Thursday, May 11, 2017

resume buku tentang KELUARGA IDEAL



MEMBUMIKAN HARAPAN
KELUARGA ISLAM IDAMAN
oleh: ABU AL-HAMD RABBI'
Resumed by bunda alif


Keluarga adalah sistem ilahi. Secara teoretis, sebuah sistem dimulai dari adanya input yang kemudian mengalami sebuah proses untuk kemudian menghasilkan output.  Input yang dimaksud adalah dua individu laki-laki dan perempuan yang kemudian berkomitmen untuk menjalani proses hidup bersama dalam sebuah rumah tangga, inilah komitmen yang diridhoi Allah SWT.  Sementara sarana lain yang tidak melalui proses tersebut dikategorikan dalam kemaksiatan.  Output yang diharapkan dari proses ini adalah terbentuknya keluarga tangguh yang merupakan wujud keimanan dan mampu menegakkan syiar-syiar Allah.  Diharapkan dari keluarga-keluarga tangguh inilah nantinya akan terbentuk masyarakat muslim yang komitmen dengan aturan Allah dalam kehidupannya



BAB KESATU
BAGIAN PERTAMA
KOMITMEN TERHADAP PRINSIP SYARIAH DALAM
MEMBANGUN RUMAH TANGGA

Memilih Pasangan
Rumah tangga merupakan salah satu benteng di antara benteng-benteng akidah. Oleh karenanya orang-orang di dalamnya harus memiliki kualifikasi mampu mengamankan benteng tersebut dari serangan negatif pihak luar dan mampu membangunnya dari dalam. Sebagaimana Umar bin Khatab pernah menyampaikan bahwa hak pertama seorang anak adalah mendapatkan ibu yang baik dan memilihnya sebelum ia dilahirkan.
Menyegerakan Menikah dan Memudahkannya
Bagi laki-laki yang mampu secara materi dan kejiwaan dalam memikul beban pernikahan disunnahkan untuk menyegerakan pernikahan, begitu pula dengan anak perempuan yang sudah siap secara fisik dan psikologis untuk menunaikan hak-hak suami istri.
Sunnah dalam Khitbah (Lamaran)
Ada beberapa sunnah rasulullah dalam kaitannya tata cara khitbah:
1.      Untuk keluarga pihak wanita (melalui teman)
2.      Langsung bicara kepada calon istri (khitbahnya wanita dewasa untuk dirinya sendiri)
3.      Ayah seorang gadis atau kerabat dekatnya menawarkan anak putrinya kepada orang yang mereka senangi agama dan akhlaknya
4.      Seorang laki-laki melamar seorang perempuan melalui seorang tokoh atau sebaliknya seorang tokoh melamar untuk teman-teman dekatnya
5.      Menawarkan diri untuk dikhitbah pada masa-masa iddah
6.      Penawaran seorang wanita kepada laki-laki shaleh
Tata Cara Khitbah
Tujuannya adalah untuk lebih mengenal sosok pihak lainnya dengan cara:
1.      Melihat langsung sosok calon wanita tanpa sepengetahuan dirinya
2.      Setelah seseorang bertekad untuk mengkhitbah dan pihak keluarga calon wanita sudah mengetahuinya, maka urusannya kemudian diserahkan kepada pribadi calon wanita.
Sebelum tahap ini dilakukan, seyogyanya masing-masing pihak mengumpulkan informasi tentang kepribadian masing-masing sebelumnya, terutama dalam hal takafu’ (kecocokan) diantara keduanya. Selain sekufu dalam hal agama dan akhlak, perlu juga diperhatikan kedekatan usia, status sosial dan pendidikan yang insya Allah akan membantu mewujudkan tafahum dan insijam (keserasian) di antara calon suami dan istri. Ini merupakan bagian MASHOLIH MURSALAH (pada situasi tertentu, kadarnya harus disesuaikan dengan tetap memprioritaskan keutamaan agama dan akhlak untuk meminimalisir perbedaan faktor usia, status sosial dan pendidikan)
Adab-adab Khitbah (Melamar)
·         Tidak melamar seseorang yang sedang dilamar sudaranya
·         Bergaul dengan calon pelamar layaknya orang asing
·         Pelamar memberi hadiah pada calon yang dilamar
Mahar, Akad Nikah dan Penyediaan Rumah
Mahar, sesuatu yang bisa membuat hati seorang wanita menjadi senang dan ridho dengan kepemimpinan suami terhadapnya. Tidak ada batasan mahar, sesuai dengan kesepakatan kedua calon mempelai. Boleh menyegerakan, menunda sebagian atau seluruhnya sesuai kebiasaan tradisi pihak wanita
Akad nikah, ada tiga perkara yang jika dilakukan dengan serius maka ia akan terjadi dan bila dipermainkan juga akan terjadi: nikah, talak, dan rujuk (HR.Abu Daud)
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika akad nikah
a.       Kebiasaan wanita dalam memilih suami
b.      Izin wali
c.       Kehadiran wali pada saat akad nikah
d.      Syarat-syarat dalam akad nikah
e.       Mengumumkan resepsi pernikahan

