secara umum tujuan penelitian yaitu: 1) sebagai pengembangan dari pengetahuan; 2) untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian (Indriantoro dan Supomo, 2002).
Dari tujuan tersebut dapat diidentifikasi bahwa, penelitian merupakan pengembangan dari pengetahuan menjadi sebuah ilmu. Ilmu merupakan pondasi awal yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan atau menjawab dari pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian.
Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen merupakan bagian dari pengembangan teori akuntansi. Seiring perkembangan teori akuntansi tersebut akuntansi manajemen juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Ada banyak definisi yang dikemukakan terkait akuntansi manajemen . Definisi akuntansi manajemen yang mempunyai ruang lingkup yang luas seperti yang dijelaskan oleh Management Accounting Practices (MAP) Comitte yang dibentuk oleh National Association of Accountants (NAA) dalam Supriyono (1997), akuntansi manajemen merupakan proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin ketepatan penggunaan sumber-sumber dan pertanggungjawaban atas sumber-sumber tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyiapan laporan finansial untuk kelompok-kelompok non manajemen seperti misalnya para pemegang saham, para kreditur, lembaga-lembaga pengaturan, dan pengusaha perpajakan.
Berdasarkan penjelasan di atas definisi akuntansi manajemen seharusnya ada sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan tidak menjelaskan tentang akuntansi manajemen yang ada sekarang. Akuntansi manajemen menurut komite MAP tidak hanya menyediakan informasi untuk pihak intern perusahaan tetapi juga untuk para pihak ekstern. Informasi finansial yang telah diidentifikasikan dan dianalisis oleh akuntan manajemen digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian, dan sebagai pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya yang ada dalam perusahaan (Sucipto, 2004).
Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi karena proses dari akuntansi manajemen akan menghasilkan informasi. Pembuat informasi atau pengguna sistem informasi adalah manusia (bisa para manajer, investor, pemerintah, dan user lainnya yang berkepentingan dengan informasi tersebut). Menurut Hongren (1993), akuntansi manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi. Berdasarkan definisi tersebut tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan informasi akuntansi manajemen yang relevan dan jelas. Untuk menghasilkan informasi tersebut maka dilakukan dengan proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penafsiran, dan kemudian dilaporkan kepada manajer yang bersangkutan, sehingga manajer tersebut dapat mengambil keputusan dengan tepat sesuai dengan permasalahan yang ada.
Menurut akuntansi manajemen adalah bagian dari akuntansi yang bertujuan membantu manajer untuk menjalankan tiga fungsi pokoknya, yaitu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Akuntansi manajemen dalam perusahaan memberikan informasi kepada manajemen untuk membantu pihak-pihak internal untuk mencapai tujuan organisasinya. Teknik-teknik dalam akuntansi manajemen membantu manajemen dalam menjalankan fungsi manajemen untuk menciptakan daya saing yang unggul.
Dewasa ini pembebanan biaya secara konvensional sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke pembebanan biaya berdasarkan aktivitas/activity based costing system (ABC-system). Dalam perkembangan akuntansi manajemen banyak sekali isu kontemporer dalam teknik-teknik manajemen mulai diterapkan, seperti metode just in time (JIT), total quality management (TQM), target costing, dan orientasi pelanggan.
Perkembangan lingkungan bisnis yang dihadapi perusahaan dewasa ini menuntut adanya perkemabangan praktik-praktik akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Hal ini menyebabkan terciptanya lingkungan baru pada akuntansi manajemen sehingga akuntansi manajemen tradisional tidak digunakan lagi.
Dari beberapa alasan tersebut maka muncullah akuntansi manajemen kontemporer, sebagai bentuk untuk penyempurnaan dan pemenuhan praktik yang ada. Menurut Wiwik (2008), Secara umum tujuan dari sistem informasi manajemen kontemporer adalah untuk meningkatkan kualitas, isi, relevansi serta ketepatan waktu informasi biaya. Akuntansi manajemen kontemporer menawarkan beberapa manfaat antara lain: peningkatan ketelitian product costing, peningkatan pengambilan keputusan, peningkatan strategic planning, peningkatan pengelolaan aktivitas. Secara umum perbandingan akuntansi manajemen secara tradisional dan kontemporer dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


Tabel 1
Perbedaan Akuntansi Manajemen Tradisional Dan Akuntansi Manajemen Kontemporer

Tradisional Kontemporer
Driver berbasis unit Driver berbasis unit dan non unit
Banyak menggunakan alokasi dalam penetapan jumlah biaya Banyak menggunakan tracing dalam penetapan jumlah biaya
Product Costing bersifat sempit dan kaku Product Costing bersifat luas dan fleksibel
Memfokuskan pada pengendalian biaya Memfokuskan pada pengendalian aktivitasa
Informai aktivitas bersifat umum Informasi aktivitas secara rinci
Memaksimumkan kinerja individu Memaksimumkan kinerja kelompok
Penggunaan ukuran kinerja keuangan Penggunaan ukuran kinerja baik keuangan dan non keuangan
Sumber: Wiwik, 2008
Melihat perubahan dan perkembangan yang terjadi jelas mendorong akuntansi manajemen harus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang muncul, sehingga akuntansi manajemen dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Perubahan lingkungan bisnis membawa efek yang sangat besar terhadap praktik akuntansi manajemen. Ada beberapa topik yang menjadi bahasan dalam akuntansi manajemen akibat dari perubahan lingkungan bisnis, yaitu: 1) Just In Time (JIT); 2) Total Quality Management (TQM); 3) Rekayasa ulang proses; 4) Teori Kendala; 5) Persaingan Global; 6) E-commerce (Garrison, dkk., 2006).

2.3.1 Just In Time (JIT)
Just In Time (JIT) merupakan suatu filosofi yang memusatkan pada eliminasi aktivitas pemborosan dengan cara memproduksi produk sesuai dengan permintaan konsumen dan hanya membeli bahan sesuai dengan kebutuhan produksi dengan tujuan strategis meningkatkan laba, meningkatkan mutu, mengendalikan sediaan, dan memperbaiki kinerja pengiriman (Supriyono, 1999).

2.3.2 Total Quality Management
Manajemen mutu total (Total Quality Management/TQM) adalah suatu pendekatan sistem untuk mengintegrasikan semua fungsi dan proses dalam suatu organisasi agar tercapainya penyempurnaan mutu barang atau jasa secara berkesinambungan dengan tujuan untuk mencapai kepuasan konsumen (Supriyono, 1999). Untuk membantu tercapainya Total Quality Management (TQM) harus memperhatikan daur hidup produk seperti desain dan pengembangan, pengadaan masukan, produksi, pemasaran, distribusi, dan pelayanan.

Rekayasa Ulang Proses
Rekayasa ulang proses merupakan pemikiran secara fundamental dan perancangan ulang proses-proses bisnis untuk mendapatkan perbaikan dramatis dalam hal ukuran kinerja yang penting seperti biaya kualitas, pelayanan dan kecepatan. Rekayasa ulang proses adalah perbaikan sistem yang dirancang serial dan bertahap, dimana proses bisnis diplot dalam sebuah diagram secara detail dan kemudian dirancang ulang untuk menghilangkan langkah-langkah yang tidaka diperlukan, mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dan mengurangi biaya. Dalam hal ini fokus utama dari rekayasa ulang proses adalah menyederhanakan dan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah atau bermanfaat (Garrison, dkk., 2006).

