Thursday, January 9, 2014

haruskah sekolah pada usia dini???

suatu ketika, dari sebuah pembicaraan dengan seorang sahabat, kuperoleh informasi yang mengatakan bahwa ada seseorang yang menyatakan diriku dan suami tidak begitu memperhatikan pendidikan anak-anak kami... kok bisa??? tanyaku heran.. rupanya indikator beliau menyampaikan hal tersebut adalah dengan tidak intensnya kami menyuruh anak-anak untuk berangkat ke sekolah (tk/paud) ketika mereka menolak atau merasa "malas" berangkat  pada hari-hari dimana seharusnya mereka berangkat ke sekolah. dengan kata lain, kalo mereka menjawab 'iya' ketika ditanya 'sekolah gak hari ini?' atau mereka yang meminta sendiri, baru kami antar mereka sekolah... dan itu terjadi sejak anak kami yang pertama, hingga yang keempat...
di saat anak-anak lain dengan riang gembira mempersiapkan diri atau bisa jadi 'terpaksa' untuk berangkat sekolah karena kesibukan orang tuanya, anak-anak kami bebas memilih untuk berangkat atau tidak...  dan kecenderungan mereka memilih untuk tidak berangkat...
why?????
saya juga heran, kok bisa??? dan pernah kami paksakan mereka untuk berangkat ke sekolah, eh malah perlawanan dan tangisan yang kami peroleh...
saudaraku,
yang jelas, saya dan suami selalu berusaha membuat area 'nyaman' bagi anak-anak di rumah kami... baik secara fisik maupun secara spiritual...
rumah kami bangun senyaman mungkin, setinggi mungkin, seluas mungkin (meski hanya berukuran 15x30), dengan perabotan yang minim, sebutuhnya... tujuannya adalah memberikan ruang bagi anak-anak kami untuk bermain, bergerak, berlari... permainan yang mereka butuhkan mulai dari bayi hingga mereka besar kami sediakan, dinding dan kertas kami sediakan untuk mereka berkreasi, tanah kami gali dan kami letakkan di halaman tengah untuk mereka bermain membuat berbagai bentuk, pelepah pisang kami sediakan untuk mereka bermain perang-perangan... mainan edukatif dari toko hingga games komputer kami belikan yang terbaik...
buku cerita hingga buku ilmu pengetahuan kami koleksi untuk pustaka mereka...
dan mulai dari ketika mereka belajar berkata-kata, saya sudah memperkenalkan huruf.. baik latin, maupun huruf arab... berhitung, membaca.. sambil bermain...
dan di tengah kesibukan saya sabagai wanita karir, saya selalu menyediakan waktu khusus bagi anak-anak untuk itu semua... ketika memang membutuhkan 'pelukan hangat', saya dan suami selalu berusaha hadir untuk mereka...
saya berusaha menyediakan makanan terbaik yang halal dan thoyyib bagi mereka.. hingga mereka tidak perlu jajan ke warung setiap hari... jadwal jajan diatur suami sekali seminggu, di akhir pekan, itupun untuk mengajari keberanian pada diri mereka untuk berinteraksi dengan orang lain...
akibatnya, mereka tidak selalu merengek-rengek minta uang jajan..
sholat wajib selalu kami usahakan berjamaah, saya menjadi imam bagi anak-anak perempuan saya, dan suami selalu menuntun anak-anak laki-laki ke mesjid untuk sholat berjamaah. selesai sholat kami biasakan bercerita...
sebelum mereka pandai membaca, hampir tiap malam saya membacakan kisah teladan para nabi dan rasul, termasuk kisah-kisah pengalaman orang-orang terkenal... bahkan tidak jarang kami melakukan kisah berantai, masing-masing menyiapkan satu kalimat yang dirangkai meneruskan kalimat sebelumnya sehingga terkadang menjadi sebuah kisah yang gak nyambung... kami melakukannya sebelum tidur..
saudaraku,... dengan keterbatasanku, aku mencoba menjadi supermom bagi anak-anakku...
tidak salahkan jika mereka memilih belajar di rumah karena kenyamanan yang kami sediakan...
sampai ketika anak pertama mau masuk sekolah dasar... nyaris saja saya berniat mengadakan homeschooling di rumah... tapi ketika saya menyadari hal itu tidak mungkin dilakukan bagi seorang perempuan yang berkarir di luar rumah, akhirnya kami mendaftarkan anak pertama di sekolah islam terpadu yang terbaik di kota ini...
hasilnya, 3 dari 4 anak yang ada, tidak mengalami permasalahan dalam mengikuti pelajaran di sekolahnya... hingga kini, anak pertama sudah duduk di sekolah menengah pertama.. dan ketiganya menunjukkan prestasi yang baik di kelasnya.
tinggal satu anak lagi... berusia 5 tahun...
lagi-lagi... dia berjanji untuk mulai sekolah ketika berumur tepat 5 tahun, dan ia menepatinya. 4 januari yang lalu dia berumur 5 tahun, bertepatan 2 hari berikutnya, anak-anak masuk sekolah kembali dari liburan semester ganjil... tapi apa yang terjadi... hari berikutnya ia minta bolos sekolah, dengan alasan gak punya payung kecil (kebetulan pagi itu hujan turun)... keesokan harinya, ia kembali ke sekolah, dan diajak ikut lomba mewarnai di sekolah lain...  karena itu juga, sorenya ia bilang capek, dan dijadikan alasan untuk tidak sekolah hari ini.... tapi ia berjanji besok akan sekolah lagi....hmmm.. kita lihat saja besok...
masih layakkah kami dikatakan tidak memperhatikan pendidikan anak-anak kami???
hmmm... kok jadi seperti 'membela diri' ya??? hehe...
sekedar catatan ringan buat anak-anakku kelak...
sstt... nak, mau tau, bunda juga dulunya gak TK sebelum masuk SD..
padahal, saudara-saudara bunda yang lain, sebelum SD mereka sekolah  TK dulu...



