Saturday, November 12, 2011

dialog singkat tentang syurga di saat hujan deras mengguyur kota Bengkulu 12 Nov 2011

Bengkulu, 12 November 2011

 

PERMINTAAN PERTAMA KETIKA DI SYURGA

 

Cukup bingung ketika menerima pertanyaan gadis kecilku kali ini. "kata ustadz, di syurga semuanya pakai bahasa Arab, bun... apa bener???" dia mulai mengkonfrontir guru bahasa arabnya di sekolah dengan diriku, orang tuanya..."hmmm... " aku mengulur-ulur waktu, mencari jawaban yang tepat...mungkin karena kurangnya pengetahuanku, aku merasa tidak pernah mendengar dalil yang menyebutkan hal itu. Tetapi sebagai orang tua,  aku berusaha bijak untuk memahami itikad guru bahasa Arabnya, biar murid-muridnya bersemangat mempelajari bahasa Arab.

Sebelum sempat memberikan jawaban yang pas, "Bunda, kata bunda kan, apa yang diminta penghuni syurga nanti, pasti akan dikabulkan Allah, betul kan bunda?" kali ini pertanyaan yang mudah untuk dijawab. "He-eh..." senyumku sambil melanjutkan mencuci piring.

"Tapi gimana bisa mau minta ini itu, kalo gak bisa bahasa Arab?" Abangnya ikut nimbrung dalam percakapan.

"iya, ya... atau gini aja, Bang... pertama-tama, kalo sudah masuk syurga, kita minta dulu pada Allah, agar bisa bahasa Arab..."

"dan kita cukup menghapalkan kalimat YA ALLAH, MUDAHKANLAH KAMI BERBAHASA ARAB...dalam bahasa Arab tentunya..." berbinar-binar mata mereka menemukan solusi jitu tentang masa depan mereka...

Cukup dengan menggeleng-gelengkan kepala kusembunyikan senyum lebarku mendengar pembicaraan mereka...

Ternyata gak perlu bingung-bingung mencari dalil nash atau fiqh yang tepat untuk pertanyaan-pertanyaan malaikat-malaikat kecilku....

Wednesday, November 9, 2011

TREND TOPIK RISET AKUNTANSI MANAJEMEN MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU (2011)

makalah ini dipresentasikan di MIICEMA 2011 Bengkulu

KECENDERUNGAN TOPIK PENELITIAN AKUNTANSI MANAJEMEN MAHASISWA UNIVERSITAS BENGKULU

Oleh:
Lisa Martiah Nila Puspita SE,MSi.,Ak
Herawansyah

Abstracts
This research explores the direction of student’s accounting management research at Bengkulu University. Then it is compared by articles in Simposium Nasional Akuntansi’s Proceeding. Students almost used SNA Proceeding to guide their research. The result showed that the majority topics choosen by student are behavioral accounting and budgeting, and so are SNA Proceeding. It can be opportunity for researchers to develop their research in other topics in accounting management.