2.3.3 Teori Kendala (Theory of Constraints,TOC)
Teori kendala didasarkan pada pandangan bahwa manajemen kendala secara efektif adalah kunci keberhasilan (Garrison, dkk, 2006). TOC menyatakan bahwa kinerja perusahaan dibatasi oleh constraints. Teori ini mengakui bahwa kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya, yang kemudian mengembangkan pendekatan kendala untuk mendukung tujuan, yaitu kemajuan terus-menerus suatu perusahaan (Iskandar, 2009).
Persaingan Global
Persaingan global merupakan suatu tantangan bagi perusahaan, perusahaan harus mampu bersaing dalam kualitas produk terhadap perusahaan lainnya. Dalam persaingan global, agar perusahaan/organisasi dapat berkembang dan tentu saja untuk bertahan hidup, perusahaan harus mampu menghasilkan produk barang
dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang bersaing dan pelayanan yang lebih baik pula dibanding dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu dalam semua aspek yang berkaitan dengan produk tersebut, yaitu material, tenaga kerja, promosi yang efektif dan layanan yang memuaskan pelanggan, sehingga mampu memikat konsumen yang akhirnya akan meningkatkan jumlah konsumen dan menjadi pelanggan yang setia. Kondisi mutu yang seperti inilah yang disebut pengendalian mutu secara menyeluruh (Total Quality). Salah satu faktor kunci untuk menentukan keberhasilan dalam persaingan global adalah dilakukannya upaya-upaya untuk meningkatkan daya saing mikro, dapat dilakukan dengan memberikan respon yang superior, fasilitas, peralatan, teknologi dan jalur pasokan serta distribusi yang berkualitas (Munif, 2005).
E-commerce
E-commerce adalah jual beli produk dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Bisnis dengan cara ini menyediakan kesempatan bagi sebuah perusahaan untuk memperluas penjualannya di seluruh dunia dan dapat menurunkan biaya secara siggnifikan jika dibandingkan dengan transaksi dengan menggunakan kertas. Tujuan dari E-commerce adalah mewujudkan efisiensi biaya (Hansen dan Mowen, 2006).
Balanced Scorecard
Balanced scorecard merupakan isu-isu terbaru dalam akuntansi manajemen. Balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategic yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja untuk empat perspektif yang berbeda, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan (Tunggal, 2003). Pengukuran kinerja yang komprehensif ini diberi nama balanced scorecard. Hal itu pertama kali diperkenalkan oleh Kaplan dan Norton (1992) mengenai keunggulan pengukuran kinerja dari dua perspektif, yaitu sisi keuangan dan non keuangan (customer relations, internal business processes, learning and growth).
Mulyadi (2001), menyebutkan bahwa Balanced Scorecard (BSC) merupakan contemporary management tool yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan organisasi atau perusahaan dalam melipatgandakan kinerja keuangan. Balanced Scorecard terdiri dari dua kata, yaitu : 1) kartu skor (scorecard) dan 2) berimbang (balanced). Kartu skor merupakan kartu yang digunakan untuk mencatat hasil kinerja seseorang, merencanakan skor yang mendak diwujudkan di masa depan. Kata berimbang dimaksudkan untuk mewujudkan kinerja personel yang diukur secara berimbang dari aspek keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern.
Activity Based Costing System
Menurut Mulyadi (2003), Activity based costing merupakan sistem informasi biaya yang berbasis aktivitas yang didesain untuk memotivasi personel dalam melakukan pengurangan biaya dalam jangka panjang melalui pengelolan ativitas. Dalam literatur lain dikatakan bahwa Activity based costing merupakan suatu sistem perhitungan biaya dengan penampungan biaya overhead yang jumlahnya lebih dari satu dialokasikan menggunakan dasar yang memasukkan biaya satu atau lebih faktor biaya yang tidak berkaitan dengan volume (Carter dan Usry, 2006).
Activity based costing sebagai bentuk perubahan pembebanan biaya yang secara tradisional menjadi pembebanan biaya berdasarkan aktivitas. Hal ini sebagai dasar untuk pembuatan keputusan yang strategis dan untuk meningkatkan kinerja laba (Bjornenak dan Mitchell, 1999).
Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) merupakan bidang yang sangat luas. Dalam perkembangan riset empirisnya diawali dari bidang akuntansi manajemen dan kemudian ke bidang lainnya. Dalam analisisnya banyak didukung oleh teori yang ada di disiplin ilmu lainnya. Tujuan ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan, dan memprediksi perilaku manusia sampai pada generalisasi yang ditetapkan mengenai perilaku manusia yang didukung oleh empiris yang dikumpulkan secara impersonal melalui prosedur yang terbuka, baik untuk peninjauan maupun replikasi dan dapat diverifikasi oleh ilmuwan lainnya yang tertarik.
Akuntansi keperilakuan menyediakan suatu kerangka yang disusun berdasarkan teknik yang bertujuan (1) untuk memahami dan mengukur dampak proses bisnis terhadap orang-orang dan kinerja perusahaan, (2) untuk mengukur dan melaporkan perilaku serta pendapat yang relevan terhadap perencanaan strategis, dan (3) untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku guna memastikan keberhasilan implementasi kebijakan perusahaan (Ikhsan dan Muhammad, 2005).
Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya, yaitu melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan. Menurut Carter dan Usry (2006), Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.
Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.
Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting. Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda dengan beban (expense), biaya adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost ataupun expense tetapi sebagai loss (Erlina, 2002).
Penganggaran
Penganggaran merupakan proses penyusunan anggaran yang dilakukan perusahaan swasta, BUMN, dan sktor publik. Sedangkan anggaran diartikan sebagai suatu hasil dari penganggaran perusahaan tersebut. Munandar (2001), menjelaskan, anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang. Berdasarkan penjelasan tersebut anggaran memiliki beberapa unsur yaitu : (1) perencanaan atau rencana; (2) meliputi seluruh kegiatan perusahaan; (3) dinyatakan dalam unit moneter; (4) jangka waktu tertentu yang akan datang.
Riset-riset Akuntansi Manajemen Terdahulu
Pada tahun 1980-an banyak perusahaan Inggris dan Amerika Serikat mengalami kemunduran, bahkan banyak perusahaan yang gagal menghadapi persaingan dengan industri-industri baru di kawasan Asia Timur. Namun banyak juga perusahaan yang berhasil memodernisir dengan teknologi maju sehingga mendorong biayanya menjadi efektif dan lebih bersaing (Supriyono, 1997). Pada tahun-tahun tersebut banyak dilakukan riset-riset dalam bidang akuntansi manajemen, antara lain:
1. Riset akuntansi manajemen untuk menyusun model yang lebih realistik dan menginterpretasikan perilaku manajerial dan peranan sistem pengendalian. Teori agensi menjadi lebih penting untuk meneliti konflik terhadap pengendalian, kontribusi balas jasa, dan informasi.
2. Riset akuntansi manajemen untuk menghadapi lingkungan pemanufakturan yang berubah dengan tajam, misalnya ABC dan backflush costing.
3. Riset mengenai model-model komputer untuk menghadapi ketidakpastian jangka pendek, isu-isu strategi umum dan pemasaran, serta akuntansi manajemen yang lebih proaktif dan berorientasi pada lingkungan eksternal.
4. Riset untuk memahami aspek sosial dan politik pada perusahaan dan akuntansi manajemen dan riset mengenai efektivitas akuntansi manajemen dalam sektor publik.
Menurut Rut Flaherty dalam Harahap (1993), banyak riset akuntansi manajemen yang dilakukan oleh para akademisi dan praktisi. Topik-topik bahasan dalam akuntansi manajemen tersebut mencakup beberapa hal diantaranya: 1) internal control and accounting systems, 2) Operational budgeting, 3) standar costing, 4) capital budgeting, 4) organizational behavior, 5) full costing, 6) job order costing, dan 7) performance evaluation.
Penelitian yang dilakukan Selto dan Widener (2002), memunculkn topik-topik baru dalam akuntansi manajemen. Penelitian tersebut mengarah pada topik-topik akuntansi manajemen kontemporer. Topik-topik tersebut meliputi budgeting, business processes, cash management, compensation, cost accounting, elestronic business, financial reporting, internet control, management accounting, management control, performance measurement, profitability, activity based costing, total quality management, dan teory of constraints.
Di Indonesia riset-riset akuntansi manajemen juga mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan akuntansi manajemen di dunia luar. Banyak riset yang dilakukan oleh akademisi dan praktisi, baik itu dituangkan dalam bentuk skripsi, artikel, dan lain sabagainya. Salah satu media di Indonesia yang mengumpulkan riset-riset dari akademisi dan praktisi, yaitu Simposium Nasional Akuntansi (SNA). SNA dimulai dari tahun 1997 sampai dengan saat ini dan telah mencapai 13 kali pelaksanaan, dalam SNA tersebut memuat kajian bidang-bidang akuntansi. Salah satunya kajian SNA adalah akuntansi manajemen dengan topik-topik riset akuntansi manajemen kontemporer (Wilopo, 2007).
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mencoba untuk menggambarkan obyek-obyek serta fakta-fakta yang terdapat di lapangan dengan cara melakukan perbandingan antara obyek-obyek penelitian yang kemudian hasil-hasilnya dideskripsikan ke dalam bentuk penjabaran.
Populasi dan sampel
Populasi penelitian ini adalah semua penelitian mahasiswa Jurusan Akuntansi di Kota Bengkulu yang dituangkan dalam bentuk skripsi dari tahun pengamatan 2006 s/d tahun 2010 (tabel 1). Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan karakteristik, penelitian mahasiswa akuntansi yang mengambil peminatan akuntansi manajemen.
Tabel 1
Populasi Penelitian

Data Tahun Jumlah
2006 2007 2008 2009 2010
Jumlah Skripsi 19 34 54 62 55 224
Akuntansi Keuangan 4 19 24 17 22 86
Akuntansi manajemen 13 11 21 22 21 138
Akuntansi sektor publik dan perpajakan - 2 7 12 9 (30)
Sistem informasi akuntansi - - 2 1 2 (5)
Akuntansi Syariah - - - 1 1 (2)
Data yang hilang/tidak tercetak 2 2 - 9 - (13)
Jumlah data yang diolah 13 11 21 22 21 88
Sumber: Perpustakaan Akuntansi UNIB dan diolah, 2011

Sebagai sampel pembanding untuk melihat relevansi topik penelitian yang dilakukan mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia praktik. Sampel yang diambil adalah akuntansi manajemen, dari tahun pengamatan yang sama dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 (tabel 2). Peneliti menggunakan artikel SNA sebagai pembanding karena artikel yang diseminarkan di SNA cakupannya sudah sukup luas, dimana artikel yang dimuat sebagian bersumber dari peneliti yang berpendidikan S2 dan dari praktisi dari akuntan publik. Menurut Wilopo (2007), artikel yang dimuat di SNA sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dimulai dari tahun 1997 yang memuat 17 artikel dan sampai saat ini perkembangan artikel mencapai 500% dalam peningkatannya.
Tabel 2
Populasi Pembanding

Data Tahun Jumlah
2006 2007 2008 2009 2010
Akuntansi manajemen dan keperilakuan 14 16 6 9 8 53
Akuntansi keuangan dan pasar modal 29 16 27 27 39 138
Akuntansi syari’ah - 3 6 2 10 21
Akuntansi sektor publik dan perpajakan 6 16 7 10 25 64
Auditing dan etika profesi 14 11 8 2 10 45
Internasional 14 8 9 - - 31
Akuntansi Pendidikan 4 5 6 - 11 26
Sistem informasi akuntansi 3 5 6 13 4 31
Pendidikan Vokasi - - 3 - - 3
Sumber: Simposium Nasional Akuntansi (SNA) dan diolah, 2011

Dari data diatas data yang digunakan sebagai sampel pembanding adalah data akuntansi manajemen dan keperilakuan. Hal ini dimaksudkan untuk dapat membandingkan sampel dan melihat relevansinya.

Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Dalam Penelitian ini data diperoleh dengan studi kepustakaan, data yang digunakan dalam bentuk skripsi dan artikel yang dimuat dalam Simposium Nasional Akuntansi (SNA) yang dimulai dari tahun pengamatan 2006 s/d tahun 2010.
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Topik
Topik merupakan suatu pokok bahasan dalam suatu penelitian yang menjadi unsur utama yang akan dibahas dan menjadi pusat perhatian. topik dapat dikatakan sebagai inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan dengan topik pembicaraan. Topik-topik yang menjadi tolak ukur dalam penelitian ini meliputi :
a) Just In Time (JIT)
Just In Time merupakan pendekatan yang digunakan oleh perusahaan baik perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur. Perioritas utama JIT adalah system persediaan yang dikurangi sampai pada tingkat minimum. Prinsip dasar JIT adalah meningkatkan kemampuan secara terus-menerus untuk merespon perubahan dengan meminimisasi pemborosan. Ada empat aspek pokok dalam sistem JIT yaitu : 1) menghilangkan semua aktivitas atau sumber-sumber yang tidak memberikan nilai tambah terhadap produk, 2) komitmen terhadap kualitas prima, 3) mendorong perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi, 4) memberikan tekanan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan visibilitas yang memberikan nilai tambah (Natigor, 2004).
b) Total Quality Management (TQM)
Total Quality Management merupakan suatu pendekatan manajemen kepada organisasi, berfokus pada kualitas dan didasarkan pada partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia. Tujuan dari TQM adalah kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi serta masyarakat, kemudian tujuan selanjutnya adalah manghasilkan efektivitas dan efisiensi (Suardhika, 2008).
c) Rekayasa Ulang Proses
Target utama rekayasa ulang proses adalah untuk mendapatkan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan pangsa pasar (Garrison, dkk., 2006). Rekayasa ulang proses bisnis mencoba untuk memisahkan proses lama dengan proses baru tentang bagaimana mengorganisasikan dan memperlakukan bisnis. Hal ini mencakup penggantian metode lama dan mencari metode baru untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
d) Teori Kendala (Theory of Constrain¬t-TOC)
Teori kendala memfokuskan pada tiga ukuran kinerja organisasi, yaitu: 1) throughput, 2) persediaan, dan 3) beban operasi. Tujuan dari manajemen adalah meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan, dan menurunkan biaya operasi. Dengan meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan, dan menurunkan beban operasi akan membawa dampak terhadap meningkatnya kinerja keuangan seperti: 1) Laba, 2) Return on Investment, dan 3) Cash flow (www.google.co.id).
e) Persaingan Global
Persaingan global merupakan suatu tantangan bagi perusahaan, para manajer dituntut untuk mampu bersaing dan bekerja dengan baik dan dapat meningkatkan kinerja dan kualitas perusahaan untuk dapat bersaing pada pasar global. Penyebab persaingan global adalah penurunan tarif, kuota, dan hambatan-hambatan perdagangan bebas. Perbaikan dalam sistem transportasi global dan meningkatnya kecanggihan pasar dunia. Faktor tersebut berperan mengurangi biaya perdagangan internasional dan membuat perusahaan mampu bersaing (Garrison, dkk., 2006).
f) E-commerce
Perdagangan secara elektronik (E-commerce) adalah jual beli produk dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Media yang digunakan bisa dengan internet, intranet, dan ekstranet (Hansen dan Mowen, 2006). Ada dua jenis pokok perdangan secara elektronik (E-commerce), yaitu; 1) Business to Consumer, merupakan bisnis yang dilakukan secara online oleh perusahaan dengan individu. 2) Business to Business, yaitu bisnis online yang dilakukan perusahaan dengan perusahaan lain (Hendraputra, 2009).
g) Balanced Scorecard
Balanced scorecard merupakan sistem manajemen strategis yang menerjemahkan visi dan strategi organisasi ke dalam tujuan ukuran operasional. Tujuan tersebut dikembangkan ke dalam empat perspektif, yaitu: 1) perspektif keuangan, 2) perspektif pelanggan, 3) perspektif proses, dan 4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (Hansen dan Mowen 2006).
h) Activity Based Costing System (ABC)
Penentuan biaya secara tradisional dinilai tidak layak untuk digunakan, sebagai ganti dari penentuan biaya tersebut adalah degan metode activity based costing. Activity Based Costing merupakan sistem informasi biaya yang berbasis aktivitas yang didesain untuk memotivasi personel dalam melakukan pengurangan biaya dalam jangka panjang melalui pengelolan ativitas. Perhitungan biaya didasarkan pada aktivitas untuk melakukan pembebanan biaya (Mulyadi, 2003).
i) Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi. Menurut Ikhsan dan Muhammad (2005), ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi: 1) aplikasi dari konsep ilmu keperilakuan terhadap desain dan konstruksi sistem akuntansi, 2) studi reaksi manusia terhadap format dan ini laporan akuntansi, 3) cara bagaimana informasi diproses untuk membantu dalam pengambilan keputusan, 4) pengembangan teknik laporan yang dapat mengomunikasikan perilaku para pemakai, dan 5) pengembangan strategi untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku, cita-cita, serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi.
j) Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang digunakan manajamen sebagai alat dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda dengan beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan (Erlina, 2004). Sistem akuntansi biaya dibagi menjadi dua, yaitu sistem harga pokok sesungguhnya (Actual Cost System) dan sistem harga pokok standar (Standard Cost System).
k) Penganggaran
Menurut Munandar (2001), anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Akuntansi berperan sebagai penyaji data historis untuk mengadakan taksiran yang akan dituangkan dalam budget, kemudian akuntansi juga sebagai pencatatan yang terinci tentang pelaksanaan budget. Dengan demikian budget adalah hasil kerja yang berbentuk taksiran yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang. Sementara itu budgeting merupakan suatu proses kegiatan yang menghasilkan budget tersebut sebagai hasil kerja, serta proses kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi budget.
Pengukuran Variabel
Untuk mengetahui identitas data dalam penelitian ini, peneliti melakukan variabel dummy dengan memberi angka 1 (satu) untuk data dalam bentuk skripsi dan angka 2 (dua) untuk data dalam bentuk artikel SNA. Pengukuran topik dilakukan dengan skala nomial, yaitu penggunaan angka untuk mengidentifikasi objek, individu, kejadian, atau kelompok (Kuncoro, 2003). Peneliti memberikan kode angka pada varibel-variabel penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dalam mengukur dan mengidentifikasi variabel-variabel. Pemberian angka bukan merupakan suatu peringkat atau perengkingan variabel akan tetapi peneliti menggunakan skala nominal untuk melihat variabel-variabel tersebut.
Klasifikasi topik-topik penelitian pada akuntansi manajemen kontemporer adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1
Skala pengukuran topik Akuntansi Manajemen Kontemporer

