Wednesday, July 2, 2014

catatan puasa hari keempat

puasa pertama
dialog mbak nina dan ayah
A: mbak, daripada kebanyakan nonton, mending perbanyak ibadah mbak....
N: ah ayah, ayah gak tau aja,  mbak nina kan dari jam setengah 6 pagi sampai jam 9 tadi sedang sibuk beribadah.... (jawabnya santai..)
A: ...?????.....
N: iya, mbak jam segitu masih tidur, ayah....

hmm.... tidurnya orang puasa itu memang ibadah..... tapiiii....

puasa hari kedua
10 menit lagi adzan magrib..... ketika aku sibuk menyiapkan makanan berbuka.
faqih tiba-tiba membuka kulkas dan mengambil minuman yang sudah disiapkannya dari siang untuk berbuka puasa..... 5 detik kemudian...
"bunda........... faqih gak sengaja minum........." teriaknya dengan wajah bersalah...

puasa hari ketiga
meninggalkan 4 anak ke kantor saat mereka berpuasa.....
si kecil yang belum sanggup berpuasa melaporkan kejadian siang
"bunda, adik tadi makan siang sendiri..."
"siapa yang ngambilin???"
"tadi minta tolong abang alif, abang gak denger, terus abang faqih yang ngambilin nasinya, trus, adik makan aja yang di atas meja... trus udah makan, adik puasa lagi"



Sunday, June 15, 2014

RUTINITAS MINGGU PAGI...
bangun jam4, qiyamul lail, tilawah, masuk dapur bentar, azan shubuh bangunin anak2, sholat berjamaah, masuk dapur lagi, nyiapin sarapan, anak2 berangkat tahfiz, beres-beres rumah, sarapan dengan si kecil, buka email plus facebook...
dan ketika mata tertuju pojok kanan bawah monitor laptop, 15/06/2014... kayaknya ada yang aneh... OMG.... TEPAT 14 TAHUN YANG LALU ADA PRIA YANG BERANI-BERANINYA DATANG MENJABAT TANGAN AYAHKU SAMBIL BERKATA, "AKU TERIMA NIKAHNYA DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT..."
alhamdulillah... say, sedang ngapain disana??? kok tadi nelpon gak inget ya... biasanya aku selalu inget tanggal2 bersejarah kita, kok tadi lupa, ya? apa mungkin karena udah tua??? meski lupa, dirimu masih mencintaiku (karena Allah) hingga detik ini kan ???
‪#‎catatanlebaypagiketikasuamipergi‬

Saturday, June 14, 2014

rindu itu hadir kembali

sungguh aku cemburu
beberapa hari setelah ayah meninggal, adik bungsuku cerita, ia bermimpi bertemu ayah..
dengan sosok yang lebih muda..
mereka sempat berpelukan erat...
cukup menghibur kesedihan hati nya ditinggal ayah tercinta..
aku cemburu, kapan aku bisa ketemu ayah???

sungguh aku cemburu
pagi ini, ketika aku membersihkan lemari jati dibantu anak bungsuku yang baru berusia 5 tahun
tiba-tiba ia berkata, 'bunda, tadi malam adik bermimpi..."
"mimpi apa nak?"
"adek mimpi, nyek (mamaku) ke bengkulu, berdua sama yek (ayahku)...  eh..eh.. tapikan yek sudah meninggal... hehe.. adek cuma mimpi kok bun..."
kembali cemburuku hadir...
"trus, yek bilang apa sama adek?" penasaran juga
"yek gak bilang apa-apa, cuma yek naik motor sama nyek dari palembang ke bengkulu..."
hmmm..
ayah, aku rindu...
mungkin aku harus menahan rindu itu hingga yaumil akhir nanti...
ya Allah, kumpulkan kami kembali ya Allah bersama Rosul yang Engkau cintai, juga bersama orang-orang yang Engkau ridhoi, kelak di syurgaMu, aamiin

Monday, June 9, 2014

Serial Motivasi Islami - Sebab-sebab Malas Ibadah

aku pernah bermimpi untuk keliling dunia....
terinspirasi dari semua buku yang kubaca sejak kecil...
mereka mengajakku berimajinasi melalang buana..
menggapai puncak gunung tertinggi
menyelam ke dasar samudera terdalam
menembus angkasa mencapai bintang....

aku pernah bermimpi untuk keliling dunia....
kupelajari bahasa inggris
kutekuni bahasa jepang
sesekali kubuka kamus arab
berharap bertemu komunitas asing
aku pernah menguasai dunia (dalam tulisan)

aku pernah bermimpi untuk keliling dunia
seiring usiaku kian bertambah
impian pun mulai temaram
namun semangatku tak pernah padam

impian kuterjemahkan dalam kasih sayangku ke anak-anakku
kudesain masa depan mereka merangkul dunia
biar mereka yang menguasai masa depan....

mimpiku keliling dunia....



