Wednesday, October 24, 2012

DEMO MENUNTUT NASI UDUK

Beginilah kalo anak mengungkapkan keinginannya yang belum dipenuhi bundanya.... menu sarapan pagi di hari Minggu biasanya berupa nasi uduk warung tetangga. namun pada pagi ini menu bunda berbeda dari biasanya. kalo biasanya bunda malas masak-masak di Minggu pagi, kali ini bunda dengan semangat 45 memasak sarapan sendiri dengan menu biasa yang bisa dimasaknya (maklum, bunda gak pandai memasak)... mengetahui hal itu, anak-anak pun protes, menuntut haknya di Minggu pagi... kecuali Faqih, ketiga anak bunda (Alif, Nina dan AMel) menuntut dengan gayanya yang lucu... Faqih mengejek ketiganya dengan membokongi mereka, namun ia kena batunya... terpeleset di depan ketiga saudaranya... ahh.. my kids...

BROOM AND MY FACE


Tuesday, October 9, 2012

KREASI CUMI



Kreasi Cumigungdong


Sekilas terbersit seperti makanan Tionghoa, tapi ini merupakan kreasi bunda Alif yang sedang kehabisan bahan untuk memasak. Pagi-pagi, jadwal sibuk menyiapkan sarapan buat anak-anak berangkat sekolah. Ketika membuka kulkas, betapa terkejutnya bunda Alif, yang tersisa hanya dua potong cumi besar dan sebuah kedondong serta sebuah jagung manis yang mulai mengering...
Waktu cepat berlalu.. harus segera bertindak jika tidak mau terlambat menyediakan sarapan anak-anak.
Terciptalah menu Cumigungdong
Bahan:
Cumi ukuran besar                          ½ kg
Jagung Manis                                     1 biji
Kedondong                                        1 biji

Bumbu:
Bawang merah                                  3 siung
Bawang putih                                    2 siung
Bawang Bombay                              ½ buah
Pala bubuk                                          ½ sdt
Lada bubuk                                         ½ sdt
Minyak goreng                                  secukupnya
Garam                                                  secukupnya
Kecap                                                    secukupnya

Cara membuat:
1.       Potong cumi membentuk lingkaran cincin
2.       Iris jagung dan kedondong yang telah dikupas
3.       Iris tipis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay
4.       Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang sudah diiris
5.       Masukkan jagung yang sudah dipipil, tumis sebentar, masukkan cumi yang telah dipotong
6.       Aduk-aduk bahan yang ditumis, masukkan kedondong dan bumbu lain
7.       Tutup wajan sekitar 1 menit, aduk-aduk, tumis cumigungdong siang disajikan

Selamat mencoba....
Tulis komentar ya....