Topik Kode
Just in Time 1
Total Quality Management 2
Rekayasa Ulang Proses 3
Teori Kendala (Theory of Constraint) 4
Persaingan Global 5
E-commerce 6
Balanced Scorecard 7
Activity Based Costing System 8
Akuntansi Keperilakuan 9
Akuntansi Biaya 10
Penganggaran 11

Metode Analisis
Pada penelitian ini pengolahan data bersifat deskriptif, data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada angka-angka. Peneliti melakukan penelitian menggunakan deskriptif, karena dalam penelitian ini peneliti hanya mengamati kecenderungan topik yang ada pada objek penelitian dan kemudian mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata.
Ada pun langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam mengolah data yaitu:
1. Pengolahan yang berbentuk skripsi
Peneliti melakukan pengolahan data hasil penelitian mahasiswa yang dituangkan dalam bentuk skripsi. Pada tahapan ini yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
a. Mengelompokkan skripsi berdasarkan peminatan masing-masing, yaitu peminatan akuntansi manajemen dan non akuntansi manajemen .
b. Selanjutnya dari hasil tersebut dilakukan pengelompokkan kembali, yaitu periode pengamatan dari tahun 2006 s/d 2010.
c. Dari hasil pengelompokkan, data diolah kembali dengan pengelompokkan berdasarkan topik-topik dalam akuntansi manajemen kontemporer dan berdasarkan metodologi penelitian.
d. Hasil yang diperoleh kemudian ditabulasi sesuai karakteristik masing-masing dengan menggunakan program Microsoft Office Excel sebagai alat bantu.
e. Dari hasil tabulasi dilakukan persentase dari masing-masing topik dengan menggunakan rumus:
Persentase topik = jumlah topik x 100%
Total Skripsi

Hasil akhir dari perhitungan tersebut digambarkan dalam bentuk grafik untuk masing-masing.
2. Pengolahan data dalam bentuk jurnal Simposium Nasional Akuntansi (SNA) dengan cara yang sama yang dilakukan terhadap skripsi.
3. Membandingkan hasil tabulasi dari data yang berbentuk skripsi dengan artikel SNA
4. Membuat kesimpulan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Tabulasi Topik Penelitian Skripsi Akuntansi Manajemen
Tujuan dari tabulasi ini adalah untuk mengelompokkan topik penelitian yang ada pada skripsi berdasarkan masing-masing topik yang ada pada akuntansi manajemen kontemporer, kemudian melihat kecenderungan dari topik tersebut. Hasil dari tabulasi akan dilihat berdasarkan tahun pengamatan yang dirincikan masing-masing tahun. Untuk mentabulasikan topik penelitian peneliti menggunakan media bantu progrma microsoft office excel. Dari hasil tabulasi didapat data sebagai berikut :
Tabel 3
Hasil Tabulasi Topik Penelitian Skripsi Akuntansi Manajemen

Topik Kode Hasil Jlh. %
2006 2007 2008 2009 2010
Just In Time 1 0 0 0 0 0 0 0,0
Total Quality Management 2 0 0 0 0 1 1 1,1
Rekayasa Ulang Proses 3 0 0 0 0 0 0 0,0
Teori Kendala (Teory of Constrain) 4 0 0 0 0 0 0
Persaingan Global 5 0 0 0 0 1 1 1,1
E-Commerce 6 0 0 0 0 0 0 0
Balanced Scorecard 7 0 0 1 0 2 3 3,4
Activity Based Costing System 8 0 0 1 0 1 2 2,3
Akuntansi Keperilakuan 9 9 10 15 17 9 61 69,3
Akuntansi Biaya 10 0 0 1 2 3 3,4
Penganggaran 11 4 1 4 4 4 17 19,3
Sumber: Hasil Tabulasi, 2011

Dari hasil tabulasi menunjukkan, pada tahun 2006 yang menjadi topik penelitian favorit mahasiswa jurusan akuntansi adalah akuntansi keperilakuan dan penganggaran. Pada tahun tersebut kecenderungan penelitian yaitu pada topik akuntansi keperilakuan. Pada tahun selanjutnya, yaitu 2007 kembali kecenderungan topik penelitian, adalah akuntansi keperilakuan akan tetapi ada peningkatan jumlah. Sedangkan penganggaran mengalami penurunan dan topik-topik yang lain belum ada yang mengkaji. Tahun 2008 terdapat perkembangan topik penelitian dengan munculnya kajian topik yang baru, akan tetapi hal tersebut tidaklah banyak. Mahasiswa masih cenderung kepada topik penelitian akuntansi keperilakuan. Sama halnya tahun 2009, topik penelitian mahasiswa kuntansi masih cenderung terhadap akuntansi keperilakuan.
Pada tahun 2010 perkembangan topik penelitian ada peningkatan, mahasiswa sudah mulai meneliti topik-topik yang baru walaupun jumlah yang meneliti topik tersebut cukup sedikit. Kecenderungan penelitian masih mengarah kepada akuntansi keperilakuan dengan tingkat persentase tinggi. Secara keseluruhan topik penelitian yang dilakukan mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu cenderung kepada topik penelitian akuntansi keperilakuan dengan persentase 69,3%. Topik selanjutnya adalah penganggaran dengan tingkat persentase 19,3%, sementara itu topik-topik yang lain tidak lebih dari 5%.
Tabulasi Topik Penelitian Pada Artikel di SNA
Tujuan dari tabulasi topik penelitian yang ada pada artikel yang dimuat di SNA adalah untuk melihat relevansi topik penelitian yang digunakan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia pratik. Hasil dari tabulasi topik penelitian dari artikel dalam SNA adalah sebagai berikut:
Tabel 4
Hasil Tabulasi Topik Penelitian Artikel SNA

Topik Kode Hasil Jlh. %
2006 2007 2008 2009 2010
Just In Time 1 0 0 0 0 0 0 0,0
Total Quality Management 2 1 0 0 1 0 2 3,8
Rekayasa Ulang Proses 3 0 1 0 1 0 2 3,8
Teori Kendala (Teory of Constrain) 4 0 0 0 0 0 0 0,0
Persaingan Global 5 2 1 0 0 1 4 7,5
E-Commerce 6 0 0 0 0 0 0 0,0
Balanced Scorecard 7 0 0 0 0 0 0 0,0
Activity Based Costing System 8 0 1 0 0 0 1 1,9
Akuntansi Keperilakuan 9 10 13 6 5 5 39 73,6
Akuntansi Biaya 10 0 0 0 0 0 0 0,0
Penganggaran 11 1 0 0 2 2 5 9,4
Sumber: Hasil Tabulasi, 2011

Data tabulasi menunjukkan hasil, pada tahun 2006 topik yang memiliki persentase tinggi adalah akuntansi keperilakuan. Pada tahun 2007 topik penelitian juga cenderung kepada akuntansi keperilakuan akan tetapi ada topik yang lain yang persentasenya cukup kecil. Sementara itu pada tahun 2008 topik penelitian yang ada hanyalah pada akuntansi keperilakuan. Ditahun 2009 kecenderungan topik penelitian masih mengarah pada akuntansi keperilakuan. Pada tahun 2010 topik penelitian masih cenderung terhadap akuntansi keperilakuan.
Secara keseluruhan topik penelitian pada artikel SNA persentase kecenderungan lebih besar kepada akuntansi keperilakuan dengan tingkat persentase 73,6%. Selanjutnya yaitu penganggaran dengan persentase 9,4%, kemudian persaingan global 7,5%, Total Quality Management dan rekayasa ulang proses sebesar 3,8%.
Perbandingan Hasil Tabulasi dari Topik Penelitian Skripsi dan Artikel SNA
Tujuan dari pembandingan skripsi dengan artikel SNA adalah untuk melihat relevansi kecenderungan topik penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia praktik. Perbandingan ini menggunakan hasil tabulasi yang sudah dijadikan ke dalam bentuk persentase. Hasil tersebut dari masing-masing topik digambarkan sebagai berikut:


Gambar 4.1
Grafik Perbandingan Topik Skripsi dan Artikel SNA


Dari hasil perbandingan didapat hasil bahwa kecenderungan topik penelitian antara penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang dituangkan dalam bentuk skripsi mempunyai kecenderungan yang sama dengan topik penelitian SNA, yaitu pada topik akuntansi keperilakuan dengan persentase yang cukup tinggi, kemudian topik selanjutnya adalah penganggaran.
Dengan demikian penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu mempunyai relevansi yang sama dengan penelitian pada artikel SNA. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil tabulasi yang menunjukkan kecenderungan topik penelitian skripsi sama dengan kecenderungan topik pada SNA. Banyak hal yang menyebabkan mahasiswa lebih memilih topik akuntansi keperilakuan sebagai topik pada penelitian, yaitu sebagian besar dari penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu mengacu pada artikel yang ada di SNA. Selanjutnya penelitian dengan topik akuntansi keperilakuan banyak menggunakan data primer yang mudah didapat, dimana data tersebut umumnya diperoleh peneliti dari penyebaran kuisioner.
Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan mahasiswa untuk dapat menjadikan topik-topik yang lain sebagai topik penelitian. Akan tetapi yang menjadi kendala adalah data pendukung sulit untuk didapatkan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar perusahaan dan instansi di Kota Bengkulu enggan memberikan data. Keengganan ini biasanya disebabkan kebijakan perusahaan yang ditentukan oleh perusahaan pusat untuk tidak memberikan data perusahaan kepada pihak luar dengan alasan kerahasian data perusahaan terutama terkait data keuangan. Selain itu, aktivitas perusahaan yang ada di Kota Bengkulu masih tidak begitu kompleks seperti yang terjadi diluar negeri. Dengan kata lain sistem manajemen yang diterapkan perusahaan di Kota Bengkulu masih bersifat tradisional, sehingga untuk meneliti topik-topik yang bersifat kontemporer seperti Just In Time, TQM, ABC, teori kendala, E-commerce, dan lain-lain mengalami kesulitan. Perusahaan dan instansi yang ada di kota bengkulu enggan untuk memberikan data. Kesulitan lainnya terkait dengan topik-topik yang ada adalah adanya peraturan dari perusahaan yang tidak bisa memberikan data atau akses kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang dituangkan dalam bentuk skripsi dalam jenis penelitian mempunyai relevansi yang sama dengan penelitian pada artikel SNA. Hal ini bisa saja disebabkan karena sebagian besar mahasiswa lebih mengacu kepada artikel SNA sebagai referensi untuk menentukan jenis penelitian yang akan dilakukan.
Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya peneliti menarik kesimpulan:
1. Dari 11 topik penelitian yang ada pada akuntansi manajemen, kecenderungan topik penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu adalah topik akuntansi keperilakuan dengan persentase 69,3%. Selanjutnya topik penganggaran dengan persentase 19,3%, Balanced scorecard 3,4%, Activity based costing system 2,3%, persaingan global 1,1%, dan yang terakhir adalah Total Quality Management 1,1%. Mengacu kepada artikel yang dimuat di SNA, penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu sejalan dengan SNA. Hal ini dibuktikan dari kecenderungan topik penelitian yang ada pada SNA persentase tertinggi, yaitu topik akuntansi keperilakuan dan penganggaran dengan persentase 73,6% dan 9,4%.
2. Topik Penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang tertuang dalam bentuk skripsi mempunyai relevansi yang sama terhadap topik artikel SNA,. Hal ini terbukti dengan kesamaan kecenderungan dari topik dan jenis penelitian. Ini menunjukkan SNA merupakan acuan penelitian bagi mahasiswa akuntansi di Universitas Bengkulu