Keywords: accounting management research, topics, student, SNA


PENDAHULUAN
Ilmu pengetahuan dan penelitian (research) merupakan dua hal yang berkaitan satu sama lain. Ilmu pengetahuan dapat berkembang bila dilakukan penelitian yang mendukungnya. Penelitian dapat terlaksana berdasarkan metode ilmiah yang ada dalam ilmu pengetahuan. Keduanya memiliki arti penting dalam kehidupan manusia, karena tanpa ilmu pengetahuan manusia akan hidup dalam alam kebodohan.
Di dunia bisnis, perkembangan akuntansi tidak terlepas dari perkembangan ilmu akuntansi itu sendiri. Demikian pula sebaliknya, perkembangan ilmu akuntansi juga dipengaruhi oleh perkembangan praktik di dunia bisnis. Baik perkembangan ilmu maupun perkembangan praktik, keduanya ditandai dengan banyaknya penelitian yang mengkaji bidang tertentu, akuntansi khususnya.
Penelitian di bidang akuntansi telah banyak dilakukan mengikuti perkembangan dunia praktik dan keilmuan. Beberapa di antaranya kemudian ditulis dalam bentuk karangan ilmiah yang dipublikasikan ke umum. Di Indonesia penelitian tersebut umumnya banyak dilakukan oleh kalangan akademisi, baik dalam bentuk tugas akhir mahasiswa, penelitian mandiri, maupun penelitian yang didanai.
Tidak jarang penelitian akademisi yang dilakukan oleh dosen juga melibatkan mahasiswa. Selain membantu penelitian dosen, mahasiswa diwajibkan untuk melakukan penelitian dan kemudian dituangkan dalam bentuk skripsi. Demikian halnya dengan mahasiswa S1 Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu, sebagai syarat kelulusan sarjana Strata 1, mahasiswa diwajibkan untuk melalui proses tersebut. Sejak tahun 2006 hingga sekarang, Ruang Referensi Akuntansi (RRA) telah mengoleksi ratusan skripsi mahasiswa Akuntansi yang telah lulus.
Berawal dari riset yang dilakukan Selto dan Widener (2002), peneliti tertarik untuk meneliti kecenderungan topik penelitian yang telah dilakukan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu sampai saat ini. Selto dan Widener (2002), meneliti tentang arah riset akuntansi manajemen dan memprediksikan arah baru penelitian akuntansi manajemen kedepannya. Pada penelitian ini peneliti mengamati kecenderungan topik penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu khususnya di bidang akuntansi manajemen selama 2006 s/d 2010 dan membandingkannya dengan penelitian yang banyak dilakukan di dunia praktik.
KAJIAN PUSTAKA
Pengertian Penelitian (Research)
Penelitian pada dasarnya merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh data atau informasi yang sangat berguna untuk mengetahui sesuatu, untuk menyelesaikan persoalan atau untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Menurut Kerlinger dalam Kuncoro (2003), penelitian didefinisikan sebagai investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antar fenomena.
Dalam literatur lain penelitian didefinisikan sebagai suatu penyelidikan atau investigasi yang terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadap suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau solusi terkait (Sekaran, 2006).
Untuk tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan, digunakan metode tertentu yang dikenal dengan sebutan metode ilmiah. Penelitian merupakan bentuk aplikasi dari metode ilmiah tersebut. Metode ilmiah merupakan prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu. Akan tetapi tidak semua pengetahuan dikatakan sebagai ilmu karena pengetahuan membutuhkan pengujian dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Ilmu harus memiliki dua kriteria, yaitu harus rasional dan teruji (Indriantoro dan Supomo, 2002).
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Setiap penelitian mempunyai tujuan dan manfaat masing-masing sesuai dengan karakteristik masalah yang menjadi topik bahasan. Penelitian yang baik umumnya mempunyai tujuan yang jelas dan memberikan manfaat baik bagi peneliti itu sendiri maupun bagi orang lain, instansi, ataupun masyarakat umum. Secara umum tujuan penelitian yaitu: 1) sebagai pengembangan dari pengetahuan; 2) untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan penelitian (Indriantoro dan Supomo, 2002).
Dari tujuan tersebut dapat diidentifikasi bahwa, penelitian merupakan pengembangan dari pengetahuan menjadi sebuah ilmu. Ilmu merupakan pondasi awal yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan atau menjawab dari pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian.
Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen merupakan bagian dari pengembangan teori akuntansi. Seiring perkembangan teori akuntansi tersebut akuntansi manajemen juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Ada banyak definisi yang dikemukakan terkait akuntansi manajemen . Definisi akuntansi manajemen yang mempunyai ruang lingkup yang luas seperti yang dijelaskan oleh Management Accounting Practices (MAP) Comitte yang dibentuk oleh National Association of Accountants (NAA) dalam Supriyono (1997), akuntansi manajemen merupakan proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin ketepatan penggunaan sumber-sumber dan pertanggungjawaban atas sumber-sumber tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyiapan laporan finansial untuk kelompok-kelompok non manajemen seperti misalnya para pemegang saham, para kreditur, lembaga-lembaga pengaturan, dan pengusaha perpajakan.
Berdasarkan penjelasan di atas definisi akuntansi manajemen seharusnya ada sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan tidak menjelaskan tentang akuntansi manajemen yang ada sekarang. Akuntansi manajemen menurut komite MAP tidak hanya menyediakan informasi untuk pihak intern perusahaan tetapi juga untuk para pihak ekstern. Informasi finansial yang telah diidentifikasikan dan dianalisis oleh akuntan manajemen digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian, dan sebagai pertanggungjawaban atas penggunaan sumber daya yang ada dalam perusahaan (Sucipto, 2004).
Akuntansi manajemen merupakan suatu sistem informasi karena proses dari akuntansi manajemen akan menghasilkan informasi. Pembuat informasi atau pengguna sistem informasi adalah manusia (bisa para manajer, investor, pemerintah, dan user lainnya yang berkepentingan dengan informasi tersebut). Menurut Hongren (1993), akuntansi manajemen adalah proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi. Berdasarkan definisi tersebut tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan informasi akuntansi manajemen yang relevan dan jelas. Untuk menghasilkan informasi tersebut maka dilakukan dengan proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penafsiran, dan kemudian dilaporkan kepada manajer yang bersangkutan, sehingga manajer tersebut dapat mengambil keputusan dengan tepat sesuai dengan permasalahan yang ada.
Menurut akuntansi manajemen adalah bagian dari akuntansi yang bertujuan membantu manajer untuk menjalankan tiga fungsi pokoknya, yaitu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Akuntansi manajemen dalam perusahaan memberikan informasi kepada manajemen untuk membantu pihak-pihak internal untuk mencapai tujuan organisasinya. Teknik-teknik dalam akuntansi manajemen membantu manajemen dalam menjalankan fungsi manajemen untuk menciptakan daya saing yang unggul.
Dewasa ini pembebanan biaya secara konvensional sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke pembebanan biaya berdasarkan aktivitas/activity based costing system (ABC-system). Dalam perkembangan akuntansi manajemen banyak sekali isu kontemporer dalam teknik-teknik manajemen mulai diterapkan, seperti metode just in time (JIT), total quality management (TQM), target costing, dan orientasi pelanggan.
Perkembangan lingkungan bisnis yang dihadapi perusahaan dewasa ini menuntut adanya perkemabangan praktik-praktik akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Hal ini menyebabkan terciptanya lingkungan baru pada akuntansi manajemen sehingga akuntansi manajemen tradisional tidak digunakan lagi.
Dari beberapa alasan tersebut maka muncullah akuntansi manajemen kontemporer, sebagai bentuk untuk penyempurnaan dan pemenuhan praktik yang ada. Menurut Wiwik (2008), Secara umum tujuan dari sistem informasi manajemen kontemporer adalah untuk meningkatkan kualitas, isi, relevansi serta ketepatan waktu informasi biaya. Akuntansi manajemen kontemporer menawarkan beberapa manfaat antara lain: peningkatan ketelitian product costing, peningkatan pengambilan keputusan, peningkatan strategic planning, peningkatan pengelolaan aktivitas. Secara umum perbandingan akuntansi manajemen secara tradisional dan kontemporer dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


Tabel 1
Perbedaan Akuntansi Manajemen Tradisional Dan Akuntansi Manajemen Kontemporer

Tradisional Kontemporer
Driver berbasis unit Driver berbasis unit dan non unit
Banyak menggunakan alokasi dalam penetapan jumlah biaya Banyak menggunakan tracing dalam penetapan jumlah biaya
Product Costing bersifat sempit dan kaku Product Costing bersifat luas dan fleksibel
Memfokuskan pada pengendalian biaya Memfokuskan pada pengendalian aktivitasa
Informai aktivitas bersifat umum Informasi aktivitas secara rinci
Memaksimumkan kinerja individu Memaksimumkan kinerja kelompok
Penggunaan ukuran kinerja keuangan Penggunaan ukuran kinerja baik keuangan dan non keuangan
Sumber: Wiwik, 2008
Melihat perubahan dan perkembangan yang terjadi jelas mendorong akuntansi manajemen harus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang muncul, sehingga akuntansi manajemen dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Perubahan lingkungan bisnis membawa efek yang sangat besar terhadap praktik akuntansi manajemen. Ada beberapa topik yang menjadi bahasan dalam akuntansi manajemen akibat dari perubahan lingkungan bisnis, yaitu: 1) Just In Time (JIT); 2) Total Quality Management (TQM); 3) Rekayasa ulang proses; 4) Teori Kendala; 5) Persaingan Global; 6) E-commerce (Garrison, dkk., 2006).

2.3.1 Just In Time (JIT)
Just In Time (JIT) merupakan suatu filosofi yang memusatkan pada eliminasi aktivitas pemborosan dengan cara memproduksi produk sesuai dengan permintaan konsumen dan hanya membeli bahan sesuai dengan kebutuhan produksi dengan tujuan strategis meningkatkan laba, meningkatkan mutu, mengendalikan sediaan, dan memperbaiki kinerja pengiriman (Supriyono, 1999).