Tuesday, September 4, 2012

I am A SuperMOM

wow, hebat.... super mom... setara superman atau superboy... perkasa, punya energi yang luar biasa... punya senjata ampuh... laser keluar dari mata....
jadi supermom juga kayak gitu kali yah?..
 ah ternyata tidak... aku cuma manusia biasa... wanita biasa... yang bersyukur diberi kesempatan untuk memiliki rumah yang nyaman, seorang (masak dua??) suami, dan 2 pasang putra-putri yang luar biasa menyejukkan... punya masyarakat di luar rumah, (sekarang) punya amanah di kantor, punya tanggung jawab sosial.....
 aku ini wanita biasa... yang memiliki banyak kelemahan... mudah ngambek, mudah capek, dan kalo sudah capek.. mudah juga untuk marah-marah... belum lagi minimnya 'ilmu' dan informasi yang harusnya aku miliki...
ah... aku sekedar wanita biasa
subhanallah.... aku tahu aku wanita biasa, karena itu aku minta padaMu ya Allah, beri aku kekuatan untuk menjalani hidupku... beri aku hidayah, ilmu, dan cahayaMu untuk menuntunku,.... beri aku kesabaran untuk mengatasi amarahku... beri aku kemudahan menjalankan amanah ini....
pertama, aku coba bangun pagi... 04.00 batas waktu yang kutentukan untuk bisa mengadu kepada Pemilikku... hingga 30 menit ke depan, aku curhatkan seluruh perasaanku padaNya... kupanjatkan seluruh pintaKu kepada Penguasa langit dan bumi...
30 menit kemudian, mulai kunyalakan tungku perapian, masak air, mengiris sayur mayur, memanaskan lauk pauk yang tersisa, ......... chef handal sedang beraksi.... hingga adzan subuh mendayu-dayu dari mesjid kompleks terdengar... 5 menit untuk sholat subuh... (kasian deh... sholat cuma 5 menit).........
05.10 wib. waktu mempersiapkan si sulung dan anak kedua untuk ke sekolah... mulai dari menyiapkan makan, menyiapkan pakaian sekolah, hingga mengantar mereka ke depan rumah menunggu mobil jemputan sekolah
06.15 dua anandaku tercinta berangkat ke sekolah menimba ilmu untuk bekal hidup mereka kelak di kemudian hari...
masuk ke dalam rumah, anak ketiga dan keempat biasanya baru bangun... cipika-cipiki.. dipeluk-peluk... diantar ke kamar kecil.... disuguhi segelas air putih untuk menyegarkan tubuh setelah tidur nyenyak semalaman...
06.30... menawari sarapan pagi untuk keduanya... ini butuh waktu lama.... saking lamanya, bisa diselingi dengan waktu menyiapkan materi kuliah atau pernak-pernik yang akan dibawa ke kantor hari itu...
07.30... memandikan kedua anak sesuai kondisi.... bisa cipat-ciput...bisa gebyar-gebyur... tergantung tingkat keburu-buruanku dan suami pada pagi itu... kalo butuh segera (kuliah masuk jam 8), maka aku menawarkan mandi gaya cipat-ciput.... just water yang dicipratin ke badan... tapi kalo pagi itu luang, maka gebyar-gebyur alternatif terbaik... diselingi main sabun... busa sana-sini...
08.00 atau kuranglah... ijin pamit ngantor... ijinnyapun unik...
 ketika mereka cium tangan, mereka minta aku untuk mencium kepala mereka sambil berkata jadi hafidz/ah, jadi anak yang sholih/ah, jadi pemimpin umat, jadi muzakki, jadi al abid..., jadi qonitat... jadi mukmin, jadi pemimpin yang adil... dan seterusnya... setelah itu, baru mereka melepas tanganku dan melambaikan tangan melepas kepergiannya ke kampus...
jam13.00 sebenarnya sudah free buatku untuk pulang ke rumah, tapi ada tanggung jawabku juga membina masyarakat dalam bentuk pengajian rutin... jadi terkadang gak langsung pulang ke rumah... mampir dulu... ngisi pengajian
kalo gak ada kuliah siang atau sore, kuusahakan jam 15.00 sudah di rumah... kuajak anak-anak tidur sambil menanti yang sekolah pulang...
adzan ashar menandakan aku harus beraktivitas sore... sungguh aku sangant terbantu dengan khadimat yang mau menolongku di rumah... meski dia tidak bersedia menginap (datang jam7.30 pulang jam 17.00), kehadirannya sangat membantu, paling tidak aku tidak perlu menyapu rumah, membereskan tempat tidur atau mainan anak-anak, menjemur pakaian, melipat dan menyetrika pakaian, dan dia pula yang menjaga anak-anak selama aku dan suami ke kampus... alhamdulillah.. mudah-mudahan aku tidak mendzaliminya...
jam18 kami sudah berkumpul kembali.. tak jarang kami sholat magrib berjamaah di mesjid, setelah itu aku menyimak dan bersama-sama membaca Al Qur'an, makan malam, dan mendampingi mereka beraktivitas malam....... bikin PR, nonton TV, browsing internet.. ngegame online.... luv yu kids...
jam20.00... deadlineku untuk memejamkan mata... terlalu sore??? tapi itulah kelemahanku... cukup sholat isya menjadi batasku beraktivitas seharian.... dan tidurku kujadikan men-charge bateraiku untuk memulai kehidupanku esok hari....
urusan suami??? ah.. kami bisa mencuri-curi waktu di sela-sela kesibukan...
beres, kan??? fullday for me...
bagiku yang orang biasa ini... aktivitas ku sehari-hari itu sudah membuat ku seperti supermom.... semua serba harus terlayani.. suami, anak-anak, masyarakat,.... dan diriku sendiri...



Saturday, August 18, 2012

bunga jambu jamaica

Berbeda dengan bunga jambu air biasanya yang berwarna putih, jambu jamaica memiliki bunga berwarna merah merona..