5.1 Impikasi Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan acuan bagi para akademisi, baik itu mahasiswa ataupun dosen atau akuntan pendidik yang akan melakukan penelitian untuk menentukan topik sesuai dengan isu-isu yang sedang berkembang. Penelitian ini juga diharapkan memberikan informasi bagi para akademisi mengenai kecenderungan topik dan jenis penelitian yang ada pada saat sekarang khususnya pada Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu.

5.2 Keterbatasan Penelitian dan Saran
Penelitian ini masih memiliki keterbatasan yang mungkin dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Oleh karena itu penelitian ini masih harus dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Keterbatasan yang peneliti maksud antara lain:
1. Penelitian ini hanya menggunakan sampel skripsi mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang mengambil peminatan manajemen. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel penelitian seperti skripsi akuntansi keuangan, akuntansi sektor publik, sistem informasi akuntansi, audit, dan akuntansi syari’ah, kemudian penelitian selanjutnya juga bisa menambah penelitian pada universitas yang lain. Hal itu diharapkan untuk mengetahui ruang lingkup yang luas untuk melihat kecenderungan topik penelitian mahasiswa akuntansi.
2. Penelitian ini hanya menggunakan artikel yang diseminarkan di Simposium Nasional Akuntansi (SNA) sebagai pembanding untuk melihat relevansi penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia praktik. Untuk penelitian berikutnya diharapakan bisa menambah data pembanding dari jurnal-jurnal resmi yang ada di dalam dan luar negeri.
3. Penelitian ini hanya mengamati topik penelitian yang terjadi pada saat sekarang, yaitu tahun pengamatan 2006 sampai dengan tahun 2010 tetapi tidak memprediksikan topik penelitian berikutnya yang mungkin munculnya topik penelitian yang baru. Penelitian berikutnya disarankan juga dapat memprediksikan kecenderungan topik penelitian ke depannya.

DAFTAR PUSTAKA

Asri, Dwija Putri. 2008. Implikasi Riset Akuntansi Keperilakuan Terhada Pengembangan Akuntansi Manajemen. AUDI Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Volume. 2. Juli 2008.

Belkaoui, Ahmed Riahi. 2006. Accounting theory. Teori Akuntansi. Edisi 5. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat

Bjornenak, T. 1997. Diffusion and Accounting: The Case of ABC in Norway. Management Accounting Research. 8. pp. 3-17.

Carter, William K., Milton F. Usry. 2006. Akuntansi Biaya. Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat.

Daymon, Christine dan Immy Holloway. 2008. Metode-metode Riset Kualitatif dalam Public Relations dan Marketing Communications. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Erlina. 2004. Fungsi dan Pengertian Akuntansi Biaya. (online) (diakses 08 Desember 2010) tersedia di World Wide Web: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1201/1/akutansi-erlina7.pdf

Garrison, Ray H, Eric W. Noreen, dan Peter C. Brewer. 2006. Akuntansi Manajemen. Edisi 11. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Gunawan, Raden. 2010. Perkembangan Akuntansi (onlne) (diakses 11 Maret 2011) tersedia di World Wide Web: http://blog.unila.ac.id/radengunawans/files/2010/07/Bab-1.pdf

Hendraputra, Ade, dkk. 2009. Aplikasi E-commerce. Bandung: Politeknik Telkom.

Hongren, Charles T. (1993). Pengantar Akuntansi Manajemen. Jilid I. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

Ikhsan, Arfan dan Ishak Muhammad. 2005. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Iskandar, Ridwan Sudayat. 2009. Konsep Dasar dalam Teori Kendala. (online) (diakses 02 Mei 2011) tersedia di World Wide Web: http://ridwaniskandar.wordpress.com/

Mulyadi. 2003. Activity Based Cost System: Sitem informasi Biaya untuk Pengurangan Biaya. Edisi 6. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Munandar, M. 2001. Budgeting: Perencanaan kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja. Edisi 1. Yogyakarta: BPFE.

Munif, Achmad. 2005. Meningkatkan Daya Saing dalam Era Persaingan Global. (online) (diakses 10 Mei 2011) tersedia di World Wide Web: http://idb2.wikispaces.com/file/view/rd2011.pdf

Natigor, Fahmi Nasution. 2004. Just In Time dan Perkembangannya dalam Perusahaan Industri. (online) (diakses 28 April 2011) tersedia di World Wide Web: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1211/1/akuntansi-fahmi.pdf

Kaplan, R dan Norton, D. 1992. The Balanced Scorecard-Measures that Drive Performance. Harvard Business Review.

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Ritonga. M.T, dkk. 2007. Ekonomi. Jakarta: PHIBETA.

Sekaran, Uma. 2006. Research Methods For Business. Jakarta: Salemba Empat.

Selto, Frank H., Sally K. Widener. 2002. New Directions in Management Accounting Research: Insights from Practice.

Suardhika, Ketut Natha. 2008. Total Quality Management sebagai Perangkat Manajemen Baru Untuk Optimisasi. Buletin Studi Ekonomi Vol.13. No.1. Tahun 2008.

Sucipto. 2004. Penerapan Akuntansi Manajemen dalam Mengambil Keputusan. (online) (diakses 02 April 2011) tersedia di World Wide Web: http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-sucipto4.pdf

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Alfabeta.

Supriyono, R.A. 1999. Manajemen Biaya Suatu Reformasi Pengelolaan Bisnis. Yogyakarta: BPFE.

, R.A. 1997. Akuntansi Biaya dan Akuntansi Manajemen untuk Teknologi
Maju dan Globalisasi. Yogyakarta: BPFE.

Warren, Carl S, James M. Reeve, dan Philip E. FESS. 2005. Pengantar Akuntansi. Edisi 21. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Wilopo, R. 2007. Perkembangan Riset Akuntansi di Indonesia: Analisis Terhadap Penelitian pada Simposium Nasional Akuntansi. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Ventura, Vol. 10. Agustus 2007.

Wiwik. 2008. Akuntansi Manajemen dan sejarah perkembangannya. (online) (diakses 25 Maret 2011) tersedia di World Wide Web: http://repo.kuliah.uajy.ac.id/897/kuliah1_2.pdf

Tuesday, November 1, 2011

PASAR RAKYAT SDIT IQRO'1 BENGKULU

puncak matapelajaran IPS kelas 4 di SDIT Iqro'1 adalah pelaksanaan Pasar Rakyat.
di kesempatan ini, Alif berjualan RUJAK GOBET dan Jus Sirsak...  hmmm..segar...
Rujak gobet belum ada di Bengkulu lho... ini peluang bisnis.. karena, baru berapa menit pasar dibuka, dagangan Alif laris manis... Btw, sebenarnya ide jualan rujak gobet berasal dari Bunda Alif yang lagi kangen sama Rujak Gobet di Yogya. waktu kuliah dulu, hampir tiap minggu, bunda Alif tidak pernah lupa menyantap hidangan satu ini.... hmm.. jadi pengen lagi...

Monday, October 31, 2011

THOMAS AND HIS FRIENDS, faqih

sejak umur 1 tahun, faqih sangat menyukai karakter Thomas. umur 2 tahun, ia mencoba menuangkan imajinasinya melalui Paint di PC. ini salah satu Thomas hasil karyanya di usia 2 tahun...

Tugas TIK nina kelas 1B SDIT Iqro'1 Bengkulu

Monday, September 19, 2011

kelas Seminar Akuntansi Manajemen ganjil 2011

MATAKULIAH SEMINAR AKUNTANSI MANAJEMEN
S1 AKUNTANSI REGULER – EKSTENSI
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BENGKULU
SEMESTER VII (GANJIL) TAHUN AKADEMIK 2011/2012
DOSEN: LISA MARTIAH NILA PUSPITA

DESKRIPSI PERKULIAHAN

Perkuliahan Seminar Akuntansi Manajemen akan dilakukan dalam bentuk penyajian makalah-makalah yang berisikan isu-isu terbaru akuntansi manajemen dan presentasi proposal penelitian yang disusun oleh mahasiswa. Topik makalah yang akan dipresentasikan oleh mahasiswa dipilih dan ditentukan oleh dosen pengampu, sementara proposal penelitian merupakan proposal yang disusun mahasiswa dengan merujuk satu artikel penelitian yang dipilih mahasiswa sendiri dan sudah disetujui dosen pengampu.

REFERENSI

Seluruh artikel riset yang terkait dengan akuntansi manajemen terutama yang terkait dengan topik-topik yang sudah ditentukan

KOMPONEN PENILAIAN
Penilaian Sejawat 35%
Partisipasi Kelas 35%
Makalah 30%

TOPIK-TOPIK YANG DIBAHAS
1. Activity Based Accounting
2. Lean Accounting
3. Six Sigma
4. Coorporate Social Responsibility

FORMAT MAKALAH 1:
Pendahuluan
Bagian Isi
Penutup/Kesimpulan

FORMAT PROPOSAL:
Latar Belakang
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Ruang Lingkup
Kajian Teoretis
Penelitian Terdahulu
Pengembangan Hipotesis
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Populasi dan Sampel
Metode Analisis

Monday, July 11, 2011

SAMPAIKANLAH KAMI DI BULAN RAMADHAN YA ALLAH....