Hukum berduaan pasca akad nikah
Apabila seorang suami sudah menyendiri dengan istrinya pasca akad nikah yang sah, maka maharnya sudah menjadi milik istrinya dan telah berlaku iddah atas istrinya, meski suaminya belum menggaulinya. Pendapat lain mengatakan bahwa mahar baru menjadi milik istri apabila suami sudah menggaulinya.
Iddah berlaku meski suami belum menggauli istrinya.
Perabotan rumah tangga
Tak mengapa jika sudah disiapkan istri dan keluarganya dengan tujuan untuk kenyamanan suami. Tapi itu adalah hak milik istri. Ini hanya sebuah tradisi. Sedangkan kewajiban menyediakan perabotan rumah tangga sebenarnya adalah pada suami.
Walimah (resepsi Pernikahan)
Sunnah yang sangat ditekankan, meski dalam kondisi sulit
Waktu Walimah
Disesuaikan dengan tradisi dan kebiasaan
Sunnah wasiat pernikahan
·         Wasiat suami kepada istrinya
·         Wasiat ibu kepada anak perempuannya
·         Wasiat orang alim kepada laki-laki yang hendak menikahkan putrinya
Adab-adab menggauli istri
Dimulai dengan sholat dan berdoa
Persembahan untuk kedua pengantin
Disunnahkan memberikan persembahan untuk kedua pengantin

BAGIAN KEDUA
PERAN SUAMI ISTRI DALAM MEMIKUL TANGGUNG JAWAB DI RUMAH
Hak suami dan istri
Hak wanita sama dengan hak laki-laki, namun hak wanita dihadapkan dengan hak laki-laki sebagaimana dalam QS Al Baqoroh-228. Hak keduanya berlaku timbal balik, karena keduanya sekufu. Hal ini berarti bahwa tugas istri untuk suaminya sebenarnya juga merupakan tugas suami kepada istrinya. Makna suami memiliki satu tingkat dibanding istri adalah dalam makna warisan dan jihad, atau dalam kepemimpinan dan ketaatan
Mengatur tanggung jawab
Tujuan mengatur tanggung jawab ini adalah agar kehidupan keluarga menjadi terarah, tugas-tugas tertata baik dan tercapainya tujuan-tujuan mulia lainnya
·         Tanggung jawab seorang suami
1.      Kepemimpinannnya dalam keluarga, karena dia lebih tau kemashlahatan dan lebih mampu melaksanakan dengan dukungan kekuatan dan hartanya. Kepemimpinan dalam syuro dan wuddiyah (berdiri di atas cinta dan kasih sayang)
2.      Menafkahi keluarga, asasnya: waktu suami untuk mencari nafkah lebih luang dibanding wanita yang mengalami proses kehamilan dan melahirkan.
·         Tanggung jawab istri
Prinsip-prinsip ketaatan:
ü  Taat bukan dalam kemaksiatan
ü  Sesuai kemampuan
ü  Disertai dengan penghormatan dan pemberian respons secara timbal balik
ü  Disertai dengan saling memberikan rasa cinta
ü  Disertai dengan musyawarah
ü  Diiringi saling menasihati, berkorban dan komitmen.
Adapun tanggung jawab istri adalah:
ü  Membesarkan dan mendidik anak
ü  Bekerjasama dengan suami untuk mengoptimalkan penunaian tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak
ü  Menata tugas-tugas rumah tangga
ü  Bantuan istri dalam tugas-tugas kerumahtanggan suami saat ia berhalangan
ü  Pelayanan istri terhadap suami

Kerja sama suami istri memaksimalkan tanggung jawab
Urusan nafkah
Peran istri dalam menggunakan harta suami secara makruf
Sedekah dari harta suami dengan makruf
Memberi hadiah dari harta suaminya dengan cara makruf
Bantuan istri kepada suaminya yang miskin
Bermusyawarah dengan suami dalam membelajakan hartanya
urusan rumah tangga
jika istri hanya berkhidmah untuk memenuhi kebutuhan seks suami, maka harus ada yang menangani urusan rumah tangga. Konsekuensinya jika perempuan, tidak selamanya bisa memenuhi kebutuhan suami selain itu, jika laki-laki, tidak mungkin selamanya suami mendampingi istri di rumah atau meninggalkan istrinya berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
Musyawarah tentang masalah yang berkenaan dengan keluarga