Friday, April 4, 2014

catatan 4 April 2014- ultah Alif yang ke 13.....

my dear Alif Sirajuddin Bahri, 13 tahun usiamu hari ini, masih terasa kehangatan dirimu dalam pelukanku, pernah kau bertanya kenapa kami memanggilmu 'ALif ',
my dear Alif Sirajuddin Bahri, alif adalah huruf pertama dalam huruf hijaiyah, bentuknya tegak dan selalu lurus,
my dear Alif Sirajuddin Bahri, engkau buah hati kami yang pertama yang akan 'menegakkan' kalimatullah di muka bumi ini, dan selalu berjalan di jalan yang 'lurus', yang menjadi teladan bagi adik-adikmu, keluargamu, masyarakatmu, bangsa, dan agamamu....
my dear Alif Sirajuddin Bahri, selamat milad nak, jagalah agamamu guna membentengimu kelak, raihlah ilmu guna bekal di kehidupanmu kelak, rangkul lah sahabat guna menguatkanmu kelak, carilah pengalaman guna mewarnai kehidupanmu kelak..
peluk cium ayah bunda yang menyayangimu....

Sunday, March 23, 2014

Faqih 'the hero'- ahad 23 maret 2014

ahad pagi ini terjadi sebuah insiden kecil.

diawali dengan semangat 45 untuk merapikan pohon kelengkeng di belakang rumah. ayah dengan gagah menyandang golok besi dan menenteng gergaji tajam memanjat pohon kelengkeng yang mulai gondrong, menutupi pohon-pohon lain di sekitarnya. baru mencapai 100 cm dari permukaan tanah, tiba-tiba seekor produsen madu dengan menancapkan ekornya yang runcing tepat di pucuk dahi sang ayah (mungkin saking lebarnya tu dahi, dikira landasan untuk mendarat baginya... hehe..). sontak ayahpun meluncur masuk ke dalam rumah sambil teriak memanggil bunda yang ikut menjadi  kelabakan berupaya mengatasi 'insiden' dengan melakukan pertolongan pertama.
bunda lari menuju kotak obat dan mencari minyak but-but. laksana seorang dokter, bunda sibuk mengoleskan but-but di kepala sang ayah. bertepatan waktu itu, faqih heboh menunjukkan sebuah buku bacaannya.... awalnya bunda menyepelekannya... sambil membatin, orang lagi kesakitan kok malah disuruh baca buku... (memang biasanya faqih sesalu menunjukkan sesuatu yang dibacanya atau yang dibuatnya untuk pamer kepada bunda, atau untuk bertanya sesuatu kepada bunda)... hampir saja mulut bunda berkata' "nanti dulu ya nak", mata bunda ternyata tertuju pada satu halaman pada buku yang ditunjukkan faqih... AIR SABUN DAPAT MENGATASI SENGATAN LEBAH.... oooohhh... rupanya, ketika sang ayah dengan hebohnya teriak di belakang rumah, secepat kilat faqih mengambil buku bacaannya yang dibacanya tahun 2012 lalu... dan membuka halaman  yang relevan dengan kondisi pagi ini.... hhhmmm...  ayah pun segera membasuh dahinya dengan air sabun...
selamatlah sang ayah, berkat 'pertolongan' faqih sang anak... minimal kepala ayah gak benjol-benjol amat...
faqih mengaku, buku itu dibacanya tahun 2012 lalu... jadi saat itu, dia baru berusia 6 tahun... hmmmm
ya Allah, Engkaulah Maha Pemilik Ilmu, pimpinlah kami ke jalan yang lurus dan benar dalam setiap desah nafas kami... jadikanlah kami orang yang beriman, berilmu, beramal sholeh, dan menjadi orang yang ikhlas, aamiiin...

Thursday, January 9, 2014

haruskah sekolah pada usia dini???