Bengkulu, 9 Juli 2011


Kalau sudah memasuki bulan Sya’ban, hatiku berharap-harap cemas. Di satu sisi, aku gembira dan berharap dapat bertemu bulan suci yang Agung, bulan Ramadhan. Bulan yang membuka peluang buatku untuk mendapatkan ampunan atas semua dosa dan kesalahanku, bulan saat aku bisa meraih berkali-kali lipat pahala dengan amal yang hanya sebatas kemampuanku aku lakukan. Tapi di sisi lain aku merasa cemas. Mungkin bagi orang lain kecemasanku tidaklah beralasan. Tapi bagiku, kecemasan ini adalah dampak kejadian beberapa tahun lalu.
Tahun 2007, beberapa hari sebelum datang bulan Ramadhan (sama seperti saat ini), suami diminta pulang oleh keluarganya ke kampung halamannya. Kepulangan suami dikarenakan kedua orangtuanya (mertuaku) sakit keras. Mengingat kondisi ketiga anakku yang masih kecil dan perjalanan ke kampung halaman suami agak berat, maka suami memutuskan untuk tidak mengajak kami pulang, alias dia sendiri yang pulang. Terus terang, kepergian suami meninggalkan aku dengan ketiga anakku yang masih kecil kurasakan agak berat. Alhamdulillah, ada tetangga yang mau menemaniku dan membantuku mengurusi anak-anak.
Selang beberapa hari kemudian, ternyata takdir menyatakan kedua mertuaku berpulang ke rahmatullah dalam satu hari yang bersamaan, tepatnya hari Minggu, hanya selisih beberapa jam saja. Ini dirasakan sebagai ujian berat bagi suami dan keluarganya. Karena sudah seminggu meninggalkan kami di Bengkulu, dan hari Kamisnya sudah memasuki puasa Ramadhan, suami memutuskan untuk pulang pada hari Rabu, 1 hari sebelum Ramadhan (karena tiket pesawat yang tersisa hanya ada pada hari itu).
Awalnya suami dapat tiket penerbangan sore (kalo diperkirakan, sampai di rumah jam 5), alhamdulillah, ternyata suami dapat menukarkan tiketnya dengan penerbangan pagi, sehingga bisa sampai di rumah sekitar jam1 siang. Meski masih berduka, kusambut suami dengan keceriaan. Dalam hatiku, alhamdulillah, sahur pertamaku di tahun ini bisa bareng suami.
Tetangga terus berdatangan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya kedua mertuaku. Hingga sore itu, tamu terakhir pulang sekitar jam 17.30. Menjelang maghrib itu, kangennya anak-anak pada ayahnya sore itu dilepaskan dengan acara keliling-keliling komplek dengan sepeda motor. Hal ini memang rutin dilakukan suami dan anak-anak hampir setiap sore.
Menyadari saat itu menjelang memasuki Ramadhan, sebelum mereka keliling-keliling dengan motor, aku segera mengajak suami dan anak-anakku untuk saling maaf-memaafkan. Terakhir saat aku menyalami suami, tiba-tiba suara gemuruh menggetarkan rumah dan seluruh isinya. Sontak suami menggendong anakku terkecil dan menarik tangan anak keduaku berlari menuju keluar rumah dan diikuti oleh si sulung. Aku yang berdiri bengong berusaha mencari kerudung penutup kepalaku. Rumah terus bergoyang, hentakan bumi masih bergemuruh. Suami berteriak-teriak memanggilku menyuruhku keluar. Yang kulihat adalah jilbab kecil anakku, kuraih, kupakai dan lari menyusul mereka. Kami berpeluk. Tanah masih bergoyang. “Allahu Akbar.....Allahu Akbar” tak putus-putusnya suamiku bertakbir...
Aku terduduk di tanah, menangisku ucapkan, “diamlah bumi, diamlah tanah....” sebagaimana yang pernah dilakukan shahabat Umar ra...”Allahumma baalighna ramadhoona ... allahummabaalighna romadhoona,,,,” aku sudah membayangkan kalau kami tak kan sempat menjumpai Ramadhan, walau hanya dalam hitungan detik lagi....
Allahu Akbar, Alhamdulillah....beberapa menit kemudian bumi pun diam, seiring tenggelamnya matahari di ufuk barat... aku dan keluargaku sampai juga di bulan suci Ramadhan... sujud syukur kami panjatkan atas kesempatan yang Allah berikan pada kami untuk menghirup udara Ramadhan...
Sejak saat itu, perasaan harap-harap cemas selalu ada di hatiku bila memasuki bulan Rajab dan Sya’ban.
Tahun ini, begitu banyak penyimpangan-penyimpangan hukum Allah terjadi. Menjelang Ramadhan tahun ini terjadi kelangkaan BBM. Antrian panjang di SPBU terjadi di banyak kota. Harga-harga sembako menjadi naik, kriminalitas masih merajalela, kerusakan moral terus terjadi.... ampun ya Allah.... jangan Kau azab kami seperti umat-umat terdahulu yang mendustaiMU. Seperti kisah dalam AlQur’an, begitu banyak umat yang Engkau timpakan gempa kepada mereka karena mereka berpaling dariMu. Astaghfirullahul adziim... sungguh ya Allah, aku ingin berjumpa dengan Ramadhan lagi tahun ini....

Wednesday, May 25, 2011

HOBBY BUNDA

Bengkulu, 24 Mei 2011

HOBBY BUNDA.....


Saat mengisi curriculum vitae (CV), biasanya di kolom hobby atau kegemaran, saya akan menuliskan kata MEMBACA. Dari SD hingga berkarir saat ini, kata itu selalu ditulis pertama kali sebagai isian di baris hobby tersebut. MEMBACA memang tidak pernah tidak dilakukan dalam keseharianku seumur hidup, sejak tahu a, be, ce, dan seterusnya.... mulai dari cerita bergambar, komik, novel, koran, buku teks sekolah, makalah.... sampai (Alhamdullillah) Al Qur’an selalu mewarnai hari-hariku. Hobby ini intens dan konsisten kulakukan sampai pada kelahiran anak pertamaku.
Kelahiran anak pertama bisa dikatakan sebagai penyebab mulai berkurangnya intensitas kegiatan membacaku. Mulai yang dari satu buku sanggup dihabiskan dalam 3 hari, berkurang hingga 1 halaman per hari... yang penting tetap membaca... hingga kini, telah kulahirkan empat anak dari rahimku.. dan kegemaran membaca terus berlanjut meski intensitasnya jauh berkurang... kecuali jika ada best seller atau a must read yang terhidang di hadapanku, bisa 1-3 hari ludes kusantap meski tinggi ketebalannya mencapai 5 cm... wooww.. apapun yang terjadi, hingga larut malam tetap kuusahakan selesai membacanya. Setelah itu beres... akupun melanjutkan aktivitas rutinku sebagai ibu rumah tangga dan staf pengajar seperti biasa..
Seperti hari ini, di saat aku tenggelam dalam bacaanku di samping suami yang juga sedang membaca (beliau juga punya hobby yang sama denganku), tak sadar waktu telah menunjukkan waktu makan siang. Hari itu memang hari libur, jadi aku merasa agak santai dan terlepas sejenak dari akvitas rutin yang padat di hari biasa.
“Bun, makan bun...” suara anak keduaku kuanggap angin lalu.... aku meneruskan bacaanku yang asyik. Terdengar lagi suara ”Bun, mbak lapar bun...” suami ku mulai berdehem, menyadarkan tugas utamaku. Aku tidak suka jika ada yang mengusik keasyikanku. Dengan sedikit manyun, aku berkata” mbak tahu gak, apa kesukaan bunda?” dalam hati aku ingin dia menjawab MEMBACA... dengan demikian, harapanku dia bisa sedikit mengerem keinginannya yang ‘mengganggu’ hobbyku ini.
Dengan wajah lugunya dia menatap sambil tersenyum...”MEMBERI MAKAN ANAK...” polos... garis wajah manyunku perlahan mulai terangkat ke atas.. menghela napas aku berkata,” itu yang pertama, terus yang kedua???”... “hmmm, apa ya??? MENYUSUI ADIK...” Polos tanpa dosa. “Trus..???”...” MEMASAK..” senyumnya bertambah lebar menghiasi wajah lugunya.
Trus..????....bunda suka bikin makanan... trus???.... bunda suka...Trus...??? sia-sia kunanti jawaban yang kuinginkan...
Sembari menyeduh nasi di piring kosong yang disodorkannya dari tadi, aku bergumam...
“Nak, bunda itu paling suka MEMBACA...”
“Hahaha....” kali ini gelak suami terdengar dari balik buku tebal yang sedang dibacanya. Mencibir mengejek melihatku pasrah harus ikhlas menerima nasib mengorbankan hobbyku yang satu ini demi buah hati yang kami cintai.... meski begitu, dengan cintanya jika pulang dari luar kota ia selalu membawa oleh-oleh buku buatku di saat anak-anak memperoleh mainan, baju, CD film yang mereka sukai. Pernah suatu kali aku protes, ingin dapat oleh-oleh baju baru. Alhasil, baju itu jarang kugunakan, karena ukuran dan warnanya gak pas menurutku. Dia kapok. Kembali, jika pulang dari dinas luar kota, aku mendapat asupan buku-buku best seller dari suamiku tercinta.
Love you all...

Sunday, May 1, 2011

PENGARUH PELATIHAN LOGIKA TERHADAP PERTIMBANGAN AUDIT (Studi Kuasi Eksperimen pada Mahasiswa)