2.3.2 Total Quality Management
Manajemen mutu total (Total Quality Management/TQM) adalah suatu pendekatan sistem untuk mengintegrasikan semua fungsi dan proses dalam suatu organisasi agar tercapainya penyempurnaan mutu barang atau jasa secara berkesinambungan dengan tujuan untuk mencapai kepuasan konsumen (Supriyono, 1999). Untuk membantu tercapainya Total Quality Management (TQM) harus memperhatikan daur hidup produk seperti desain dan pengembangan, pengadaan masukan, produksi, pemasaran, distribusi, dan pelayanan.

Rekayasa Ulang Proses
Rekayasa ulang proses merupakan pemikiran secara fundamental dan perancangan ulang proses-proses bisnis untuk mendapatkan perbaikan dramatis dalam hal ukuran kinerja yang penting seperti biaya kualitas, pelayanan dan kecepatan. Rekayasa ulang proses adalah perbaikan sistem yang dirancang serial dan bertahap, dimana proses bisnis diplot dalam sebuah diagram secara detail dan kemudian dirancang ulang untuk menghilangkan langkah-langkah yang tidaka diperlukan, mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dan mengurangi biaya. Dalam hal ini fokus utama dari rekayasa ulang proses adalah menyederhanakan dan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah atau bermanfaat (Garrison, dkk., 2006).

2.3.3 Teori Kendala (Theory of Constraints,TOC)
Teori kendala didasarkan pada pandangan bahwa manajemen kendala secara efektif adalah kunci keberhasilan (Garrison, dkk, 2006). TOC menyatakan bahwa kinerja perusahaan dibatasi oleh constraints. Teori ini mengakui bahwa kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya, yang kemudian mengembangkan pendekatan kendala untuk mendukung tujuan, yaitu kemajuan terus-menerus suatu perusahaan (Iskandar, 2009).
Persaingan Global
Persaingan global merupakan suatu tantangan bagi perusahaan, perusahaan harus mampu bersaing dalam kualitas produk terhadap perusahaan lainnya. Dalam persaingan global, agar perusahaan/organisasi dapat berkembang dan tentu saja untuk bertahan hidup, perusahaan harus mampu menghasilkan produk barang
dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang bersaing dan pelayanan yang lebih baik pula dibanding dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu dalam semua aspek yang berkaitan dengan produk tersebut, yaitu material, tenaga kerja, promosi yang efektif dan layanan yang memuaskan pelanggan, sehingga mampu memikat konsumen yang akhirnya akan meningkatkan jumlah konsumen dan menjadi pelanggan yang setia. Kondisi mutu yang seperti inilah yang disebut pengendalian mutu secara menyeluruh (Total Quality). Salah satu faktor kunci untuk menentukan keberhasilan dalam persaingan global adalah dilakukannya upaya-upaya untuk meningkatkan daya saing mikro, dapat dilakukan dengan memberikan respon yang superior, fasilitas, peralatan, teknologi dan jalur pasokan serta distribusi yang berkualitas (Munif, 2005).
E-commerce
E-commerce adalah jual beli produk dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Bisnis dengan cara ini menyediakan kesempatan bagi sebuah perusahaan untuk memperluas penjualannya di seluruh dunia dan dapat menurunkan biaya secara siggnifikan jika dibandingkan dengan transaksi dengan menggunakan kertas. Tujuan dari E-commerce adalah mewujudkan efisiensi biaya (Hansen dan Mowen, 2006).
Balanced Scorecard
Balanced scorecard merupakan isu-isu terbaru dalam akuntansi manajemen. Balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen strategic yang menjabarkan misi dan strategi suatu organisasi ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja untuk empat perspektif yang berbeda, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan (Tunggal, 2003). Pengukuran kinerja yang komprehensif ini diberi nama balanced scorecard. Hal itu pertama kali diperkenalkan oleh Kaplan dan Norton (1992) mengenai keunggulan pengukuran kinerja dari dua perspektif, yaitu sisi keuangan dan non keuangan (customer relations, internal business processes, learning and growth).
Mulyadi (2001), menyebutkan bahwa Balanced Scorecard (BSC) merupakan contemporary management tool yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan organisasi atau perusahaan dalam melipatgandakan kinerja keuangan. Balanced Scorecard terdiri dari dua kata, yaitu : 1) kartu skor (scorecard) dan 2) berimbang (balanced). Kartu skor merupakan kartu yang digunakan untuk mencatat hasil kinerja seseorang, merencanakan skor yang mendak diwujudkan di masa depan. Kata berimbang dimaksudkan untuk mewujudkan kinerja personel yang diukur secara berimbang dari aspek keuangan dan non keuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern.
Activity Based Costing System
Menurut Mulyadi (2003), Activity based costing merupakan sistem informasi biaya yang berbasis aktivitas yang didesain untuk memotivasi personel dalam melakukan pengurangan biaya dalam jangka panjang melalui pengelolan ativitas. Dalam literatur lain dikatakan bahwa Activity based costing merupakan suatu sistem perhitungan biaya dengan penampungan biaya overhead yang jumlahnya lebih dari satu dialokasikan menggunakan dasar yang memasukkan biaya satu atau lebih faktor biaya yang tidak berkaitan dengan volume (Carter dan Usry, 2006).
Activity based costing sebagai bentuk perubahan pembebanan biaya yang secara tradisional menjadi pembebanan biaya berdasarkan aktivitas. Hal ini sebagai dasar untuk pembuatan keputusan yang strategis dan untuk meningkatkan kinerja laba (Bjornenak dan Mitchell, 1999).
Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) merupakan bidang yang sangat luas. Dalam perkembangan riset empirisnya diawali dari bidang akuntansi manajemen dan kemudian ke bidang lainnya. Dalam analisisnya banyak didukung oleh teori yang ada di disiplin ilmu lainnya. Tujuan ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan, dan memprediksi perilaku manusia sampai pada generalisasi yang ditetapkan mengenai perilaku manusia yang didukung oleh empiris yang dikumpulkan secara impersonal melalui prosedur yang terbuka, baik untuk peninjauan maupun replikasi dan dapat diverifikasi oleh ilmuwan lainnya yang tertarik.
Akuntansi keperilakuan menyediakan suatu kerangka yang disusun berdasarkan teknik yang bertujuan (1) untuk memahami dan mengukur dampak proses bisnis terhadap orang-orang dan kinerja perusahaan, (2) untuk mengukur dan melaporkan perilaku serta pendapat yang relevan terhadap perencanaan strategis, dan (3) untuk mempengaruhi pendapat dan perilaku guna memastikan keberhasilan implementasi kebijakan perusahaan (Ikhsan dan Muhammad, 2005).
Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya, yaitu melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan. Menurut Carter dan Usry (2006), Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.
Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.
Akuntansi biaya merupakan bagian yang integral dengan financial accounting. Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikannya informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda dengan beban (expense), biaya adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan. Pengorbanan yang tidak ada hubungannya dengan perolehan aktiva, barang atau jasa dan juga tidak ada hubungannya dengan realisasi hasil penjualan, maka tidak digolongkan sebagai cost ataupun expense tetapi sebagai loss (Erlina, 2002).
Penganggaran
Penganggaran merupakan proses penyusunan anggaran yang dilakukan perusahaan swasta, BUMN, dan sktor publik. Sedangkan anggaran diartikan sebagai suatu hasil dari penganggaran perusahaan tersebut. Munandar (2001), menjelaskan, anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang. Berdasarkan penjelasan tersebut anggaran memiliki beberapa unsur yaitu : (1) perencanaan atau rencana; (2) meliputi seluruh kegiatan perusahaan; (3) dinyatakan dalam unit moneter; (4) jangka waktu tertentu yang akan datang.
Riset-riset Akuntansi Manajemen Terdahulu
Pada tahun 1980-an banyak perusahaan Inggris dan Amerika Serikat mengalami kemunduran, bahkan banyak perusahaan yang gagal menghadapi persaingan dengan industri-industri baru di kawasan Asia Timur. Namun banyak juga perusahaan yang berhasil memodernisir dengan teknologi maju sehingga mendorong biayanya menjadi efektif dan lebih bersaing (Supriyono, 1997). Pada tahun-tahun tersebut banyak dilakukan riset-riset dalam bidang akuntansi manajemen, antara lain:
1. Riset akuntansi manajemen untuk menyusun model yang lebih realistik dan menginterpretasikan perilaku manajerial dan peranan sistem pengendalian. Teori agensi menjadi lebih penting untuk meneliti konflik terhadap pengendalian, kontribusi balas jasa, dan informasi.
2. Riset akuntansi manajemen untuk menghadapi lingkungan pemanufakturan yang berubah dengan tajam, misalnya ABC dan backflush costing.
3. Riset mengenai model-model komputer untuk menghadapi ketidakpastian jangka pendek, isu-isu strategi umum dan pemasaran, serta akuntansi manajemen yang lebih proaktif dan berorientasi pada lingkungan eksternal.
4. Riset untuk memahami aspek sosial dan politik pada perusahaan dan akuntansi manajemen dan riset mengenai efektivitas akuntansi manajemen dalam sektor publik.
Menurut Rut Flaherty dalam Harahap (1993), banyak riset akuntansi manajemen yang dilakukan oleh para akademisi dan praktisi. Topik-topik bahasan dalam akuntansi manajemen tersebut mencakup beberapa hal diantaranya: 1) internal control and accounting systems, 2) Operational budgeting, 3) standar costing, 4) capital budgeting, 4) organizational behavior, 5) full costing, 6) job order costing, dan 7) performance evaluation.
Penelitian yang dilakukan Selto dan Widener (2002), memunculkn topik-topik baru dalam akuntansi manajemen. Penelitian tersebut mengarah pada topik-topik akuntansi manajemen kontemporer. Topik-topik tersebut meliputi budgeting, business processes, cash management, compensation, cost accounting, elestronic business, financial reporting, internet control, management accounting, management control, performance measurement, profitability, activity based costing, total quality management, dan teory of constraints.
Di Indonesia riset-riset akuntansi manajemen juga mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan akuntansi manajemen di dunia luar. Banyak riset yang dilakukan oleh akademisi dan praktisi, baik itu dituangkan dalam bentuk skripsi, artikel, dan lain sabagainya. Salah satu media di Indonesia yang mengumpulkan riset-riset dari akademisi dan praktisi, yaitu Simposium Nasional Akuntansi (SNA). SNA dimulai dari tahun 1997 sampai dengan saat ini dan telah mencapai 13 kali pelaksanaan, dalam SNA tersebut memuat kajian bidang-bidang akuntansi. Salah satunya kajian SNA adalah akuntansi manajemen dengan topik-topik riset akuntansi manajemen kontemporer (Wilopo, 2007).
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mencoba untuk menggambarkan obyek-obyek serta fakta-fakta yang terdapat di lapangan dengan cara melakukan perbandingan antara obyek-obyek penelitian yang kemudian hasil-hasilnya dideskripsikan ke dalam bentuk penjabaran.
Populasi dan sampel
Populasi penelitian ini adalah semua penelitian mahasiswa Jurusan Akuntansi di Kota Bengkulu yang dituangkan dalam bentuk skripsi dari tahun pengamatan 2006 s/d tahun 2010 (tabel 1). Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan karakteristik, penelitian mahasiswa akuntansi yang mengambil peminatan akuntansi manajemen.
Tabel 1
Populasi Penelitian