Tuesday, November 26, 2013

YAS BUDAYA: Ekspresi Cinta di mahligai dunia ayah dan mama

YAS BUDAYA: Ekspresi Cinta di mahligai dunia ayah dan mama: - semoga bersatu kembali di akhirat kelak dan akhirnya, dua hati itupun menyatu mengarungi bahtera luas hingga akhir hayat memisahkan k...

YAS BUDAYA: DIALOG KERINDUAN 2

YAS BUDAYA: DIALOG KERINDUAN 2: (JAWABAN UNGKAPAN RINDU ANAK DARI SANG AYAH) Tersekat nafas didadaku saat kau memelukku, nanda Beberapa saat itu pandang kalbuku kemba...

Sunday, November 24, 2013

YAS BUDAYA: satu pagi di sisi jalan kaliurang 1999

YAS BUDAYA: satu pagi di sisi jalan kaliurang 1999: yogya, jakal, 1999 Ia pun terus melangkah karena ia tahu tujuan pastinya tunduk pada kerendahan hati yang tiada punah menana...

Wednesday, October 9, 2013

Yas Budaya - In Memoriam





27 November 1939-6 Oktober 2013


Tuesday, September 17, 2013

I DON'T WANNA MISS IT

Suatu ketika, anak-anakku protes.. "Bunda, kenapa sih suka upload semuanya di fb? kan jadi ketauan  gimana di rumah... lagi ngapain... kan malu..." si Bunda emang kadang kebangetan uploadnya... penampilan lagi gak keren aja diupload, bikin anak-anak bete...
jawabannya hanya satu anandaku, bunda hanya menghargai WAKTU...
WAKTU memiliki karakter unik, anakku... satu, BEGITU CEPAT BERLALU, kata temen bunda yang lebih senior, mereka merasakan begitu cepatnya waktu berlalu, sehingga saat ini mereka merasa kesepian di rumah, karena anak-anaknya pada meninggalkan rumah untuk alasan kuliah, kerja ataupun sudah berkeluarga... Karenanya bunda INGIN MENIKMATI WAKTU bunda bersama kalian saat kalian kecil seperti ini... saat bunda bebas memeluk, mencium, membelai, memanjakan...
Karakter waktu yang kedua, TIDAK PERNAH BISA TERULANG UNTUK YANG KEDUA KALI,
apa yang kita alami anandaku, hanya sekali, sekali kita rasakan, karena itu, bunda ingin setiap yang kita lalui adalah yang terbaik yang bisa bunda berikan...
dan karakter yang ketiga, BEGITU TINGGINYA NILAI WAKTU, bunda cukup bersyukur bisa menjadi yang PERTAMA melihat kalian bersin, pipis, menguap, melangkah, memanggil nama bunda.... merupakan kehormatan buat bunda mendapatkan kesempatan itu anakku... betapa ingin bunda menangis bahagia ketika pertama melihat engkau mengenakan seragam sekolah, ketika engkau melantunkan ayat suci Al Qur'an, ketika engkau sholat dengan gayamu menjadi makmumku...
really, I don't wanna miss it babe, so let me do it...

Wednesday, September 4, 2013

PKS PIYUNGAN: Sekiranya engkau bukan istri Amirul Mukminin

PKS PIYUNGAN: Sekiranya engkau bukan istri Amirul Mukminin: Sekiranya engkau bukan istri Amirul Mukminin... Ketika khalifah Umar mengetahui bahwa istrinya mendapat hadiah perhiasan dari permaisu...

Monday, September 2, 2013

Monday, June 24, 2013

A TRAVEL LOG- Bengkulu-Palembang 2013


satu (lagi) sisi jalan

bukit yang akan dilalui


Mesjid Agung Kota Palembang