BAGIAN KETIGA
KERJASAMA SUAMI ISTRI DALAM MENUNAIKAN
KEWAJIBANNYA MASING-MASING
Pengantar
Tabiat orang yang saling mencintai adalah selalu menginginkan kebaikan terutama kebaikan akhirat, terhadap orang yang dicintainya, dan juga menolongnya.
1.      Hak memperoleh kelembutan
Sebaik-baik kalian, sebaik-baik kalian yang paling baik kepada istrinya (HR.Ibnu Majah)
Salam yang selalu Rasul SAW berikan kepada istrinya setiap pagi, dan menemui semua istrinya setiap malam.
Bersikap lembut ketika istrinya sakit.
Asma yang menjaga kecemburuan suaminya ketika Rasul SAW mau membantunya membawakan makanan hewan di atas kepalanya. Atau menghalau lalat dari tubuh suaminya ketika suaminya sakit
Ummu sulaim yang mengabarkan kematian anaknya kepada suaminya dengan kelembutan
2.      Hak memperoleh kasih sayang
Bersama cinta, ada itsar. Dengan itsar, suami dan istri bisa memberikan haknya lebih banyak kepada pasangan melebihi hak yang diberikan untuk dirinya sehingga terhenti pada pencarian hak-hak untuk dirinya.
3.      Hak melahirkan
Hak melahirkan dan ingin punya anak merupakan hal yang fitrah pada laki-laki dan perempuan. Ketika seorang istri menanggung beban besar saat melahirkan, maka suaminya juga menanggung beban berat selama kehamilan istrinya.
4.      Hak mendapatkan kepercayaan
Perangkat yang harus dipegang dalam etika husnuzzan antara suami istri: tidak mengungkit masa lalu, boleh bersumpah palsu untuk mendamaikan perselisihan suami istri.
5.      Hak turut serta dalam suka dan duka dalam urusan yang umum dan khusus
Kisah ummu salamah yang menyuruh beliau saw untuk menemui kaumnya tanpa bicara hingga beliau menyembelih kurban, kisah tentang keinginan beliau SAW untuk menentukan orang yang akan menggantikan beliau kepada Abu Bakar dan anaknya, dst.
6.      Hak berhias
Berhias adalah hal yang fitrah bagi manusia. Dianjurkan tanpa menghambur-hamburkan harta dan menyia-nyiakan waktu dan sesuai dengan tata cara.
7.      Hak memperoleh kenikmatan seksual
Islam mengakui fitrah dorongan seksual dan orisinalitasnya serta mengingkari paham-paham ekstrimis yang cenderung menentang atau menganggapnya sebagai hal yang menjijikkan dan limbah.
8.      Hak tarwih (bersenang-senang)
9.      Hak cemburu


BAB DUA
BAGIAN SATU
ORANG TUA MENINGKATKAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK
Tujuan instruksional
Orang tua dapat menerangkan sebagian masalah agama
Orang tua dapat memperbaiki interaksi terhadap fenomena negatif pada masalah akhlak
Orang tua harus memberdayakan potensi dan kemampuan anak dengan hal-hal bermanfaat
Tidak peduli
Menutup diri
Gelisah
Kebutuhan-kebutuhan pokok manusia
Sistem kebutuhan manusia
Pertumbuhan kepribadian pada setiap fase usia
Kepribadian yang lurus dan matang
Macam-macam kepribadian yang lurus
Jenis-jenis kepribadian pemuda

BAGIAN KEDUA
INTERAKSI ORANG TUA DAN ANAK PADA FASE SEBELUM MELAHIRKAN
Pengaruh kebaikan orang tua terhadap anak-anaknya
Pengaruh dimulai dari
Arah pikiran-pikiran ibu
Hal-hal yang dianjurkan di masa kehamilan

BAGIAN KETIGA
ORANG TUA MENINGKATKAN INTERAKSI TERHADAP ANAK-ANAKNYA PADA FASE PENYUSUAN
Ketika melahirkan
Perkara-perkara yang harus dilakukan pasca melahirkan
Pembinaan di sela-sela fase penyusuan
Pembinaan terhadap pertumbuhan fisik dan fisiologis
Pembinaan secara motorik
Pembinaan pada fase pertumbuhan bahasa
Pembinaan pada fase pertumbuhan emosi
Pembinaan pada pertumbuhan sosial
Masa penyapihan