Wednesday, August 8, 2012

Monday, August 6, 2012

Butiran Hujan Pertama di Ramadhan 2012-Bengkulu,INA

Memasuki hari ke 16 bulan Ramadhan 1433H, tepatnya 5 Agustus 2012, langit memberikan belas kasihNya. Setelah sejak awal Ramadhan, dengan KuasaNya langit bersinar dg teriknya. Titik hujan yang jatuh di atap menarik perhatian Faqih (6 th), "seperti intan berkilau ya bun" katanya. Kupeluk dia dan berkata"Alhamdulillah.. Akhirnya Allah menurunkan rahmatNya"

Nina menanti berbuka

yummy... menu buka puasa Faqih (Ramadhan 2012)

Friday, August 3, 2012

TATA KRAMA ACARA SUAP-SUAPAN DAN CACAP-CACAPAN-Pernikahan Adat Palembang (Yas Budaya's File)

Rangkaian acara pernikahan di Palembang dilengkapi dengan acara suap-suapan dan cacap-cacapan. Sebagaimana budaya di daerah lain, acara suap-suapan menjadi ciri khas pelengkap sebuah akad nikah, dimana pengantin pria memberikan sesuapan hidangan (biasanya nasi kuning) kepada pengantin wanita dan begitu pula sebaliknya. Namun, di daerah Palembang, acara ini tidak sebatas suap-suapan antara pengantin pria dan wanita saja, melainkan pula orang tua dan kakek nenekpun, ikut memberikan suapan dengan diiringi nasihat yang penuh hikmah. Setelah suap-suapan dilaksanakan, dilanjutkan acara cacap-cacapan, dimana air menjadi simbol utama kehidupan dipercikan kepada kedua pengantin. Berikut ini naskah tata krama acara suap-suapan dan cacap-cacapan yang dilakukan pada acara pernikahan di kota Palembang. 

Semoga bermanfaat.
Sumber: Yas Budaya’s File, 2004
Dipublikasikan oleh: Beranda Rumah Alif

TATA KRAMA MENJELANG PERNIKAHAN-ADAT SUMATERA SELATAN (source: Yas Budaya's File)



Ketika calon mempelai pengantin pria tiba di rumah calon mempelai  pengantin perempuan, biasanya dilakukan penyambutan oleh tuan rumah dengan sebuah acara adat. untuk daerah Sumatera Selatan khususnya kota Palembang, acara penyambutan dilakukan dengan berbalas pantun. Berikut ini, salah satu contoh naskah pantun yang digunakan dalam acara penyambutan tersebut. Semoga bermanfaat.
(Sumber: Yas Budaya's File, 2004 dipublikasikan oleh Beranda Rumah Alif)

*****************************
TATA KRAMA MENJELANG PERNIKAHAN

___________________ binti ___________________
dengan
___________________ bin ___________________


Thursday, June 7, 2012

Nabi Adam dan PUSAR (UDHEL)