PENGARUH PELATIHAN LOGIKA TERHADAP PERTIMBANGAN AUDIT
Lisa Martiah NP, SE., M.Si., Ak
Yesi Kurniati Putri
ABSTRACT The study aimed to know the effect of training in logic toward audit judgment. The data collection was performing by quasi experiment method. Respondent was proceeds in this research about 134 individual and divided into 4 groups. First group consist of 39 students with training in logic and the rest group without training in logic: the second group (students in an auditing course), the third groups (students have complete in second course in auditing) and the fourth group (accountant). Data were collected using questionnaire based on 20 scenarios that’s used by Nelson, et al. (2003). Test hypothesis done by using one-way analyzed of variance (ANOVA). The result is consistent to the result of Nelson, et al. (2003). The result showed: 1) the students in Group 1 performed better than the subjects in the other three groups, 2) there was no statistically significant difference between Groups 4, 3 and 2, suggesting that the group without training in logic does not significantly improve an individual's critical thinking ability, 3) group 4 outperformed all three of the student groups on this dimension. The professional auditors provided more detailed explanations, expressed deeper insights into the scenarios, and demonstrated far more professional scepticism in the explanations of their answers than did the other three groups Keywords: training in logic, audit judgments, truth, believability
2
PENDAHULUAN Akuntansi dikenal sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematika, yang sekarang dikenal sebagai “Pembukuan Berpasangan” (double-entry book keeping) (www.wikipedia.org/wiki/Akuntansi). Audit sebagai cabang dari ilmu akuntansi secara tidak langsung juga berdasarkan pada logika. Hal ini diperkuat dengan pendapat filsuf audit, yaitu Mautz dan Sharaf (1991) yang berargumentasi sebagai berikut : Auditing has its primary roots in logics, on which it draws heavily, but it reaches into other field as well such as mathematics, the behavioral sciences, communications, and ethics for portions of its theory. And although auditing does borrow a good deal from other field, this does not mean that it has no independent identity. Argumen di atas menjelaskan bahwa logika merupakan induk dari ilmu audit. Sebagai induk dari ilmu audit, seharusnya materi logika dipelajari oleh mahasiswa akuntansi. Tetapi pada kenyataannya, literatur mata kuliah akuntansi yang membahas mengenai logika masih sangat sedikit, bahkan tidak menyentuh materi logika sama sekali.
Sebagai induk dari ilmu audit, logika merupakan suatu komponen menarik dalam penelitian akuntansi. Karena, kemampuan mengevaluasi argumen berdasarkan peraturan logika dapat digunakan dalam proses critical thinking (berpikir kritis) bagi akuntan. Berpikir kritis (critical thinking) sangat diperlukan dalam proses pertimbangan audit. Schafersman dalam Abrori (2006) berpendapat bahwa berpikir kritis adalah berpikir berdasarkan pengetahuan yang sesuai dan dapat dipercaya, atau cara berpikir yang beralasan, dapat digambarkan, bertanggung jawab dan mahir. Seorang dikatakan berpikir kritis bila menanyakan suatu hal dan mencari informasi dengan benar. Informasi tersebut digunakan untuk menyelesaikan masalah dan mengelolanya secara logis, efisien, dan
3
kreatif, sehingga dapat membuat kesimpulan yang dapat diterima akal. Selanjutnya informasi digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan tepat berdasarkan analisis informasi dan pengetahuan yang dimilikinya (Abrori, 2006). Ilmu Audit sendiri tidak secara khusus membahas mengenai logika ataupun membicarakan bagaimana hubungan logika dengan audit (Ratliff dan Reding dalam Nelson dkk, 2003), tetapi akuntan menggunakan logika dalam audit untuk mempertimbangkan keputusan-keputusan yang akan diambil berdasarkan bukti dan informasi yang diperolehnya. Studi tentang pentingnya logika dalam sebuah audit masih jarang dilakukan. Nelson dkk (2003) menunjukkan bahwa mahasiswa yang menguasai ilmu logika lebih baik daripada mahasiswa dan auditor profesional yang tidak menguasai ilmu logika dalam mendeteksi adanya kesalahan pertimbangan audit (audit judgment) pada proses pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini merekomendasikan pentingnya materi logika bagi mahasiswa akuntansi sebagai bekal mereka sebelum menjadi seorang auditor. Berdasarkan uraian yang melatarbelakangi penelitian ini, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan mahasiswa berpikir logis yang diperoleh melalui pelatihan logika sama dengan kemampuan auditor berpengalaman dalam melakukan pertimbangan audit (Audit Judgment), sehingga nantinya dapat mengurangi terjadinya kesalahan dalam pertimbangan audit. KAJIAN PUSTAKA Logika
Kebenaran suatu teori yang dikemukakan oleh setiap ilmuwan, matematikawan, maupun para ahli merupakan hal yang sangat menentukan reputasi mereka. Untuk
4
mendapatkan hal tersebut, mereka akan berusaha untuk mengaitkan suatu fakta atau data dengan fakta atau data lainnya melalui suatu proses penalaran yang sahih atau valid. Sebagai akibatnya logika merupakan ilmu yang sangat penting dipelajari (Markaban, 2004)
Di dalam www.wikipedia dijelaskan bahwa Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal. Sedangkan menurut Novack (2000) Logika adalah ilmu tentang proses berpikir. Logika adalah suatu cabang ilmu yang mengkaji penurunan-penurunan kesimpulan yang sahih (valid, correct) dan yang tidak sahih (tidak valid, incorrect). Proses berpikir yang terjadi di saat menurunkan atau menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar itu sering juga disebut dengan penalaran (reasoning) (Markaban, 2004). Menurut Sjarif (1990) Dengan mempelajari logika seseorang akan tahu bagaimana seharusnya berpikir agar dapat menghindarkan suatu kesalahan dalam berpikir.
Wirodikromo (2004) mengemukakan bahwa dari satu atau beberapa pernyataan dapat dibuat pernyataan lain dengan menggunakan kata hubung logika. Bentuk kata hubung logika yaitu ingkaran, konjungsi, disjungsi dan implikasi. Wirodikromo (2004) juga mengemukakan bahwa agar kesimpulan yang diambil merupakan kesimpulan yang valid (sah), ada beberapa prinsip yang dapat digunakan. Perlu diperhatikan pula bahwa
5
dalam menarik kesimpulan, pernyataan haruslah bernilai benar. Prinsip-prinsip di bawah ini merupakan dasar-dasar untuk menarik kesimpulan dari beberapa pernyataan : Pernyataan berkuantor, Prinsip modus ponens, Modus tollens, Prinsip silogisme, Silogisme disjungtif dan Prinsip Dilema Konstruktif. Pertimbangan Audit (Audit Judgment) Akuntan mengumpulkan bukti dalam waktu yang berbeda dan mengintegrasikan informasi dari bukti baru tersebut untuk membuat suatu pertimbangan (judgment). Pertimbangan audit (Audit Judgment) berkonsentrasi pada suatu asersi laporan keuangan tertentu, memulai dengan keyakinan awalnya mengenai asersi tersebut dan ada proses perbaikan setelah menerima dan menilai bukti audit yang baru. Dalam proses ini dipertimbangkan apakah hasil prosedur yang dilaksanakan dalam perencanaan, pengumpulan bukti audit untuk berbagai tujuan audit, dan penyelesaian auditnya, mungkin diperlukan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai kondisi dan peristiwa beserta bukti-bukti yang mendukung informasi tersebut (Suartana, 2007). Hogarth (1992) dalam Jamilah dkk (2007) mengartikan judgment sebagai proses kognitif yang merupakan perilaku pemilihan keputusan. Akuntan membutuhkan pertimbangan audit (audit judgment) dalam melaksanakan audit sebuah entitas dan memberikan opini atau pendapat terhadap laporan keuangan apakah telah disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi keuangan atau prinsip akuntansi yang berlaku umum; dan standar atau prinsip tersebut diterapkan secara konsisten (Zulaikha, 2006)
Jamilah dkk (2007) berpendapat bahwa Judgment merupakan suatu proses yang terus menerus dalam perolehan informasi (termasuk umpan balik dari tindakan sebelumnya), pilihan untuk bertindak atau tidak bertindak, penerimaan informasi lebih
6
lanjut. Proses judgment tergantung pada kedatangan informasi sebagai suatu proses unfolds. Kedatangan informasi bukan hanya mempengaruhi pilihan, tetapi juga mempengaruhi cara pilihan tersebut dibuat. Setiap langkah, di dalam proses incremental judgment jika informasi terus menerus datang, akan muncul pertimbangan baru dan keputusan/pilihan baru. Pengetahuan akuntan tentang pendeteksian kekeliruan semakin berkembang karena pengalaman kerja. Semakin tinggi pengetahuan akuntan dalam mendeteksi kekeliruan maka semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitas (Herawati, 2008). Libby dan Frederick dalam Sularso (1999) menemukan bahwa akuntan yang berpengalaman memperlihatkan pengetahuan yang lebih lengkap mengenai kekeliruan-kekeliruan laporan keuangan dan menghasilkan jumlah yang lebih banyak mengenai hipotesa penjelasan yang diteliti. Tubbs dalam Ferdian (2006) menemukan bahwa pengalaman berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas pengetahuan yang didapatkan, semakin tinggi pengalaman seorang akuntan semakin tinggi kuantitas dan kualitas pengetahuan yang dimiliki. Gibbins dalam Sularso (1999) mengajukan proposisi bahwa akuntan yang lebih berpengalaman akan mengembangkan preferensi alternatif pendapat yang lebih cepat (hampir otomatis untuk tugas yang bersifat rutin) dibanding akuntan yang belum berpengalaman karena efisiensi pemanfaatan struktur memori yang tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Validitas dan Kebenaran
Sebelum mengambil keputusan, akuntan harus mempertimbangkan bukti/informasi yang ada untuk menguatkan keyakinannya dalam mengambil keputusan tersebut. Ada dua kondisi yang harus ditemukan dalam suatu argumen untuk menjadi suatu keyakinan.
7
Kedua kondisi tersebut adalah: pertama, kondisi argumen harus valid, artinya kesimpulan ditarik dari suatu atau beberapa alasan dengan logis; dan yang kedua, alasan tersebut haruslah benar. Dengan kata lain validitas dan kebenaran sangat dibutuhkan, tidak cukup dengan hanya salah satunya. Secara logika, suatu argumen akan salah jika kesimpulan berasal dari alasan yang tidak logis, dengan kata lain argumen akan salah karena hal tersebut tidak valid. Sebaliknya, ketika kondisi argumennya valid, mungkin saja akan tetap salah jika alasannya tidak benar (Nelson dkk, 2003). Tujuan utama auditor mengaudit laporan keuangan adalah untuk menentukan apakah pernyataan yang dilaporkan oleh auditee kepada pihak stakeholder adalah benar (Nelson dkk, 2003). Plato mendefinisikan kebenaran (truth) sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, pekerjaan seorang auditor adalah untuk memeriksa apakah perusahaan telah melaporkan laporan keuangan dengan benar dan telah mengkomunikasikannya dengan tepat kepada stakeholder. Truth was defined as ‘conformity with reality’. Truth in auditing may be defined as conformity with reality as the auditor can determine reality at the time of his examination and with the evidence available (Maultz dan Sharaf, 1961). Dari kalimat diatas dapat menyimpulkan bahwa Maultz dan Sharaf mendefinisikan kebenaran (truth) di dalam audit sebagai kesesuaian antara kenyataan seperti yang ditetapkan oleh akuntan pada saat dia memeriksa laporan keuangan dan bukti yang tersedia di lapangan.
Berpikir logis adalah berpikir secara bernalar menurut logika yang diakui ilmu pengetahuan dengan bebas sedalam-dalamnya sampai ke dasar permasalahan guna mengungkapkan kebenaran. Kebenaran adalah kenyataan apa adanya yang sesuai dengan
8
logika sehat. Kebenaran juga sekaligus menjadi tujuan pengembangan ilmu pengetahuan karena bermanfaat bagi kehidupan masyarakat (Muhammad, 2004).
Kompetensi seorang auditor dinilai dari kemampuannya untuk menerima atau menolak pernyataan auditee terhadap validitas dan keterpercayaan laporan keuangan yang diaudit (Guy, 2002). Validitas adalah ketepatan mengukur konstruk, menyangkut: “What the test measure and how well it does”, atau “Apakah alat tes memenuhi fungsinya sebagai alat ukur psikologis?” (http://rumahbelajarpsikologi.com) Pengembangan Hipotesis Salah satu perbedaan akuntan dan mahasiswa adalah Akuntan memiliki pengetahuan yang lebih banyak mengenai audit daripada mahasiswa karena pengalaman yang dimiliki (Mardiasmo, 1993). Pengetahuan yang setiap akuntan berbeda-beda, tergantung pada pengalamannya. Pengetahuan tersebut mempengaruhi kualitas petimbangan audit yang dibuatnya. Selain itu, pelatihan lebih yang didapatkan oleh akuntan akan memberikan pengaruh yang signifikan pada perhatian akuntan terhadap kekeliruan yang terjadi (Noviyani, 2002). Personel akuntan baru yang menerima pelatihan dan umpan balik tentang deteksi kecurangan menunjukkan tingkat skeptis dan pengetahuan tentang kecurangan yang lebih tinggi dan mampu mendeteksi kecurangan dengan lebih baik dibanding dengan personel audit yang tidak menerima perlakuan tersebut (Carpenter, 2002 dalam Christiawan, 2005).