Data Tahun Jumlah
2006 2007 2008 2009 2010
Jumlah Skripsi 19 34 54 62 55 224
Akuntansi Keuangan 4 19 24 17 22 86
Akuntansi manajemen 13 11 21 22 21 138
Akuntansi sektor publik dan perpajakan - 2 7 12 9 (30)
Sistem informasi akuntansi - - 2 1 2 (5)
Akuntansi Syariah - - - 1 1 (2)
Data yang hilang/tidak tercetak 2 2 - 9 - (13)
Jumlah data yang diolah 13 11 21 22 21 88
Sumber: Perpustakaan Akuntansi UNIB dan diolah, 2011

Sebagai sampel pembanding untuk melihat relevansi topik penelitian yang dilakukan mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia praktik. Sampel yang diambil adalah akuntansi manajemen, dari tahun pengamatan yang sama dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 (tabel 2). Peneliti menggunakan artikel SNA sebagai pembanding karena artikel yang diseminarkan di SNA cakupannya sudah sukup luas, dimana artikel yang dimuat sebagian bersumber dari peneliti yang berpendidikan S2 dan dari praktisi dari akuntan publik. Menurut Wilopo (2007), artikel yang dimuat di SNA sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dimulai dari tahun 1997 yang memuat 17 artikel dan sampai saat ini perkembangan artikel mencapai 500% dalam peningkatannya.
Tabel 2
Populasi Pembanding

Data Tahun Jumlah
2006 2007 2008 2009 2010
Akuntansi manajemen dan keperilakuan 14 16 6 9 8 53
Akuntansi keuangan dan pasar modal 29 16 27 27 39 138
Akuntansi syari’ah - 3 6 2 10 21
Akuntansi sektor publik dan perpajakan 6 16 7 10 25 64
Auditing dan etika profesi 14 11 8 2 10 45
Internasional 14 8 9 - - 31
Akuntansi Pendidikan 4 5 6 - 11 26
Sistem informasi akuntansi 3 5 6 13 4 31
Pendidikan Vokasi - - 3 - - 3
Sumber: Simposium Nasional Akuntansi (SNA) dan diolah, 2011

Dari data diatas data yang digunakan sebagai sampel pembanding adalah data akuntansi manajemen dan keperilakuan. Hal ini dimaksudkan untuk dapat membandingkan sampel dan melihat relevansinya.

Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Dalam Penelitian ini data diperoleh dengan studi kepustakaan, data yang digunakan dalam bentuk skripsi dan artikel yang dimuat dalam Simposium Nasional Akuntansi (SNA) yang dimulai dari tahun pengamatan 2006 s/d tahun 2010.
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Topik
Topik merupakan suatu pokok bahasan dalam suatu penelitian yang menjadi unsur utama yang akan dibahas dan menjadi pusat perhatian. topik dapat dikatakan sebagai inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan dengan topik pembicaraan. Topik-topik yang menjadi tolak ukur dalam penelitian ini meliputi :
a) Just In Time (JIT)
Just In Time merupakan pendekatan yang digunakan oleh perusahaan baik perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur. Perioritas utama JIT adalah system persediaan yang dikurangi sampai pada tingkat minimum. Prinsip dasar JIT adalah meningkatkan kemampuan secara terus-menerus untuk merespon perubahan dengan meminimisasi pemborosan. Ada empat aspek pokok dalam sistem JIT yaitu : 1) menghilangkan semua aktivitas atau sumber-sumber yang tidak memberikan nilai tambah terhadap produk, 2) komitmen terhadap kualitas prima, 3) mendorong perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi, 4) memberikan tekanan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan visibilitas yang memberikan nilai tambah (Natigor, 2004).
b) Total Quality Management (TQM)
Total Quality Management merupakan suatu pendekatan manajemen kepada organisasi, berfokus pada kualitas dan didasarkan pada partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia. Tujuan dari TQM adalah kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi serta masyarakat, kemudian tujuan selanjutnya adalah manghasilkan efektivitas dan efisiensi (Suardhika, 2008).
c) Rekayasa Ulang Proses
Target utama rekayasa ulang proses adalah untuk mendapatkan nilai tambah, meningkatkan produktivitas, dan pangsa pasar (Garrison, dkk., 2006). Rekayasa ulang proses bisnis mencoba untuk memisahkan proses lama dengan proses baru tentang bagaimana mengorganisasikan dan memperlakukan bisnis. Hal ini mencakup penggantian metode lama dan mencari metode baru untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
d) Teori Kendala (Theory of Constrain¬t-TOC)
Teori kendala memfokuskan pada tiga ukuran kinerja organisasi, yaitu: 1) throughput, 2) persediaan, dan 3) beban operasi. Tujuan dari manajemen adalah meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan, dan menurunkan biaya operasi. Dengan meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan, dan menurunkan beban operasi akan membawa dampak terhadap meningkatnya kinerja keuangan seperti: 1) Laba, 2) Return on Investment, dan 3) Cash flow (www.google.co.id).
e) Persaingan Global
Persaingan global merupakan suatu tantangan bagi perusahaan, para manajer dituntut untuk mampu bersaing dan bekerja dengan baik dan dapat meningkatkan kinerja dan kualitas perusahaan untuk dapat bersaing pada pasar global. Penyebab persaingan global adalah penurunan tarif, kuota, dan hambatan-hambatan perdagangan bebas. Perbaikan dalam sistem transportasi global dan meningkatnya kecanggihan pasar dunia. Faktor tersebut berperan mengurangi biaya perdagangan internasional dan membuat perusahaan mampu bersaing (Garrison, dkk., 2006).
f) E-commerce
Perdagangan secara elektronik (E-commerce) adalah jual beli produk dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Media yang digunakan bisa dengan internet, intranet, dan ekstranet (Hansen dan Mowen, 2006). Ada dua jenis pokok perdangan secara elektronik (E-commerce), yaitu; 1) Business to Consumer, merupakan bisnis yang dilakukan secara online oleh perusahaan dengan individu. 2) Business to Business, yaitu bisnis online yang dilakukan perusahaan dengan perusahaan lain (Hendraputra, 2009).
g) Balanced Scorecard
Balanced scorecard merupakan sistem manajemen strategis yang menerjemahkan visi dan strategi organisasi ke dalam tujuan ukuran operasional. Tujuan tersebut dikembangkan ke dalam empat perspektif, yaitu: 1) perspektif keuangan, 2) perspektif pelanggan, 3) perspektif proses, dan 4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (Hansen dan Mowen 2006).
h) Activity Based Costing System (ABC)
Penentuan biaya secara tradisional dinilai tidak layak untuk digunakan, sebagai ganti dari penentuan biaya tersebut adalah degan metode activity based costing. Activity Based Costing merupakan sistem informasi biaya yang berbasis aktivitas yang didesain untuk memotivasi personel dalam melakukan pengurangan biaya dalam jangka panjang melalui pengelolan ativitas. Perhitungan biaya didasarkan pada aktivitas untuk melakukan pembebanan biaya (Mulyadi, 2003).
i) Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi. Menurut Ikhsan dan Muhammad (2005), ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi: 1) aplikasi dari konsep ilmu keperilakuan terhadap desain dan konstruksi sistem akuntansi, 2) studi reaksi manusia terhadap format dan ini laporan akuntansi, 3) cara bagaimana informasi diproses untuk membantu dalam pengambilan keputusan, 4) pengembangan teknik laporan yang dapat mengomunikasikan perilaku para pemakai, dan 5) pengembangan strategi untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku, cita-cita, serta tujuan dari orang-orang yang menjalankan organisasi.
j) Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang digunakan manajamen sebagai alat dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Biaya (cost) berbeda dengan beban (expense), cost adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh barang dan jasa, sedangkan beban (expense) adalah expired cost yaitu pengorbanan yang diperlukan atau dikeluarkan untuk merealisasi hasil, beban ini dikaitkan dengan revenue pada periode yang berjalan (Erlina, 2004). Sistem akuntansi biaya dibagi menjadi dua, yaitu sistem harga pokok sesungguhnya (Actual Cost System) dan sistem harga pokok standar (Standard Cost System).
k) Penganggaran
Menurut Munandar (2001), anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Akuntansi berperan sebagai penyaji data historis untuk mengadakan taksiran yang akan dituangkan dalam budget, kemudian akuntansi juga sebagai pencatatan yang terinci tentang pelaksanaan budget. Dengan demikian budget adalah hasil kerja yang berbentuk taksiran yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang. Sementara itu budgeting merupakan suatu proses kegiatan yang menghasilkan budget tersebut sebagai hasil kerja, serta proses kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi budget.
Pengukuran Variabel
Untuk mengetahui identitas data dalam penelitian ini, peneliti melakukan variabel dummy dengan memberi angka 1 (satu) untuk data dalam bentuk skripsi dan angka 2 (dua) untuk data dalam bentuk artikel SNA. Pengukuran topik dilakukan dengan skala nomial, yaitu penggunaan angka untuk mengidentifikasi objek, individu, kejadian, atau kelompok (Kuncoro, 2003). Peneliti memberikan kode angka pada varibel-variabel penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dalam mengukur dan mengidentifikasi variabel-variabel. Pemberian angka bukan merupakan suatu peringkat atau perengkingan variabel akan tetapi peneliti menggunakan skala nominal untuk melihat variabel-variabel tersebut.
Klasifikasi topik-topik penelitian pada akuntansi manajemen kontemporer adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1
Skala pengukuran topik Akuntansi Manajemen Kontemporer