BAGIAN KEEMPAT
HUBUNGAN ORANG TUA – ANAK PADA FASE BALITA
Urgensi Pendidikan pada Fase Balita
Anak  kecil itu adalah amanat bagi kedua orang tua. Hatinya  bersih bagaikan Permata. Tulus   dan jauh dari setiap akhiran dan gambaran. Ia  menerima setiap ukiran dan cenderung kepada setiap apa apa yang ia inginkan. Apabila  ia dibiasakan dengan kebaikan, maka ia akan tumbuh di atasnya, berbahagia di dunia dan akhirat. Untuk  kedua orang tua setiap guru dan pendidik nya. Sebaliknya  jika ia dibiasakan dengan kejahatan akan mengabaikan hal itu layaknya pengabaian binatang maka ia akan celaka dan binasa. Menganggap  enteng bimbingan terhadap anak adalah batil. Jika  sejak awal proses penyapihan dibiasakan dengan Tauhid Irsyad perintah larangan, maka itu akan membuatnya gembira, memberinya ancaman, memperbaikinya dan mencegahnya keburukan.
Sisi-sisi pendidikan
1.      Bangunan aqidah
Diriwayatkan  oleh Hakim dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bukalah atas anak-anak bayi kalian pertama kali kalimat Lailahaillallah dan Talqin kan ketika mereka akan meninggal kalimat La Ilaha Illallah
Penanaman aqidah dimulai sejak awal perkembangannya dengan menghafal secara baik kemudian maknanya akan senantiasa teringat. Saat  ia dewasa sedikit demi sedikit permulaannya dengan hafalan kemudian pemahaman, keyakinan, kepercayaan, dan membenarkannya.
Menurut Imam Ghazali Caranya bukan dengan memperkuat dan mengokohkan nya agar ia mengetahui debat dan logika bicara akan tetapi agar ia menyibukkan diri dengan bacaan al-quran tafsir nya membaca hadits dan maknanya dan menyibukkan diri dengan tugas-tugas ibadah.
2.      Pertumbuhan fisik dan pertumbuhan fisiologis
3.      Pertumbuhan motorik
4.      Pertumbuhan akal
5.      Pertumbuhan panca indera
6.      Pertumbuhan bahasa
7.      Pertumbuhan emosi
8.      Pertumbuhan sosial
9.      Pertumbuhan biologis
10.  Kewajiban pembagian tugas dakwah
BAGIAN KELIMA
INTERAKSI ORANG TUA –ANAK PADA FASE KANAK-KANAK TERAKHIR
Pertama: Kepentingan syari dalam berinteraksi pada fase ini
Kedua: penerapan pengajaran orang tua kepada anak
1.      Pertumbuhan fisik
2.      pertumbuhan fisiologis
3.      Pertumbuhan motorik
4.      Pertumbuhan panca indera
5.      Pertumbuhan akal
6.      Pertumbuhan emosi
7.      Pertumbuhan sosial
Ketiga: Bangunan akhlak
1.      Akhlak adab
a.       Adab-adab makan
b.      Adab penampilan anak
c.       Adab diam ketika mendengar bacaan Al Quran
2.      Akhlak Kejujuran
3.      Akhlak menjaga rahasia
4.      Akhlak menunaikan amanah
5.      Akhlak berlapang dada dari kedengkian
Keempat: Pendidikan seks
Kewajiban orang tua mendorong anak untuk berinteraksi sosial dan dakwah

BAGIAN KEENAM
INTERAKSI ORANG TUA-ANAK PADA FASE REMAJA
Pengertian Umum Marhalah Murohaqoh (Fase Remaja)
Ciri-ciri Umum Fase Remaja
Fenomena-fenomena Pertumbuhan yang beragam pada fase remaja
1.      Pertumbuhan fisiologis
2.      pertumbuhan fisik
3.      Pertumbuhan akal
4.      Pertumbuhan emosi
5.      Pertumbuhan sosial
6.      Pertumbuhan seksual
7.      Pertumbuhan akhlak dan perhatian terhadap agamanya


PROBLEMATIKA MENDIDIK ANAK DAN SOLUSINYA
1.      Kecanduan menonton televisi
2.      Anak gadis yang merepotkan
3.      Anak 10 tahun yang membangkang
4.      Surat cinta anak gadisku
5.      Anak sulit konsentrasi dan daya ingat lemah
6.      Anak pertengahan
7.      Anak 4 tahun yang harus hafal Al Quran
8.      Apa yang kita katakan kepada anak-anak tentang perang?
9.      Situs-situs intenet untuk menghadapi anak-anak jenius
10.  Mendidik anak yang berkebutuhan khusus.



karena semua pembahasan di buku ini saya nilai penting.... saya tidak sanggup meresumenya... yang saya lakukan adalah membacanya hingga tuntas...dan berupaya mengaplikasikannya...tanpa perlu diresume 😀
mudah-mudahan dapat membantu...

No comments:

Post a Comment