Penelitian Nelson dkk (2003) menunjukkan pentingnya pelatihan logika dalam mendeteksi kesalahan pertimbangan audit (audit judgment). Dalam penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa siswa yang diberi pelatihan logika menunjukkan hasil yang lebih baik daripada siswa yang tidak mendapat pelatihan dalam mengidentifikasi valid atau tidak
9
validnya konklusi akuntan dalam pertimbangan audit (audit judgment). Dengan kemampuan berpikir logis yang dimiliki, mahasiswa tersebut mampu mengidentifikasi kebenaran suatu konklusi (pertimbangan audit yang diambil) sehingga mampu mengurangi terjadinya kesalahan dalam pertimbangan audit. Berdasarkan penemuan ini, maka hipotesis pertama yang dirumuskan yaitu : H1: mahasiswa menguasai ilmu logika akan lebih baik daripada mahasiswa yang tidak menguasainya dalam mengurangi kesalahan pertimbangan audit (audit judgment) Akuntan dan mahasiswa akuntansi memiliki persamaan, yakni sama-sama memahami tentang akuntansi dan audit. Mardiasmo (1993) menyatakan mutu pertimbangan audit akuntan yunior yang tidak mempunyai pengalaman pelatihan adalah sama dengan mutu pertimbangan audit mahasiswa. Hasil penelitian Nelson dkk (2003) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara siswa yang tidak mendapat pelatihan logika dengan Akuntan profesional dalam mengidentifikasi benar dan tidak benarnya konklusi yang ada sehingga mampu mengurangi terjadinya kesalahan pertimbangan audit. Hipotesis kedua yang dirumuskan dinyatakan dengan hipotesis null: H02: Tidak terdapat perbedaan antara mahasiswa yang tidak menguasai ilmu logika dan Akuntan profesional dalam mengurangi kesalahan pertimbangan audit (audit judgment)
Menurut Noviyani (2002) pengalaman yang lebih akan menghasilkan pengetahuan yang lebih dalam pertimbangan tingkat materialitas. Pengalaman membentuk seorang akuntan publik menjadi terbiasa dengan situasi dan keadaan dalam setiap penugasan. Pengalaman juga membantu akuntan publik dalam mengambil keputusan terhadap pertimbangan tingkat materialitas dan menunjang setiap langkah yang diambil dalam setiap penugasan. Libby dan Frederick dalam Sularso (1999) menemukan bahwa pengalaman
10
pemeriksaan dapat meningkatkan pengetahuan pemeriksa tentang sebab dan konsekuensi kekeliruan dalam suatu siklus transaksi. Pengalaman akan berpengaruh positif terhadap pengetahuan Akuntan tentang jenis-jenis kekeliruan yang berbeda yang diketahuinya (Noviyani 2002). Pengalaman khusus tentang kesalahan meningkatkan kemungkinan Akuntan memberikan penjelasan yang benar dalam suatu prosedur analitis (O‟Donnell 2002 dalam Christiawan, 2005). Hasil penelitian Nelson dkk (2003) menunjukkan bahwa Akuntan profesional akan memberikan pengertian yang lebih dalam pada kemampuan mempercayai (kebenaran) dari premi argumen dibandingkan dengan mahasiswa. Hipotesis ketiga memprediksi pengalaman Akuntan akan menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa, baik yang telah mendapat pelatihan logika maupun yang tidak mendapat pelatihan logika dalam mengidentifikasi dan memahami isu-isu yang terkait dengan skenario yang diberikan:
H3: Akuntan profesional memiliki tingkat keyakinan yang tinggi sehingga akan memberikan pengertian yang lebih dalam pada kemampuan mempercayai (kebenaran) dari premi argumen dibandingkan dengan mahasiswa.
11
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, karena treatment yang dilakukan hanya diberikan untuk variabel independen (pelatihan logika) saja. Dalam penelitian ini masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel independen. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu pelatihan logika dan variabel dependennya yaitu pertimbangan audit (audit judgment). Sampel dan Teknik Sampling Responden diambil dari kalangan akuntan yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Akuntan Publik di Propinsi Bengkulu serta mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu. Teknik sampling yang digunakan untuk responden mahasiswa adalah nonprobability sampling dengan purposive sampling, yakni mahasiswa yang sedang dan telah mengambil matakuliah auditing 1. Responden dalam penelitian ini dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:
1. Empat puluh satu (41) responden terdiri dari mahasiswa yang sedang dan telah mengikuti mata kuliah audit, dan diberikan treatment (pelatihan logika).
2. Tiga puluh lima (35) responden terdiri dari mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah audit dan tidak diberikan treatment (pelatihan logika).
3. Tiga puluh (30) responden terdiri dari mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah audit dan tidak diberikan treatment (pelatihan logika).
4. Lima puluh dua (52) responden terdiri dari akuntan pemerintah yang bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Propinsi Bengkulu dan akuntan publik yang berada di Propinsi Bengkulu yang
12
berpengalaman melakukan audit minimal 2 tahun dan kesemuanya tidak diberikan treatment (pelatihan logika).
13
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel dalam penelitian mencakup 2 elemen, yaitu variabel pelatihan logika (variabel independen) dan variabel pertimbangan audit (variabel dependen). Pengukuran variabel independen dilakukan dengan quasi eksperimen, yakni mengelompokkan beberapa responden menjadi 2, yakni responden yang diberi pelatihan mengenai logika dan responden yang tanpa pelatihan. Kelompok kedua ini terdiri dari auditor yang memiliki pengalaman mengaudit dan mahasiswa yang sedang dan telah mengambil matakuliah audit 1. Karakter mahasiswa yang berbeda ini (sedang dan telah menempuh kuliah audit1) berguna untuk analisis lanjutan, dimana mahasiswa yang telah menempuh kuliah audit 1 diasumsikan lebih memahami tentang audit dibanding dengan mahasiswa yang sedang menempuh kuliah tersebut. Pelatihan dilakukan dengan memberikan materi logika yang berasal dari bidang ilmu matematika yang kemudian diaplikasikan pada bidang audit (contoh pada lampiran). Setelah pemberian materi, dilanjutkan dengan tanya jawab peserta-pemateri. Pada sesi pelatihan akhir, dilakukan mini tes (tes kecil) oleh pemateri untuk mengkonfirmasi ulang materi yang telah disampaikan.
Setelah pelatihan dilakukan, pada sesi akhir peneliti menyebarkan kuesioner yang terdiri dari 20 kasus yang masing-masing terdiri dari 2 argumen, dan sebuah konklusi. Responden kemudian menilai apakah konklusi (yang merupakan pertimbangan audit) tersebut benar atau tidak benar. Peneliti memberikan angka 1 untuk jawaban responden yang salah dan angka 2 untuk jawaban responden yang benar sesuai kunci jawaban yang ada. Jawaban setiap responden dijumlahkan kemudian dikali dengan 5 untuk mengetahui nilai yang diperoleh setiap responden. Kemudian responden juga mengisi tingkat
14
keyakinan atas jawabannya itu dalam 4 skala likert. Sebagai penguat, responden juga diminta untuk memberikan alasan berupa jawaban terbuka atas kedua jawaban yang diberikan sebelumnya. Kuesioner yang sama juga disebarkan kepada responden yang tidak mendapatkan pelatihan logika. Pengujian dan Analisis Data Pengujian kualitas data pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reabilitas. Uji kualitas data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan analisis Cronbach’s Alpha. Sebelum dilakukan analisis statistik terhadap jawaban responden, dilakukan tabulasi nilai terlebih dahulu atas jawaban responden yang benar dan yang salah setelah dicocokkan dengan kunci jawabanyang ada. Nilai setiap responden dianalisis dengan menggunakan alat analisis one-way anova (analysis of variance). Untuk Hipotesis 1, analisis dilakukan dengan membandingkan antara jawaban responden mahasiswa yang mengikuti pelatihan logika dengan responden mahasiswa yang tidak mengikuti pelatihan logika. Sementara Hipotesis 2 dilakukan dengan membandingkan antara nilai responden mahasiswa yang tidak mengikuti pelatihan logika dengan responden akuntan.
Hipotesis 3: dianalisis dengan melihat tingkat keyakinan responden, kebenaran keyakinan responden dan alasan responden dalam bentuk essay. Tingkat keyakinan responden dan kebenaran keyakinan responden dianalisis dengan menggunakan alat analisis one-way anova (analysis of variance), sedangkan jawaban essay responden dinilai secara subjektif peneliti.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
15
Hasil Uji Kualitas Data Pengujian validitas data dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan r tabel. Hasil yang diperoleh menunjukkan hasil r hitung berkisar antara 0,439-0,636 yang ternyata lebih besar dari r tabel (0,143). Sementara untuk uji reliabilitas diperoleh nilai cronbach alpha sebesar 0,869 (>0,6 yang disyaratkan). Hal ini membuktikan bahwa instrumen yang digunakan dapat dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji Hipotesis 1 dan 2 Berikut ini adalah mean Kebenaran Logika setiap kelompok: Insert table 1 Hasil pengujian hipotesis 1 menunjukkan bahwa nilai mean kebenaran logika kelompok 1 sebesar 58,59; kelompok 2 sebesar 51,45; kelompok 3 sebesar 51,17; dan kelompok 4 sebesar 53,38. hal ini dapat dilihat pada tabel berikut: Insert Tabel 2 Dari tabel „Hasil Post Hoc Test Pada Uji One Way Anova (Analysis Of Variance) mengenai Signifikansi Perbedaan Antar Kelompok‟ di atas dapat dilihat bahwa perbedaan antara kelompok 1 dengan kelompok 2 sebesar 0,041 dan perbedaan antara kelompok 1 dengan kelompok 3 sebesar 0,033. Kedua nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0,05, sedangkan perbedaan antara kelompok 1 dengan kelompok 4 sebesar 0,191 dan nilai ini lebih besar dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok 1 dengan kelompok 2 dan 3, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok 1 dengan kelompok 4.
Hasil ini mendukung hipotesis 1 yang berarti bahwa mahasiswa yang telah mendapat pelatihan logika lebih baik dalam mendeteksi benar atau tidak benarnya
16
pertimbangan audit yang merupakan konklusi atau kesimpulan Akuntan yang terdapat dalam kasus yang disediakan dari pada mahasiswa yang tidak mendapat pelatihan logika. Kemampuan mendeteksi kebenaran suatu konklusi ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pertimbangan audit (audit judgement). Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Kelompok 2 dan kelompok 3. Hal ini dikarenakan persamaan yang dimiliki oleh kelompok 2 dan kelompok 3 yaitu kedua kelompok ini tidak mendapat treatment yaitu pelatihan logika. Meskipun kedua kelompok ini memiliki perbedaan yaitu kelompok 2 sedang belajar audit dan kelompok 3 telah lulus mata kuliah audit, perbedaan ini tidak berpengaruh sama sekali bahkan dari pengujian menunjukkan bahwa mean nilai kebenaran kelompok 2 (51,45) lebih besar daripada mean nilai kebenaran kelompok 3 (51,17). Nilai kebenaran kelompok 1 yang telah mendapat pelatihan logika tidak berbeda secara signifikan dengan kelompok 4. Hal ini terjadi karena adanya faktor pengalaman audit yang dimiliki oleh kelompok 4. Meskipun demikian, nilai kebenaran antara kelompok 1 yang lebih besar daripada kelompok 4 menunjukkan bahwa kemampuan berpikir logis yang dapat diperoleh melalui pelatihan logika sangat diperlukan dalam proses audit untuk menghindari terjadinya kesalahan pertimbangan audit. Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok 1 dan 4 juga menunjukkan bahwa dengan pelatihan logika, seorang mahasiswa akuntansi ternyata tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan akuntan yang telah berpengalaman dalam mendeteksi benar atau tidaknya kesimpulan yang diambil. Hal ini mendukung hipotesis null 2 yang diajukan.
Hasil Uji Hipotesis 3
17
Dari „Hasil uji one way anova (analysis of variance) mengenai perbedaan tingkat keyakinan dalam pertimbangan audit pada empat kelompok‟ dapat dilihat bahwa kelompok 4 memiliki tingkat keyakinan yang paling tinggi diantara kelompok lainnya dan ke-empat kelompok responden terdapat pada 1 bagian yang sama. Hasil output uji one way anova (analysis of variance) pada bagian Post Hoc Test, hasil equal variances assumed Tukey HSD menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok 4 dengan kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3. Insert Tabel 3 Meskipun tidak terdapat perbedaan secara signifikan, tingginya nilai tingkat keyakinan ini (terhadap semua jawaban baik jawaban tersebut benar atau tidak benar) mengindikasikan keyakinan yang lebih tinggi pada auditor atas keputusan pertimbangan audit yang diambil. Sedangkan pada kenyataannya, tingkat keyakinan untuk jawaban yang benar saja, kelompok auditor ini berada pada urutan kedua setelah kelompok 1 (mahasiswa yang mendapat pelatihan logika). Hal ini terdapat pada tabel berikut ini : Insert Tabel 4