Topik Kode
Just in Time 1
Total Quality Management 2
Rekayasa Ulang Proses 3
Teori Kendala (Theory of Constraint) 4
Persaingan Global 5
E-commerce 6
Balanced Scorecard 7
Activity Based Costing System 8
Akuntansi Keperilakuan 9
Akuntansi Biaya 10
Penganggaran 11

Metode Analisis
Pada penelitian ini pengolahan data bersifat deskriptif, data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada angka-angka. Peneliti melakukan penelitian menggunakan deskriptif, karena dalam penelitian ini peneliti hanya mengamati kecenderungan topik yang ada pada objek penelitian dan kemudian mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata.
Ada pun langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam mengolah data yaitu:
1. Pengolahan yang berbentuk skripsi
Peneliti melakukan pengolahan data hasil penelitian mahasiswa yang dituangkan dalam bentuk skripsi. Pada tahapan ini yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
a. Mengelompokkan skripsi berdasarkan peminatan masing-masing, yaitu peminatan akuntansi manajemen dan non akuntansi manajemen .
b. Selanjutnya dari hasil tersebut dilakukan pengelompokkan kembali, yaitu periode pengamatan dari tahun 2006 s/d 2010.
c. Dari hasil pengelompokkan, data diolah kembali dengan pengelompokkan berdasarkan topik-topik dalam akuntansi manajemen kontemporer dan berdasarkan metodologi penelitian.
d. Hasil yang diperoleh kemudian ditabulasi sesuai karakteristik masing-masing dengan menggunakan program Microsoft Office Excel sebagai alat bantu.
e. Dari hasil tabulasi dilakukan persentase dari masing-masing topik dengan menggunakan rumus:
Persentase topik = jumlah topik x 100%
Total Skripsi

Hasil akhir dari perhitungan tersebut digambarkan dalam bentuk grafik untuk masing-masing.
2. Pengolahan data dalam bentuk jurnal Simposium Nasional Akuntansi (SNA) dengan cara yang sama yang dilakukan terhadap skripsi.
3. Membandingkan hasil tabulasi dari data yang berbentuk skripsi dengan artikel SNA
4. Membuat kesimpulan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Tabulasi Topik Penelitian Skripsi Akuntansi Manajemen
Tujuan dari tabulasi ini adalah untuk mengelompokkan topik penelitian yang ada pada skripsi berdasarkan masing-masing topik yang ada pada akuntansi manajemen kontemporer, kemudian melihat kecenderungan dari topik tersebut. Hasil dari tabulasi akan dilihat berdasarkan tahun pengamatan yang dirincikan masing-masing tahun. Untuk mentabulasikan topik penelitian peneliti menggunakan media bantu progrma microsoft office excel. Dari hasil tabulasi didapat data sebagai berikut :
Tabel 3
Hasil Tabulasi Topik Penelitian Skripsi Akuntansi Manajemen

Topik Kode Hasil Jlh. %
2006 2007 2008 2009 2010
Just In Time 1 0 0 0 0 0 0 0,0
Total Quality Management 2 0 0 0 0 1 1 1,1
Rekayasa Ulang Proses 3 0 0 0 0 0 0 0,0
Teori Kendala (Teory of Constrain) 4 0 0 0 0 0 0
Persaingan Global 5 0 0 0 0 1 1 1,1
E-Commerce 6 0 0 0 0 0 0 0
Balanced Scorecard 7 0 0 1 0 2 3 3,4
Activity Based Costing System 8 0 0 1 0 1 2 2,3
Akuntansi Keperilakuan 9 9 10 15 17 9 61 69,3
Akuntansi Biaya 10 0 0 1 2 3 3,4
Penganggaran 11 4 1 4 4 4 17 19,3
Sumber: Hasil Tabulasi, 2011

Dari hasil tabulasi menunjukkan, pada tahun 2006 yang menjadi topik penelitian favorit mahasiswa jurusan akuntansi adalah akuntansi keperilakuan dan penganggaran. Pada tahun tersebut kecenderungan penelitian yaitu pada topik akuntansi keperilakuan. Pada tahun selanjutnya, yaitu 2007 kembali kecenderungan topik penelitian, adalah akuntansi keperilakuan akan tetapi ada peningkatan jumlah. Sedangkan penganggaran mengalami penurunan dan topik-topik yang lain belum ada yang mengkaji. Tahun 2008 terdapat perkembangan topik penelitian dengan munculnya kajian topik yang baru, akan tetapi hal tersebut tidaklah banyak. Mahasiswa masih cenderung kepada topik penelitian akuntansi keperilakuan. Sama halnya tahun 2009, topik penelitian mahasiswa kuntansi masih cenderung terhadap akuntansi keperilakuan.
Pada tahun 2010 perkembangan topik penelitian ada peningkatan, mahasiswa sudah mulai meneliti topik-topik yang baru walaupun jumlah yang meneliti topik tersebut cukup sedikit. Kecenderungan penelitian masih mengarah kepada akuntansi keperilakuan dengan tingkat persentase tinggi. Secara keseluruhan topik penelitian yang dilakukan mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu cenderung kepada topik penelitian akuntansi keperilakuan dengan persentase 69,3%. Topik selanjutnya adalah penganggaran dengan tingkat persentase 19,3%, sementara itu topik-topik yang lain tidak lebih dari 5%.
Tabulasi Topik Penelitian Pada Artikel di SNA
Tujuan dari tabulasi topik penelitian yang ada pada artikel yang dimuat di SNA adalah untuk melihat relevansi topik penelitian yang digunakan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia pratik. Hasil dari tabulasi topik penelitian dari artikel dalam SNA adalah sebagai berikut:
Tabel 4
Hasil Tabulasi Topik Penelitian Artikel SNA