suatu ketika, dari sebuah pembicaraan dengan seorang sahabat, kuperoleh informasi yang mengatakan bahwa ada seseorang yang menyatakan diriku dan suami tidak begitu memperhatikan pendidikan anak-anak kami... kok bisa??? tanyaku heran.. rupanya indikator beliau menyampaikan hal tersebut adalah dengan tidak intensnya kami menyuruh anak-anak untuk berangkat ke sekolah (tk/paud) ketika mereka menolak atau merasa "malas" berangkat  pada hari-hari dimana seharusnya mereka berangkat ke sekolah. dengan kata lain, kalo mereka menjawab 'iya' ketika ditanya 'sekolah gak hari ini?' atau mereka yang meminta sendiri, baru kami antar mereka sekolah... dan itu terjadi sejak anak kami yang pertama, hingga yang keempat...
di saat anak-anak lain dengan riang gembira mempersiapkan diri atau bisa jadi 'terpaksa' untuk berangkat sekolah karena kesibukan orang tuanya, anak-anak kami bebas memilih untuk berangkat atau tidak...  dan kecenderungan mereka memilih untuk tidak berangkat...
why?????
saya juga heran, kok bisa??? dan pernah kami paksakan mereka untuk berangkat ke sekolah, eh malah perlawanan dan tangisan yang kami peroleh...
saudaraku,
yang jelas, saya dan suami selalu berusaha membuat area 'nyaman' bagi anak-anak di rumah kami... baik secara fisik maupun secara spiritual...
rumah kami bangun senyaman mungkin, setinggi mungkin, seluas mungkin (meski hanya berukuran 15x30), dengan perabotan yang minim, sebutuhnya... tujuannya adalah memberikan ruang bagi anak-anak kami untuk bermain, bergerak, berlari... permainan yang mereka butuhkan mulai dari bayi hingga mereka besar kami sediakan, dinding dan kertas kami sediakan untuk mereka berkreasi, tanah kami gali dan kami letakkan di halaman tengah untuk mereka bermain membuat berbagai bentuk, pelepah pisang kami sediakan untuk mereka bermain perang-perangan... mainan edukatif dari toko hingga games komputer kami belikan yang terbaik...
buku cerita hingga buku ilmu pengetahuan kami koleksi untuk pustaka mereka...
dan mulai dari ketika mereka belajar berkata-kata, saya sudah memperkenalkan huruf.. baik latin, maupun huruf arab... berhitung, membaca.. sambil bermain...
dan di tengah kesibukan saya sabagai wanita karir, saya selalu menyediakan waktu khusus bagi anak-anak untuk itu semua... ketika memang membutuhkan 'pelukan hangat', saya dan suami selalu berusaha hadir untuk mereka...
saya berusaha menyediakan makanan terbaik yang halal dan thoyyib bagi mereka.. hingga mereka tidak perlu jajan ke warung setiap hari... jadwal jajan diatur suami sekali seminggu, di akhir pekan, itupun untuk mengajari keberanian pada diri mereka untuk berinteraksi dengan orang lain...
akibatnya, mereka tidak selalu merengek-rengek minta uang jajan..
sholat wajib selalu kami usahakan berjamaah, saya menjadi imam bagi anak-anak perempuan saya, dan suami selalu menuntun anak-anak laki-laki ke mesjid untuk sholat berjamaah. selesai sholat kami biasakan bercerita...
sebelum mereka pandai membaca, hampir tiap malam saya membacakan kisah teladan para nabi dan rasul, termasuk kisah-kisah pengalaman orang-orang terkenal... bahkan tidak jarang kami melakukan kisah berantai, masing-masing menyiapkan satu kalimat yang dirangkai meneruskan kalimat sebelumnya sehingga terkadang menjadi sebuah kisah yang gak nyambung... kami melakukannya sebelum tidur..
saudaraku,... dengan keterbatasanku, aku mencoba menjadi supermom bagi anak-anakku...
tidak salahkan jika mereka memilih belajar di rumah karena kenyamanan yang kami sediakan...
sampai ketika anak pertama mau masuk sekolah dasar... nyaris saja saya berniat mengadakan homeschooling di rumah... tapi ketika saya menyadari hal itu tidak mungkin dilakukan bagi seorang perempuan yang berkarir di luar rumah, akhirnya kami mendaftarkan anak pertama di sekolah islam terpadu yang terbaik di kota ini...
hasilnya, 3 dari 4 anak yang ada, tidak mengalami permasalahan dalam mengikuti pelajaran di sekolahnya... hingga kini, anak pertama sudah duduk di sekolah menengah pertama.. dan ketiganya menunjukkan prestasi yang baik di kelasnya.
tinggal satu anak lagi... berusia 5 tahun...
lagi-lagi... dia berjanji untuk mulai sekolah ketika berumur tepat 5 tahun, dan ia menepatinya. 4 januari yang lalu dia berumur 5 tahun, bertepatan 2 hari berikutnya, anak-anak masuk sekolah kembali dari liburan semester ganjil... tapi apa yang terjadi... hari berikutnya ia minta bolos sekolah, dengan alasan gak punya payung kecil (kebetulan pagi itu hujan turun)... keesokan harinya, ia kembali ke sekolah, dan diajak ikut lomba mewarnai di sekolah lain...  karena itu juga, sorenya ia bilang capek, dan dijadikan alasan untuk tidak sekolah hari ini.... tapi ia berjanji besok akan sekolah lagi....hmmm.. kita lihat saja besok...
masih layakkah kami dikatakan tidak memperhatikan pendidikan anak-anak kami???
hmmm... kok jadi seperti 'membela diri' ya??? hehe...
sekedar catatan ringan buat anak-anakku kelak...
sstt... nak, mau tau, bunda juga dulunya gak TK sebelum masuk SD..
padahal, saudara-saudara bunda yang lain, sebelum SD mereka sekolah  TK dulu...