Dari tabel „Hasil uji one way anova (analysis of variance) mengenai perbedaan kebenaran keyakinan pada empat kelompok‟ di atas dapat dilihat bahwa kelompok 1 memiliki tingkat kebenaran keyakinan yang paling tinggi dibandingkan kelompok 2, kelompok 3 dan kelompok 4 dan keempat kelompok responden terdapat pada 1 bagian yang sama. Hasil output uji one way anova (analysis of variance) pada bagian Post Hoc Test, hasil equal variances assumed Tukey HSD menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok 4 dengan kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3. Berdasarkan analisis subjektif, kelompok 4 yang merupakan auditor
18
berpengalaman memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai pilihannya tersebut berdasarkan perspektif profesional seorang akuntan serta alasan yang diberikan akuntan lebih beragam daripada alasan yang diberikan mahasiswa. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa pengalaman juga berpengaruh terhadap suatu pertimbangan audit yang diambil. Dengan demikian, memang diperlukan riset lanjutan yang mampu membuktikan bahwa keyakinan yang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa pada kelompok satu disebabkan oleh kemampuan berpikir secara logis yang baru saja diperolehnya dalam pelatihan. Sementara keyakinan tinggi yang dimiliki auditor kemungkinan disebabkan oleh pengalaman yang dimilikinya, dan keyakinan yang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa tanpa pelatihan kemungkinan disebabkan oleh faktor psikologis (kepercayaan yang lebih pada diri sendiri) semata. PENUTUP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan mahasiswa berpikir logis yang diperolehnya melalui pelatihan logika sama dengan kemampuan auditor berpengalaman dalam melakukan pertimbangan audit (Audit Judgment) untuk mengurangi terjadinya kesalahan. Dari pengujian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan logika lebih mampu menilai benar atau tidak benarnya konklusi yang diambil dalam suatu pertimbangan audit. Nilai kebenaran logika antara kelompok mahasiswa yang mendapat pelatihan logika dengan kelompok mahasiswa yang tidak mendapat pelatihan logika memiliki perbedaan yang signifikan. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa H1 diterima.
19
2. Kemampuan berpikir logis yang diperoleh mahasiswa dari pelatihan dan pengalaman yang dimiliki auditor membuat keduanya mampu mendeteksi kebenaran suatu konklusi dalam pertimbangan audit. Nilai kebenaran logika antara kelompok mahasiswa yang tidak mendapat pelatihan logika dengan akuntan memang tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa H02 tidak bisa ditolak.
3. Meskipun nilai kebenaran logika antara kelompok mahasiswa yang mendapat pelatihan logika dengan auditor tidak memiliki perbedaan yang signifikan, tetapi nilai kebenaran antara kelompok mahasiswa yang mendapat pelatihan logika lebih tinggi daripada auditor. Hal ini berarti bahwa kemampuan berpikir logis (yang dapat diperoleh melalui pelatihan logika) memang diperlukan dalam proses audit untuk menghindari terjadinya kesalahan pertimbangan audit.
4. Auditor memiliki tingkat keyakinan yang tinggi dalam melakukan proses audit dan memberikan penjelasan yang lebih mendalam dibandingkan dengan ketiga kelompok lainnya berdasarkan pengalaman yang dimiliki akuntan. Dengan demikian H3 diterima.
5. Pelatihan logika membawa perubahan pola pikir critical thinking seseorang terutama akuntan dalam menilai benar atau tidaknya informasi yang mereka peroleh dan konklusi yang mereka ambil. Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi terjadinnya kesalahan dalam pertimbangan audit (audit judgment).
Implikasi Hasil Penelitian
Penelitian ini mencoba memberikan salah satu alternatif baru bagi auditor dalam mengurangi terjadinya kesalahan dalam pertimbangan audit. Kemampuan berpikir secara
20
logis membantu auditor dalam setiap keputusan yang diambil. Dalam matakuliah auditing, sebagai bekal mahasiswa akuntansi untuk menjadi seorang auditor, saat ini tidak menyentuh materi logika sama sekali. Dengan adanya penelitian ini, pihak akademisi dan praktisi diharapkan dapat membekali auditor dan calon auditor dengan materi logika di samping materi auditing ataupun soft skill lain yang telah ada selama ini. Keterbatasan dan Rekomendasi Penelitian Pelatihan logika yang diberikan hanya dalam waktu singkat (±50 menit) tidak cukup menjamin seseorang untuk menguasai materi logika. Selain itu, umumnya materi logika pernah diperoleh setiap orang ketika duduk di bangku sekolah lanjutan atas sebagai salah satu materi pelajaran matematika. Kemampuan mengingat (memori) seseorang atas pelajaran tersebut, khususnya materi logika, kemungkinan mempengaruhi ketidaksignifikan hasil penelitian. Dengan demikian diharapkan penelitian selanjutnya dilakukan dengan pengujian dua tahap dan membandingkannya. Tahap pertama dilakukan untuk mengetahui kemampuan berpikir logis bawaan seseorang, kemudian tahap kedua, menguji kemampuan berpikir logis setelah dilakukan pelatihan yang lebih mendalam. Selain itu, penelitian ini belum memperhitungkan tingkat pengalaman yang dimiliki auditor. Tingkat pengalaman ini kemungkinan dapat mempengaruhi kemampuan berpikir logis seorang auditor.
DAFTAR PUSTAKA
Abrori, Cholis. (2006). Berpikir Kritis (Critical Thinking) Dalam Profesi Dokter . (Online). http://www.google.com. pdf, Diakses 21 Oktober 2008
Anonim.(2008). Logika. (online). tersedia di World Wide Web : http://id.wikipedia.org/wiki/Audit. diakses 21 Oktober 2008
21
Christiawan, Yulius Jogi. (2005). Aktivitas pengendalian mutu jasa audit Laporan keuangan histories (Studi Kasus pada Beberapa Kantor Akuntan Publik di Surabaya. Jurnal Akuntansi & Keuangan, Vol. 7, no. 1, Mei 2005: 61- 88 Ferdian, Riki. (2006). Pengaruh problem-based learning (PBL) Pada pengetahuan tentang kekeliruan dan Kecurangan (errors and irregularities). Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang Ikatan Akuntan Indonesia, (2001). Standar Profesional Akuntan Publik. Penerbit Salemba Empat. Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. (1999). Metodologi penelitian bisnis untuk akuntansi dan manajemen. Penerbit BPFE. Yogyakarta. Jamilah, Siti dan Zaenal Fanani. (2007). Pengaruh Gender, Tekanan Ketaatan, dan Kompleksitas Tugas Terhadap Audit Judgment. Simposium Nasional Akuntansi X. Makassar Guy, Dan M. (2002). Auditing Buku 1 Edisi Kelima. Penerbit Erlangga Herawati, Arleen dan Yulius Kurnia Susanto. (2008), Profesionalisme, Pengetahuan Akuntan Publik Dalam Mendeteksi Kekeliruan, Etika Profesi Dan Pertimbangan Tingkat Materialitas. the 2nd national conference ukwms Surabaya, 6 September 2008 Mardiasmo, dan Utami, W., (1993), “Pengaruh Pengalaman Audit atas Laporan Keuangan terhadap Mutu Pertimbangan Audit”, Jurnal Akuntansi dan Manajemen, Edisi Oktober 1993, STIE YKPN, Yogyakarta, hal. 31-36. Markaban. (2004). Logika Matematika. Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SMA Jenjang Dasar 6 – 19 Agustus 2004. Mautz, R.K dan Hussein A. Sharaf . 1961. The Philosophy of Auditing. American Accounting Association April 1961 Florida
Muhammad, Abdulkadir. (2004). Filosofi dan Metode Penelitian Social. (Online) tersedia di World Wide Web : http://lemlit.unila.ac.id/file/. diakses 21 Oktober 2008 Nelson, Irvin T, Richard L. Ratliff dan Gordon Steinhoff . (2003). Teaching Logic To Auditing Student: Can Training In Logic Reduce Audit Judgment Errors?. Journal of accounting education 2003. v 21, pp. 215-237 Novack,George. (2000). An Introduction to The Logic of Marxism: Jurnal KIRI, Volume 3, Oktober 2000, Penerbit Neuron
22
Noviani, P. Bandi. (2002). Pengaruh Pengalaman dan Pelatihan Terhadap Struktur Pengetahuan Auditor Tentang Kekeliruan. Makalah Simposium Nasional Akuntansi 5. Semarang Sjarif, Bachtiar. (1990). Pengantar Dasar Matematika (Himpunan dan Logika)”. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB (Institut Tekhnik Bandung) Suartana, I Wayan. (2007). Upaya Meningkatkan Kualitas Pertimbangan Audit Melalui Self Review: Kasus Going Concern Perusahaan. SNA X Juli 2007 Sularso, S., dan Ainun N. (1999). Analisis Pengaruh Pengalaman Akuntan pada Pengetahuan dan Penggunaan Intuisi dalam Mendeteksi Kekeliruan. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol.2, No.2, Juli, hlm.154–172. Wirodikromo, Sartono. (2004). Matematika Untuk SMA Kelas X. Penerbit Erlangga. Jakarta. Zulaikha. (2006). Pengaruh Interaksi Gender, Kompleksitas Tugas Dan Pengalaman Asuditor Terhadap Audit Judgment (Sebuah Kajian Eksperimental Dalam Audit Saldo Akun Persediaan). SNA IX Agustus 2006
23
LAMPIRAN TABEL 1 Mean (Rata-Rata) Nilai Kebenaran Setiap Kelompok
Kelompok
Nilai Mean Kebenaran logika
Kelompok 1 mahasiswa yang sedang dan telah mengikuti mata kuliah audit, dengan diberikan treatment
58,59
Kelompok 2 mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah audit dan tidak diberikan treatment
51,45
Kelompok 3 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah audit dan tidak diberikan treatment
51,17
Kelompok 4 akuntan pemerintah dan akuntan publik yang tidak diberikan treatment
53,38
TABEL 2 Hasil Post Hoc Test Pada Uji One Way Anova (Analysis Of Variance) Mengenai Signifikansi Perbedaan Kebenaran Logika Antar Kelompok
Perbedaan Antara
Sig. kelompok 1 kelompok 2 0,041 kelompok 3 0,033 kelompok 4 0,191 kelompok 2 kelompok 3 1 kelompok 4 0,896 kelompok 3 kelompok 4 0,855
Tabel 3 Hasil uji one way anova (analysis of variance) mengenai tingkat keyakinan pertimbangan audit pada 4 kelompok responden Kelompok N Subset 1 Tukey HSD(a,b,c) kelompok 2 31 57.03 kelompok 3 30 59.33
24
kelompok 1 39 59.41 kelompok 4 34 61.24 Sig. .134
Tabel 4 Hasil uji one way anova (analysis of variance) mengenai perbedaan kebenaran keyakinan pada 4 kelompok responden kelompok N Subset 1 Tukey HSD(a,b,c) kelompok 3 36 91.22 kelompok 2 31 92.13 kelompok 4 34 94.56 kelompok 1 33 97.88 Sig. .051
Contoh Materi pelatihan:
1. Prinsip modus ponens
Pernyataan 1 : jika p maka q Pernyatan 2 : p Kesimpulan : q
3. Modus tollens
Pernyataan 1 : jika p maka q Pernyatan 2 : ~q Kesimpulan : ~p
4. Prinsip silogisme
Pernyataan 1 : jika p maka q Pernyatan 2 : jika q maka r Kesimpulan : jika p maka r
5. Silogisme disjungtif
Pernyataan 1 : p atau q Pernyatan 2 : bukan q Kesimpulan : maka p
6. Prinsip Dilema Konstruktif
Pernyataan 1 : jika p maka q dan jika r maka s
25
Pernyatan 2 : p atau r Kesimpulan : q maka s Contoh kuisioner:
1. Seorang staf auditor baru ditugaskan untuk memeriksa beberapa catatan dokumen didalam ruang penyimpanan arsip. Pengawas menjelaskan kepada auditor tersebut bahwa “Juru arsip orangnya susah diarahkan, tidak bersahabat, dan secara umum orangnya tidak menyenangkan.” Pengawas berpendapat seperti pernyataan berikut ini :
Konklusi pengawas: “Anda akan menemukan file yang berantakan.” ____ benar ____ tidak benar Seberapa yakinkah Anda terhadap jawaban Anda ? ____Saya sangat yakin ____Saya yakin ____Saya yakin, tapi masih ragu-ragu ____Saya hanya memperkirakan Alasan:________________________________________________________________________________________________________________________
2. Seorang auditor memeriksa salah satu karyawan/petugas klien. Pegawai akuntansi menyiapkan rekonsiliasi bank bulanan.
Konklusi auditor: rekonsiliasi bulanan sudah dilakukan ____ benar ____ tidak benar Seberapa yakinkah Anda terhadap jawaban Anda ? ____Saya sangat yakin ____Saya yakin ____Saya yakin, tapi masih ragu-ragu ____Saya hanya memperkirakan Alasan:________________________________________________________________________________________________________________________
26
BIODATA PENELITI 1 Nama: Lisa Martiah Nila Puspita, SE.MSi,Ak. Tempat, tanggal lahir: Palembang, 20 November 1974 (email: lmnpuspita@gmail.com) Pendidikan: Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1997 Magister Sains, Ilmu Akuntansi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 2001 Pekerjaan: staf pengajar FE Universitas Bengkulu PENELITI 2 Nama: Yesi Kurniati Putri, SE Tempat, tanggal lahir: Curup, 16 Juli 1987 HP: (email: Yesi_akt05unib@yahoo.com) Pendidikan: Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu, 2009