Topik Kode Hasil Jlh. %
2006 2007 2008 2009 2010
Just In Time 1 0 0 0 0 0 0 0,0
Total Quality Management 2 1 0 0 1 0 2 3,8
Rekayasa Ulang Proses 3 0 1 0 1 0 2 3,8
Teori Kendala (Teory of Constrain) 4 0 0 0 0 0 0 0,0
Persaingan Global 5 2 1 0 0 1 4 7,5
E-Commerce 6 0 0 0 0 0 0 0,0
Balanced Scorecard 7 0 0 0 0 0 0 0,0
Activity Based Costing System 8 0 1 0 0 0 1 1,9
Akuntansi Keperilakuan 9 10 13 6 5 5 39 73,6
Akuntansi Biaya 10 0 0 0 0 0 0 0,0
Penganggaran 11 1 0 0 2 2 5 9,4
Sumber: Hasil Tabulasi, 2011

Data tabulasi menunjukkan hasil, pada tahun 2006 topik yang memiliki persentase tinggi adalah akuntansi keperilakuan. Pada tahun 2007 topik penelitian juga cenderung kepada akuntansi keperilakuan akan tetapi ada topik yang lain yang persentasenya cukup kecil. Sementara itu pada tahun 2008 topik penelitian yang ada hanyalah pada akuntansi keperilakuan. Ditahun 2009 kecenderungan topik penelitian masih mengarah pada akuntansi keperilakuan. Pada tahun 2010 topik penelitian masih cenderung terhadap akuntansi keperilakuan.
Secara keseluruhan topik penelitian pada artikel SNA persentase kecenderungan lebih besar kepada akuntansi keperilakuan dengan tingkat persentase 73,6%. Selanjutnya yaitu penganggaran dengan persentase 9,4%, kemudian persaingan global 7,5%, Total Quality Management dan rekayasa ulang proses sebesar 3,8%.
Perbandingan Hasil Tabulasi dari Topik Penelitian Skripsi dan Artikel SNA
Tujuan dari pembandingan skripsi dengan artikel SNA adalah untuk melihat relevansi kecenderungan topik penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia praktik. Perbandingan ini menggunakan hasil tabulasi yang sudah dijadikan ke dalam bentuk persentase. Hasil tersebut dari masing-masing topik digambarkan sebagai berikut:


Gambar 4.1
Grafik Perbandingan Topik Skripsi dan Artikel SNA


Dari hasil perbandingan didapat hasil bahwa kecenderungan topik penelitian antara penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang dituangkan dalam bentuk skripsi mempunyai kecenderungan yang sama dengan topik penelitian SNA, yaitu pada topik akuntansi keperilakuan dengan persentase yang cukup tinggi, kemudian topik selanjutnya adalah penganggaran.
Dengan demikian penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu mempunyai relevansi yang sama dengan penelitian pada artikel SNA. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil tabulasi yang menunjukkan kecenderungan topik penelitian skripsi sama dengan kecenderungan topik pada SNA. Banyak hal yang menyebabkan mahasiswa lebih memilih topik akuntansi keperilakuan sebagai topik pada penelitian, yaitu sebagian besar dari penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu mengacu pada artikel yang ada di SNA. Selanjutnya penelitian dengan topik akuntansi keperilakuan banyak menggunakan data primer yang mudah didapat, dimana data tersebut umumnya diperoleh peneliti dari penyebaran kuisioner.
Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan mahasiswa untuk dapat menjadikan topik-topik yang lain sebagai topik penelitian. Akan tetapi yang menjadi kendala adalah data pendukung sulit untuk didapatkan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar perusahaan dan instansi di Kota Bengkulu enggan memberikan data. Keengganan ini biasanya disebabkan kebijakan perusahaan yang ditentukan oleh perusahaan pusat untuk tidak memberikan data perusahaan kepada pihak luar dengan alasan kerahasian data perusahaan terutama terkait data keuangan. Selain itu, aktivitas perusahaan yang ada di Kota Bengkulu masih tidak begitu kompleks seperti yang terjadi diluar negeri. Dengan kata lain sistem manajemen yang diterapkan perusahaan di Kota Bengkulu masih bersifat tradisional, sehingga untuk meneliti topik-topik yang bersifat kontemporer seperti Just In Time, TQM, ABC, teori kendala, E-commerce, dan lain-lain mengalami kesulitan. Perusahaan dan instansi yang ada di kota bengkulu enggan untuk memberikan data. Kesulitan lainnya terkait dengan topik-topik yang ada adalah adanya peraturan dari perusahaan yang tidak bisa memberikan data atau akses kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang dituangkan dalam bentuk skripsi dalam jenis penelitian mempunyai relevansi yang sama dengan penelitian pada artikel SNA. Hal ini bisa saja disebabkan karena sebagian besar mahasiswa lebih mengacu kepada artikel SNA sebagai referensi untuk menentukan jenis penelitian yang akan dilakukan.
Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya peneliti menarik kesimpulan:
1. Dari 11 topik penelitian yang ada pada akuntansi manajemen, kecenderungan topik penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu adalah topik akuntansi keperilakuan dengan persentase 69,3%. Selanjutnya topik penganggaran dengan persentase 19,3%, Balanced scorecard 3,4%, Activity based costing system 2,3%, persaingan global 1,1%, dan yang terakhir adalah Total Quality Management 1,1%. Mengacu kepada artikel yang dimuat di SNA, penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu sejalan dengan SNA. Hal ini dibuktikan dari kecenderungan topik penelitian yang ada pada SNA persentase tertinggi, yaitu topik akuntansi keperilakuan dan penganggaran dengan persentase 73,6% dan 9,4%.
2. Topik Penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang tertuang dalam bentuk skripsi mempunyai relevansi yang sama terhadap topik artikel SNA,. Hal ini terbukti dengan kesamaan kecenderungan dari topik dan jenis penelitian. Ini menunjukkan SNA merupakan acuan penelitian bagi mahasiswa akuntansi di Universitas Bengkulu

5.1 Impikasi Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan acuan bagi para akademisi, baik itu mahasiswa ataupun dosen atau akuntan pendidik yang akan melakukan penelitian untuk menentukan topik sesuai dengan isu-isu yang sedang berkembang. Penelitian ini juga diharapkan memberikan informasi bagi para akademisi mengenai kecenderungan topik dan jenis penelitian yang ada pada saat sekarang khususnya pada Jurusan Akuntansi Universitas Bengkulu.

