Friday, August 3, 2012

TATA KRAMA MENJELANG PERNIKAHAN-ADAT SUMATERA SELATAN (source: Yas Budaya's File)



Ketika calon mempelai pengantin pria tiba di rumah calon mempelai  pengantin perempuan, biasanya dilakukan penyambutan oleh tuan rumah dengan sebuah acara adat. untuk daerah Sumatera Selatan khususnya kota Palembang, acara penyambutan dilakukan dengan berbalas pantun. Berikut ini, salah satu contoh naskah pantun yang digunakan dalam acara penyambutan tersebut. Semoga bermanfaat.
(Sumber: Yas Budaya's File, 2004 dipublikasikan oleh Beranda Rumah Alif)

*****************************
TATA KRAMA MENJELANG PERNIKAHAN

___________________ binti ___________________
dengan
___________________ bin ___________________



PENYAMBUTAN ROMBONGAN CALON MEMPELAI PRIA
MC      :           Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuh,
                        Bismillahirrohmaanirrohim,
                        Alhamdulillahirobbil’alamin,
                        Assholaatu wassalaamu’ala Rosulillah,
Wa’alaa aalihi washohbihi ajma’iin.

Hadirin yang kami hormati,
Selamat datang kami ucapkan,
Semoga Allah, melimpahkan rahmat dan keselamatan,
Serta petunjuk dan bimbingan.

Banyak orang dalam  rombongan,
Tentulah ada yang dihajatkan,
Kalau ada yang hendak dikatakan,
Kepada ketua rombongan kami persilahkan.

KETUA ROMBONGAN      :
                        Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh,
                       
                        Menumbuk padi di lesung batu,
                        Menampi didulang-dulang,
                        Kami datang dari jauh,
                        Mohon diterima dengan senang.

TUAN RUMAH                     :
                        Wa’alaikumussalaam wa rohmatullahi wa barokaatuh,
                        Buah berembang tumbuh di Kuala,

                        Dimakan paksi berkawan-kawan,
                        Kalau boleh kami bertanya,
                        Datang kemari apa tujuan.

KETUA ROMBONGAN      :
1.      Samarinda negeri asal daerah,
Kota palembang tempat tujuan,
Hajat hati mencari saudara,
Untuk menjalin kekeluargaan.

2.      Ada cerita dinegeri kami,
Dibawa dari kota bari,
Sekuntum mawar tumbuh bersemi,
Menawan hati bujang kami.

3.      Buluh Perindu suling sakti,
Suara merdu menyayat hati,
Rindunya sudah tak tertanggung lagi,
Demamnya semakin menjadi-jadi.

4.      Suara merdu si burung kenari,
Burung dara terbang tinggi,
Karena rindu kami datang kemari,
Bawa cindera mata tanda cinta kasih.

5.      Memakai gelang akar bahar,
Untuk penangkal sakit gigi,
Konon kabar yang kami dengar,
Keduanya telah mengikat janji.

6.      Naik sekunar ke pulau Selayar,
Pergi menangkap ikan tenggiri,
Kalau benar yang kami dengar,
Kami datang memenuhi janji.

7.      Pulau Bangka penghasil timah,
Pohon lada hasil sampingan,
Kalau cenderamata sudah diterima,
Mohon pula anak dinikahkan.

8.      Pohon mangga tumbuh digunung,
Tidak sebanyak tanaman salak,
Mohon maaf mohon ampun,
Kalau bicara banyak yang salah.

TUAN RUMAH         :
1.      Pasar Sekanak tempat berjualan,
Menjual sapi sembelihan kurban,
Kalau disimak dan direnungkan,
Tahulah kami kehendak dan tujuan.

2.      Kuning emas burung dewata,
Indah bulunya cahaya berkilauan,
Kami terima semua cenderamata,
Kalaulah itu maksud tujuan.

3.      Tinggi batang si pohon bira,
Daunnya lebar jatuh ketanah,
Rombongan datang kami gembira,
Dengan gegawaan cenderamata.




4.      Kelapa tumbuh di ujung dusun,
Airnya diminum terasa segar,
Cerita tuan kami dah maklum,
Apa yang didengar adalah benar.

5.      Anak saudagar pergi berburu,
Kadal melompat ke lubang batu,
Kami mendengar rasa terharu,
Bakal mendapat anak menantu.

6.      Itik serati berenang di kali,
Asyik makan daun keladi,
Puteri kami memang mengikat janji,
Dengan putra Bapak yang baik budi.

7.      Menangkap kuda di tengah padang,
Badak bercula sukar didapat,
Lengkap sudah segala gegawaan,
Sempurna pula, syarat beradat.

8.      Anak tekukur si burung balam,
Kena pikat putra Bangsawan,
Sudah cukup panjangnya kalam,
Tiba saatnya anak dinikahkan.

9.      Kalau desa menjadi kota,
Tanda dunia mulai tua,
Kalau  ada yang salah kata,
Mohon maaf setulus-tulusnya.

Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh.



MC      :           Hadirin yang terhormat,
Gayung telah bersambut,
Kata bulat telah mufakat,
Terkabul pula semua hajat.

Dengan mengucap : “Bismillahirrohmaanirrohiim”,
Acara akad nikah,

___________________ binti ___________________
dengan
___________________ bin ___________________

                        segera kita laksanakan.

Kepada para hadirin, para undangan, dan rombongan calon besan, kami silahkan masuk ke ruang upacara pernikahan.



***********************************************




Plg, 22022004
Yas Budaya.

No comments:

Post a Comment