Suatu hari, keempat malaikatku bercanda di ruang keluarga. Topik yang hangat dibahas saat itu adalah mengenai “udhel” alias pusar yang berada di tengah bagian perut setiap orang.. sambil memegang udel masing-masing dan membandingkan satu sama lain, mereka tertawa cekikikan diselingi jeritan-jeritan lucu menahan geli....
Sampai suatu ketika, muncul pertanyaan dari mulut salah seorang dari mereka, “Bun, emang udhel itu untuk apa, sih bun?”cukup menyentakkanku yang sedang asyik membaca. Sejauh ini, aku belum pernah sekalipun memikirkan apa kegunaan udhel dalam kehidupan...
Kutarik nafas dalam.... “hmm, udhel itu merupakan peringatan”... “peringatan? Peringatan apa bun?” si sulung mulai menggali lebih dalam..
“peringataaaan... yah, peringatan untuk tidak melupakan ibu mereka...?”
“kok bisa bunda?” yang kedua masih belum bisa menemukan korelasinya
“iya, udhel itu, merupakan tanda bahwa seseorang pernah berada dalam perut ibunya...”
Semakin penasaran kulihat kedelapan mata malaikatku....
“waktu masih di dalam perut, adik bayi belum bisa makan dengan menggunakan tangannya sendiri... sementara adik bayi kan juga butuh makan meski di dalam perut...”
Oh... mulut mereka mulai menganga...
“karena belum bisa makan sendiri, makanannya didapat dari makanan ibunya, nah, saat ibunya makan, makanan masuk ke perut ibu, tapi tangan ibu tidak masuk ke perut untuk membagi makanan itu ke adik bayi, melainkan makanan itu sendiri mengalir ke badan adik melalui selang. Selang itu menghubungkan perut ibu dengan perutnya adik, jadi makanan bisa langsung masuk perut adik tanpa melalui mulutnya adik... nah waktu adik sudah keluar dari perut ibu, selangnya gak dipakai lagi, karena adik sudah bisa makan minum melalui mulutnya... karena gak dipakai lagi, selang itu harus dibuang, dan bekas ujung selang yang di perut adik itu namanya udhel....”
Akhirnya aku bisa menyelesaikan teoriku dengan hati-hati.... melanjutkan bacaanku...
Harapanku, mereka tidak melupakanku sebagai ibu mereka...
“ooooo.....” mereka melanjutkan diskusi lain.... diskusi tentang ANIMAL KAISER...
Namun, beberapa hari berlalu, di saat mereka sedang bercanda di tempat tidurku (tempat favorit mereka.....) anak kedua tiba-tiba bertanya lagi...
“bunda, kalo gitu Nabi Adam gak punya udhel ya bunda?.......”
Astarghfirullah.... perkataan darimana itu (biasanya orang yang gak punya udhel adalah orang yang konotasinya negatif). Aku sudah lupa pembicaraan waktu itu.
Tapi kemudian dia melanjutkan....
“kata Bunda kan, udhel itu tanda bahwa seseorang pernah ada di dalam perut ibunya... kan nabi Adam tidak punya ibu???...... jadi gak punya udhel....”
FUNGSI LOGIKA  matematika yang kupelajari di SMA ternyata sudah dikuasainya....
“begitu juga Siti Hawa bun...????” sulung menyambung
Duh.... ????
Badanku yang lelah karena seharian di tempat kerja kujadikan alasan untuk pura-pura tertidur......
What can I say???? Help me, please.....
I have no idea for this question...

NYANYIAN BUNDA



Hari Minggu merupakan hari keluarga yang kutunggu.... hari ini kujadikan ajang pelatihan urusan rumah tangga bagi anak-anakku, terutama yang sudah bersekolah. Hal ini bukan tanpa alasan. Selain memang di hari minggu pengasuh anak (sekaligus yang membereskan rumah) libur (pegawai rumahan ada hari liburnya lho...), aku juga butuh bantuan untuk mengerjakan urusan rumah tangga di hari itu.  Di samping itu, anak-anak tidak berkesempatan untuk mengetahui tetek bengek urusan rumah tangga, karena diakibatkan full day school...
Seperti biasa, pembagian tugas kuberikan sesuai dengan kemampuan si anak, misal: si sulung alif yang kuminta angkat dan jemur pakaian, mbak nina yang menyapu seluruh bagian rumah, faqih yang kuminta ke warung untuk beli ini dan itu, dan si kecil cukup memindahkan sampah di ruang keluarga ke dapur. Selain itu, mereka semua berkewajiban membereskan dan membersihkan tempat tidur masing-masing.
Seiring waktu berjalan, si sulung mulai menunjukkan keegoannya.. beralasan liburan adalah kesempatan untuk nge-game dan nonton tv sepuasnya, maka tugas-tugas pun tak jarang diabaikan. Kalau dulu cukup sekali diminta mengerjakan, maka ia langsung mengerjakan. Namun sekarang, meski sudah diperingatkan berkali-kali, tapi ternyata tidak digubris sama sekali... hingga pada akhirnya, kudekati ia yang sedang asyik di depan komputernya, dan kukatakan, “Nak, bunda mau nyanyi.... mau pakai nada rendah atau nada tinggi....??”
Mendengar itu, sontak ia berkata dan menghentikan permainannya.... “ iya, iya bun.....nada rendah aja.....” sambil berlalu menuju kamarnya... melipat selimut dan merapikan tempat tidurnya...
Ternyata cukup efektif.....

Bengkulu, 4 Juni 2012, 04.13wib

Wednesday, May 16, 2012

Cinta Rasul-nya Faqih

Faqih belajar menghapal 25 Nabi dan Rasul....

Thursday, April 26, 2012

BONEKA POM-POM ALIF cs

bahan dan peralatan yang dibutuhkan:

contoh boneka yang sudah jadi

tinggal dikemas dan diberi label... siap dijual