5.2 Keterbatasan Penelitian dan Saran
Penelitian ini masih memiliki keterbatasan yang mungkin dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Oleh karena itu penelitian ini masih harus dikembangkan untuk penelitian selanjutnya. Keterbatasan yang peneliti maksud antara lain:
1. Penelitian ini hanya menggunakan sampel skripsi mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu yang mengambil peminatan manajemen. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah sampel penelitian seperti skripsi akuntansi keuangan, akuntansi sektor publik, sistem informasi akuntansi, audit, dan akuntansi syari’ah, kemudian penelitian selanjutnya juga bisa menambah penelitian pada universitas yang lain. Hal itu diharapkan untuk mengetahui ruang lingkup yang luas untuk melihat kecenderungan topik penelitian mahasiswa akuntansi.
2. Penelitian ini hanya menggunakan artikel yang diseminarkan di Simposium Nasional Akuntansi (SNA) sebagai pembanding untuk melihat relevansi penelitian mahasiswa jurusan akuntansi Universitas Bengkulu dengan dunia praktik. Untuk penelitian berikutnya diharapakan bisa menambah data pembanding dari jurnal-jurnal resmi yang ada di dalam dan luar negeri.
3. Penelitian ini hanya mengamati topik penelitian yang terjadi pada saat sekarang, yaitu tahun pengamatan 2006 sampai dengan tahun 2010 tetapi tidak memprediksikan topik penelitian berikutnya yang mungkin munculnya topik penelitian yang baru. Penelitian berikutnya disarankan juga dapat memprediksikan kecenderungan topik penelitian ke depannya.

DAFTAR PUSTAKA

Asri, Dwija Putri. 2008. Implikasi Riset Akuntansi Keperilakuan Terhada Pengembangan Akuntansi Manajemen. AUDI Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Volume. 2. Juli 2008.

Belkaoui, Ahmed Riahi. 2006. Accounting theory. Teori Akuntansi. Edisi 5. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat

Bjornenak, T. 1997. Diffusion and Accounting: The Case of ABC in Norway. Management Accounting Research. 8. pp. 3-17.

Carter, William K., Milton F. Usry. 2006. Akuntansi Biaya. Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat.

Daymon, Christine dan Immy Holloway. 2008. Metode-metode Riset Kualitatif dalam Public Relations dan Marketing Communications. Yogyakarta: Bentang Pustaka.

Erlina. 2004. Fungsi dan Pengertian Akuntansi Biaya. (online) (diakses 08 Desember 2010) tersedia di World Wide Web: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1201/1/akutansi-erlina7.pdf

Garrison, Ray H, Eric W. Noreen, dan Peter C. Brewer. 2006. Akuntansi Manajemen. Edisi 11. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Gunawan, Raden. 2010. Perkembangan Akuntansi (onlne) (diakses 11 Maret 2011) tersedia di World Wide Web: http://blog.unila.ac.id/radengunawans/files/2010/07/Bab-1.pdf

Hendraputra, Ade, dkk. 2009. Aplikasi E-commerce. Bandung: Politeknik Telkom.

Hongren, Charles T. (1993). Pengantar Akuntansi Manajemen. Jilid I. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

Ikhsan, Arfan dan Ishak Muhammad. 2005. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Iskandar, Ridwan Sudayat. 2009. Konsep Dasar dalam Teori Kendala. (online) (diakses 02 Mei 2011) tersedia di World Wide Web: http://ridwaniskandar.wordpress.com/

Mulyadi. 2003. Activity Based Cost System: Sitem informasi Biaya untuk Pengurangan Biaya. Edisi 6. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Munandar, M. 2001. Budgeting: Perencanaan kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja. Edisi 1. Yogyakarta: BPFE.

Munif, Achmad. 2005. Meningkatkan Daya Saing dalam Era Persaingan Global. (online) (diakses 10 Mei 2011) tersedia di World Wide Web: http://idb2.wikispaces.com/file/view/rd2011.pdf

Natigor, Fahmi Nasution. 2004. Just In Time dan Perkembangannya dalam Perusahaan Industri. (online) (diakses 28 April 2011) tersedia di World Wide Web: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1211/1/akuntansi-fahmi.pdf

Kaplan, R dan Norton, D. 1992. The Balanced Scorecard-Measures that Drive Performance. Harvard Business Review.

Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Ritonga. M.T, dkk. 2007. Ekonomi. Jakarta: PHIBETA.

Sekaran, Uma. 2006. Research Methods For Business. Jakarta: Salemba Empat.

Selto, Frank H., Sally K. Widener. 2002. New Directions in Management Accounting Research: Insights from Practice.

Suardhika, Ketut Natha. 2008. Total Quality Management sebagai Perangkat Manajemen Baru Untuk Optimisasi. Buletin Studi Ekonomi Vol.13. No.1. Tahun 2008.

Sucipto. 2004. Penerapan Akuntansi Manajemen dalam Mengambil Keputusan. (online) (diakses 02 April 2011) tersedia di World Wide Web: http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-sucipto4.pdf

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Alfabeta.

Supriyono, R.A. 1999. Manajemen Biaya Suatu Reformasi Pengelolaan Bisnis. Yogyakarta: BPFE.

, R.A. 1997. Akuntansi Biaya dan Akuntansi Manajemen untuk Teknologi
Maju dan Globalisasi. Yogyakarta: BPFE.

Warren, Carl S, James M. Reeve, dan Philip E. FESS. 2005. Pengantar Akuntansi. Edisi 21. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Wilopo, R. 2007. Perkembangan Riset Akuntansi di Indonesia: Analisis Terhadap Penelitian pada Simposium Nasional Akuntansi. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Ventura, Vol. 10. Agustus 2007.

Wiwik. 2008. Akuntansi Manajemen dan sejarah perkembangannya. (online) (diakses 25 Maret 2011) tersedia di World Wide Web: http://repo.kuliah.uajy.ac.id/897/kuliah1_2.pdf

Tuesday, November 1, 2011

PASAR RAKYAT SDIT IQRO'1 BENGKULU

puncak matapelajaran IPS kelas 4 di SDIT Iqro'1 adalah pelaksanaan Pasar Rakyat.
di kesempatan ini, Alif berjualan RUJAK GOBET dan Jus Sirsak...  hmmm..segar...
Rujak gobet belum ada di Bengkulu lho... ini peluang bisnis.. karena, baru berapa menit pasar dibuka, dagangan Alif laris manis... Btw, sebenarnya ide jualan rujak gobet berasal dari Bunda Alif yang lagi kangen sama Rujak Gobet di Yogya. waktu kuliah dulu, hampir tiap minggu, bunda Alif tidak pernah lupa menyantap hidangan satu ini.... hmm.. jadi pengen lagi...